Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ironi Kabupaten Blora: Menerima Mie Gacoan dengan Tangan Terbuka, tapi Mati-matian Menolak UNY, Lebih Penting Hiburan ketimbang Pendidikan!

Arrayyan Mukti Rahardian oleh Arrayyan Mukti Rahardian
18 Mei 2025
A A
Ironi Kabupaten Blora: Menerima Mie Gacoan dengan Tangan Terbuka, tapi Mati-matian Menolak UNY, Lebih Penting Hiburan ketimbang Pendidikan!

Ironi Kabupaten Blora: Menerima Mie Gacoan dengan Tangan Terbuka, tapi Mati-matian Menolak UNY, Lebih Penting Hiburan ketimbang Pendidikan!

Share on FacebookShare on Twitter

Hiburan lebih mudah diterima daripada pendidikan

Sedikit kilas balik, Blora memang sedang diguncang pembangunan sektor hiburan. Kalau mau mengingat lebih jauh dulu viral gerai es krim Mixue, kemudian baru baru ini dibangun bioskop, lalu yang terbaru Mie Gacoan. Dan semua hal ini tak terdengar selintingan, maupun kabar burung penolakan. Semua adem ayem, yang panas dan pedas cuma Mie Gacoan level 9.

Ini menimbulkan pertanyaan, sebenarnya apa yang dibutuhkan masyarakat Blora? Apakah hiburan lebih menarik daripada investasi pendidikan? Ini mengingatkan saya pada sebuah komentar pada salah satu unggahan tentang Blora yang menyebut bahwa Blora adalah daerah banyak tempat menghabiskan uang daripada mencari uang. Nah, mungkin bertolak dari sini, silakan diklasifikasikan apakah pendidikan, yang dalam hal ini pembangunan UNY, dianggap menghabiskan uang atau menghasilkan uang.

Perbedaan respons pembangunan ini menunjukkan preferensi dari masyarakat akan kebutuhan. Sedikit cerminan kondisi dimana kebutuhan perut dianggap lebih menarik daripada investasi jangka panjang di bidang pendidikan.

Mungkin saat ini kebutuhan riil seperti hiburan dan pemenuhan kebutuhan sehari hari lebih dibutuhkan, dibanding harus memusingkan keinginan mendapatkan taraf pendidikan tinggi yang dianggap kebutuhan yang lebih abstrak.

Kondisi imajiner seandainya UNY jadi dibangun di Kabupaten Blora

Namun tidak salah membuat gambaran imajiner seandainya wacana ini benar benar terwujud. Dimulai dari nama besar Jogja yang dibawa UNY apakah akan berpengaruh pada Blora. Mungkin sapaan Kota Pelajar milik Jogja tidak terlalu berpengaruh, namun saya menyediakan alternatif lain, yakni Kota Sastra. Jogja memiliki nama besar dalam skena sastra, hal ini sejalan dengan impian Bupati Blora, Arief Rohman yang mengatakan “Blora ini bisa menjadi Kota Sastra Kota dunia”, yang saya kutip dari infomuria.com.

Dari sisi lain misalnya, bayangkan kabupaten yang didapuk kabupaten tersepi di Jawa Tengah ini kedatangan ribuan orang untuk belajar. Mungkin sedikit menurunkan posisi klasemen Blora sebagai kabupaten tersepi.

Kemunculan tempat-tempat yang dekat dengan kampus kota mungkin juga marak. Walaupun di Blora sudah banyak kampus. Misalnya akan ada wilayah yang penuh dengan usaha kos-kosan. Banyak rumah warga yang dialihfungsikan menjadi sewaan kamar. Tak hanya itu, akan banyak tempat makan seperti ayam geprek kampus yang harganya 13 ribu termasuk es teh. Mungkin juga akan banyak warung makan nasi padang murah paket ayam 12 ribu, karena kalau 10 ribu rawan kena razia.

Tentunya polemik ini menjadi bahan pertimbangan para pemangku jabatan Kabupaten Blora. Melihat bahwa kabupaten tersepi ini nyatanya memiliki kompleksitas yang jauh lebih njlimet dibalik kesunyiannya. Hal ini bukan sekedar pro kontra, lebih dari itu yang sebenarnya tujuannya sama, yakni kemajuan Blora.

Baca Juga:

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

Saya Tidak Pernah Merasa Bangga Kuliah di UIN Jogja, tapi Kampus Ini Sama Sekali Tidak Layak Dicela

Sebagai perantau, berharap adalah salah satu metode penantian yang berpotensi sia-sia. Tapi, apa lagi yang bisa dilakukan? Toh, berharap itu gratis, dan kadang, realistis.

Penulis: Arrayyan Mukti Rahardian
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Blora, Kabupaten Kecil yang Sulit Menghargai Tokoh-tokoh Penting Daerahnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 19 Mei 2025 oleh

Tags: cepukabupaten bloramie gacoanUNY
Arrayyan Mukti Rahardian

Arrayyan Mukti Rahardian

Penjaga kewarasan yang bersahaja. Memilih jalan hidup yang tenang: mengurai pikiran lewat tulisan, memperluas dunia lewat bacaan, dan memulihkan jiwa melalui tidur yang nyenyak

ArtikelTerkait

Mie Djoetek, Kober, dan Gacoan: Kuliner Mie Pedas yang Masih Rebutan Takhta di Kediri

Mie Djoetek, Kober, dan Gacoan: Kuliner Mie Pedas yang Masih Rebutan Takhta di Kediri

6 November 2023
Blora, Kabupaten Kecil yang Sulit Menghargai Tokohnya

Blora, Kabupaten Kecil yang Sulit Menghargai Tokoh-tokoh Penting Daerahnya

21 Januari 2025
Blora, Kabupaten Kecil yang Dirusak oleh Kelakuan Bodoh Ormas (Wikimedia)

Blora, Kabupaten Kecil yang Dirusak oleh 3 Kelakuan Bodoh Ormas, Bikin Malu dan Menyusahkan Masyarakat Waras Lainya

24 Juli 2025
Plaza UNY Tempat Belanja yang Paling Memahami Mahasiswa Jogja, Melebihi Mirota dan Pamela Mojok.co

Plaza UNY Tempat Belanja yang Paling Memahami Mahasiswa Jogja, Melebihi Mirota dan Pamela

7 Juli 2024
Lampu Merah Simpang 5 UNY Samirono Jogja Nggak Guna, Lalu Lintasnya Masih Ruwet Mojok.co

Lampu Merah Simpang 5 UNY Samirono Jogja Nggak Guna, Lalu Lintasnya Masih Ruwet

9 Juli 2025
Rahasia Mie Gacoan Tetap Eksis di Tengah Gempuran Makanan Viral yang Gulung Tikar

Rahasia Mie Gacoan Tetap Eksis di Tengah Gempuran Makanan Viral yang Gulung Tikar

7 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026
Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

19 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • 5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 
  • Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik dari Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” yang Menyiksa
  • Honda Scoopy yang Katanya Motor Busuk tapi Laris karena Modal Tampang Bikin Konsumen Setia Honda Merasa Sangat Kecewa
  • Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang
  • Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’
  • Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.