Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau

Indraswari Pikatan oleh Indraswari Pikatan
30 Januari 2024
A A
Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau kabupaten sukoharjo, solo baru kereta batara kresna wonogiri ka batara kresna

Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau (Prabu Panji via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah ini menurut saya agak ironis. Kabupaten ini punya slogan Sukoharjo Makmur, tapi banyak warganya yang “kabur”. Alias, merantau keluar dari Sukoharjo, daerah yang memanggil dirinya sendiri “makmur”.

Seperti yang kita tahu bahwa sebagian besar penduduk asli Sukoharjo merantau di luar daerah, bahkan luar negeri. Terlebih untuk penduduk Nguter, yang memang terkenal sering merantau dari Nguter ke kota-kota besar.

Tentu ini menimbulkan pertanyaan. Apakah Sukoharjo kekurangan lapangan kerja, kesejahteraannya rendah, atau jangan-jangan tidak makmur sesuai klaimnya?

Pergi meninggalkan Kota Makmur

Sebagian besar penduduk desa ini memilih untuk merantau di Jakarta, Tasikmalaya, Kalimantan, Sulawesi, Surabaya, Bandung, Malang dan beberapa kota lain. Saya sendiri dan keluarga besar memilih untuk merantau di kota Purwokerto dan ada beberapa saudara yang merantau di Bogor, Bandung, Malang, Cirebon.

Tapi tak hanya penduduk Nguter yang merantau. Banyak juga penduduk daerah lain yang terkenal jadi perantau.

Faktor pendorong penduduk Sukoharjo Jawa Tengah merantau adalah (apalagi kalau bukan) keinginan untuk hidup lebih baik. Sukoharjo, bisa dibilang, agak sulit memberi hal itu semua. Sebab, Sukoharjo terkenal sebagai lumbung Jawa Tengah karena sawahnya yang begitu banyak. Otomatis, industri sulit berkembang di daerah tersebut. Wajar, tak mungkin mengorbankan sawah demi industri. Urusan pangan tak bisa sepele.

Memang, ada pabrik besar macam Sritex yang berdiri di Sukoharjo. Tapi selain itu, praktis tak ada pabrik besar lainnya. Lapangan kerja tak banyak, sedangkan jadi petani juga tak semua orang bisa, maka tak ada cara lain selain merantau.

Pun UMR Sukoharjo tak sebesar daerah yang dituju oleh perantau macam Tangerang, Bekasi, Karawang. Jadi ya, makin besar alasan penduduk Sukoharjo Jawa Tengah untuk merantau.

Baca Juga:

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

Sukoharjo Makmur itu Solo Baru doang, lainnya nggak

Sukoharjo Jawa Tengah memang dekat dengan Solo. Sebagai kota satelit, sebenarnya mudah saja agar tak merantau jauh. Masalahnya adalah, Solo sendiri juga tak begitu seksi untuk pekerja. Solo tak besar-besar amat, industri juga tak seseksi Jakarta dan kota satelitnya. Yang lebih lucu lagi, Solo justru kemewahannya disaingi Solo Baru, yang notabene masih masuk Sukoharjo.

Btw, kalau lihat Solo Baru, mungkin kita bisa lihat Sukoharjo Makmur itu nyata. Tapi kalau lihat daerah lain kayak Bulu, Nguter, ya jauh.

Sukoharjo Makmur, nyatanya, masih jauh dari kenyataan. Sukoharjo Jawa Tengah masih jauh dari slogan yang ia punya. Penduduknya pada kabur, mencari tanah yang lebih “subur”. Ironis, tanah gembur yang bikin padinya tersenyum, nyatanya tetap tak bisa menggulung wajah murung para penduduknya.

Penulis: Indraswari Pikatan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sukoharjo, Kabupaten Indah yang Terasa Nanggung

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2024 oleh

Tags: jawa tengahkabupaten sukoharjoperantausukoharjosukoharjo makmurUMR
Indraswari Pikatan

Indraswari Pikatan

IRT yang suka iseng nulis.

ArtikelTerkait

Jogja Istimewa: Realitas atau Ilusi? kill the DJ

3 Hal Keliru tentang Jogja yang Telanjur Diyakini oleh Banyak Orang

19 Juni 2022
4 Hal yang Bikin Saya Malas Belanja ke Yogya Mall Slawi

4 Hal yang Bikin Saya Malas Belanja ke Yogya Mall Slawi

1 Juli 2024
Pedoman Etika bagi Perantau Pemula di Tanah Sunda Terminal Mojok

Pedoman Bersikap Ramah sebagai Perantau Pemula di Tanah Sunda

20 Desember 2022
Di Magelang, Jangan Keluar Rumah Lebih dari Jam 9 Malam, Pokoknya Jangan!

Di Magelang, Jangan Keluar Rumah Lebih dari Jam 9 Malam, Pokoknya Jangan!

13 November 2023
Pekalongan Diciptakan Tuhan untuk kamu yang Suka Tersenyum (Pexels)

Tuhan Menciptakan Pekalongan untuk Kamu yang Lebih Suka Tersenyum ketimbang Membenci

21 Januari 2025
Derita Tinggal di Bantarkawung, Kecamatan Pinggiran Kabupaten Brebes yang Dianaktirikan Pemkab (mojok.co)

Derita Tinggal di Bantarkawung, Pinggiran Kabupaten Brebes yang Dianaktirikan Pemkab

25 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.