Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ironi Bangkalan Madura: Miskin Kotanya, Sejahtera Pejabatnya

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
20 Maret 2024
A A
Bangkalan Madura Adalah Pilihan Paling Tidak Rasional untuk Menempuh Pendidikan Tinggi, Bukannya Belajar Malah Jadi Kader Partai UTM

Bangkalan Madura Adalah Pilihan Paling Tidak Rasional untuk Menempuh Pendidikan Tinggi, Bukannya Belajar Malah Jadi Kader Partai (Ilham Hadi Prayogo via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Miskin Kotanya, Sejahtera Pejabatnya. Saya rasa kalimat tersebut sangat cocok untuk dijadikan tagline Kabupaten Bangkalan Madura. Sebab meskipun masuk kategori sebagai kabupaten miskin, pejabat pemerintah di sini tidak sungkan menghambur-hamburkan anggaran. Layaknya rezeki yang bisa dicari, anggaran di kabupaten ini juga bisa dicari-cari. Yang terpenting ada program, anggaran dicairkan, bisa dapat uang makan, ambil ceperan, berguna nggaknya masalah belakangan. Itu menurut saya.

Saya rasa apa yang saya katakan tidak hanya dipikirkan oleh saya, tapi juga teman-teman saya. Guyonan “Saya Cinta Bangkalan, Tapi Nggak Pejabatnya” sering sekali saya dengar. Hal ini membuktikan bahwa kinerja pemerintah kabupaten ini belum bisa memuaskan warganya. Saya pun tidak menyangkal, memang banyak program pemerintah yang menelan miliaran rupiah, tapi tidak ada dampaknya sama sekali, selain menghabiskan anggaran itu sendiri.

ADVERTISEMENT

Gedung-gedung tak berfaedah di Bangkalan

Saya heran, kenapa pemerintah Bangkalan lebih memilih membangun gedung-gedung unfaedah daripada fokus memperbaiki gedung SD yang banyak rusak. Gedung-gedung yang dibangun pun menelan banyak anggaran, tapi ketika selesai hanya dibiarkan.

Misalnya gedung IKM Center di pintu masuk Suramadu. Meskipun pembangunannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN, tetap saja bangunan ini saya rasa hanya buang-buang anggaran. Sebab, pembangunan yang menelan Rp75 miliar ini masih terlihat sepi, padahal sudah dibuka sejak Agustus tahun lalu. Ketika siang hari lokasi dengan luas 6 hektar ini terlihat panas dan gersang, ketika malam pun terlihat kosong dan angker. Sangat tidak menarik untuk dikunjungi.

Contoh lainnya adalah Pasar Palawija Tanah Merah. Salah satu pasar tradisional terbesar di Bangkalan Madura ini dibangun pada  2019 dengan anggaran Rp25 miliar. Tapi sampai saat ini, gedung megah yang sudah rampung tersebut belum bisa digunakan. Bahkan, kemacetan sebagai alasan pembangunannya juga tidak teratasi. Jalan di Pasar Tanah Merah tetap macet. Bahkan, Sabtu kemarin saya harus mematung selama 1 jam karena macet.

Anggaran sudah dihabiskan, tapi gedungnya nggak terpakai. Apalagi kalau nggak disebut buang-buang?

Agenda duta-dutaan elit, tapi kontribusi sulit

Selain bikin gedung unfaedah, agenda duta-dutaan juga hanya jadi ajang buang-buang anggaran di Bangkalan Madura. Salah satu pemilihan duta yang paling terkenal adalah pemilihan duta wisata. Di Bangkalan Madura disebut dengan Kacong Jebbing Bangkalan. Tapi, agenda tersebut agaknya hanya jadi agenda tahunan untuk menghabiskan anggaran saja. Sebab, kontribusi agenda ini kurang berdampak positif bagi Bangkalan. Ya, hanya adu kecantikan dan kepintaran saja. Buktinya, bertahun-tahun dilaksanakan, Bangkalan Madura yang terkenal hanya buruk-buruknya saja, termasuk pariwisata yang jadi kewajiban mereka.

Baca halaman selanjutnya

Baca Juga:

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

Duta Genre Bangkalan? Apa lagi ini?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 Maret 2024 oleh

Tags: anggaran daerahanggaran rapat pejabatbangkalan maduraKemiskinanmadura
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Menguak Alasan Orang Madura Selalu Teleponan Saat Jualan Mojok.co

Menguak Alasan Orang Madura Selalu Teleponan Saat Jualan

1 Mei 2024
nadin amizah orang miskin empati kemiskinan orang miskin mojok

Orang Miskin: Dimanfaatin Bule, Disepelekan Musisi Edgy

20 Januari 2021
Nestapa Tinggal di Desa Montorna Sumenep

Nestapa Tinggal di Desa Montorna Sumenep

18 April 2023
Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Sini Mojok.co

Jangankan Pendatang, Saya Warga Bangkalan Madura Aja Kapok Hidup di Kabupaten Tertinggal Ini

17 Januari 2024
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Dilema Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

24 Januari 2024
Benarkah Orang Madura Tidak Bisa Kesurupan?

Benarkah Orang Madura Tidak Bisa Kesurupan?

12 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.