Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ibadah Haji dan Waiting List yang Semakin Panjang

Nanang Priyana oleh Nanang Priyana
21 Oktober 2019
A A
ibadah haji

ibadah haji

Share on FacebookShare on Twitter

Panggilan Haji

Ibadah haji adalah bagian dari Rukun Islam. Namun ibadah ini punya keistimewaan bagi umat Islam. Bahkan karena ibadah haji merupakan Rukun Islam yang kelima, dianggap sebagai puncak kesempurnaan sebagai seorang muslim. Seorang muslim masih merasa belum sempurna kalau belum menunaikan ibadah haji.

Maka tak heran banyak yang bermimpi dan berusaha dengan keras untuk melakukan ibadah yang satu ini. Kita pernah mendengar ada orang yang menabung selama puluhan tahun untuk bisa menunaikan haji. Kita juga sering mendengar istilah Haji “Wahyu” atau Haji Sawahe Payu (sawahnya laku). Artinya orang yang rela menjual sawahnya, yang merupakan sumber penghidupan untuk dapat menunaikan ibadah haji.

Kita sering membaca kisah heroik untuk bisa menunaikan ibadah haji. Kisah Veteran berusia 91 tahun yang bekerja sebagai penjaga makam di Desa Gumelar Lor Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas Jawa Tengah yang harus menabung 30-an tahun untuk bisa beribadah haji. Beliau mendaftar haji tahun 2011 dan akhirnya berangkat menunaikan ibadah haji tahun 2018.

Demikian juga perjuangan nenek penjual tempe asal Bumijawa RT06/RW01 Bojong Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Nenek bernama Tarunah itu lebih dari 20 tahun menabung dari hasil usahanya untuk bisa menunaikan ibadah haji. Cita-citanya terwujud pada tahun 2018. Tak beda dengan kisah Sukartini (63) yang bisa berangkat haji tahun 2018 setelah menabung puluhan tahun dari hasil berjualan Tahu Lontong. Penjual Tahu Lontong yang tiggal di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur harus bekerja keras menghidupi keluarganya karena posisi sebagai janda beranak tiga.

Keputusan kami—saya dan istri—untuk menunaikan ibadah haji berlangsung sangat spontan. Tidak direncanakan beberapa tahun atau bulan. Betul-betul spontan dalam hitungan jam atau bahkan menit. Pada tahun 2011 terjadi perubahan kebijakan di perusahaan tempat saya bekerja. Mulai tahun 2011 perusahaan menyediakan mobil untuk operasional pekerjaan. Akibatnya di rumah ada dua mobil. Persoalan utama adalah kapasitas garasi rumah saya yang tidak memadai. Dalam jangka pendek memang ada jalan keluar yakni menggunakan halaman masjid di belakang rumah sebagai garasi. Tapi penyelesaian itu tentu saja tidak bisa permanen.

Sempat muncul ide untuk menitipkan mobil tersebut di perusahaan rental. Kebetulan ada beberapa teman yang mengelola usaha rental. Tapi setelah mempertimbangkan terutama resiko dari menitipkan mobil tersebut di perusahaan rental. Pertimbangan lain adalah prinsip kita melakukan sesuatu secara serius dan tidak suka melakukan sesuatu sebagai kegiatan sampingan. Akhirnya kami memutuskan untuk menjual saja mobil tersebut. Dan dalam waktu kurang dari dua minggu mobil tersebut terjual.

Persoalan kemudian muncul. Uang hasil penjualan mobil tersebut akan digunakan untuk apa. Pertanyaan ini tidak pernah kami pikirkan sebelumnya. Muncul beberapa alternatif seperti renovasi rumah, investasi properti, investasi di sektor keuangan, dan lain lain. Tapi kami tidak mencapai kesepakatan untuk apa hasil penjualan mobil tersebut. Tiba-tiba secara spontan muncul ide untuk membayar setoran awal BPIH bagi kami berdua. Ide itu secara cepat dalam hitungan menit mencapai kesepakatan. Alhamdulillah.

Baca Juga:

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

Waiting List yang Semakin Panjang

Perjuangan untuk menunaiakan ibadah haji semakin berat. Memiliki uang untuk membayar Biaya Penyelenggarakan Ibadah Haji (BPIH) belum jaminan untuk bisa menunaikan ibadah haji. Begitu bisa membayar setoran awal BPIH sebesar Rp 25.000.000,- dari hasil kerja keras dan ketabahan, belum bisa segera menunaikan haji. Masih dibutuhkan kesabaran untuk menunggu waktu menunaikan ibadah haji.

ADVERTISEMENT

Setelah membayar BPIH masih harus sabar menunggu waktu untuk menunaikan ibadah haji. Jumlah jamaah haji yang bisa menunaikan ibadah haji setiap tahun dibatasi dengan kuota. Kuota ditentukan dari 1 permil atau 1 dari seribu) penduduk muslim suatu negara. Kebijakan pembatasan ini bertujuan agar menjamin kenyamanan jamaah haji dalam pelaksanaan ibadah karena keterbatasan fasilitas yang tersedia.

Ketika kami mendaftar haji dengan membayar setoran awal BPIH pada tahun 2019, menurut daftar antriannya sudah tahun 2019. Ketika pada tahun 2013-2017 pemerintah Kerajaan Arab Saudi menurunkan kuota haji 20% sebagai akibat pembangunan di Masjidil Haram daftar antrian kami sempat turun menjadi tahun 2020. Alhamdulillah sejak tahun 2019 kuota jamaah haji Indonesia kembali 100% dan mendapatkan tambahan kuota 10.000 sehingga daftar antrian kami kembali naik tahun 2019. Jadi kami harus menunggu selama 8 tahun.

Saat ini masa tunggu sudah semakin panjang. Berdasarkan laman Kemenag.

https://www.instagram.com/p/BtvfNHPhXLA/

Ada dua faktor yang membuat antrian calon jamaah haji semakin panjang. Faktor pertama adalah meningkatnya kesadaran beragama di kalangan umat Islam. Sebenarnya fenomena seperti terjadi pada semua agama. Perkembangan kehidupan yang semakin kompetitif membuat kebutuhan akan agama semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan bertambahnya pembangunan rumah ibadah. Di kalangan umat Islam gejala ini sangat terasa. Masjid atau musala bermunculan bukan hanya di permukiman tetapi juga di fasilitas umum seperti bandara, stasiun, terminal, mal, tempat wisata atau perkantoran. Bertambahnya pembangunan rumah ibadah ini adalah bukti bahwa kesadaran umat beragama untuk mengamalkan ajaran agamannya menngkat. Setidaknya mengamalkan ajaran agama secara ritual.

Faktor kedua meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Pembangunan ekonomi yang dilakukan telah secara nyata meningkatkan pendapatan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan warganya. Meningkatnya kesejahteraan dapat dilihat dari indikator PDB perkapita.

Panggilan haji dan juga waiting list yang semakin panjang membuat ibadah haji membutuhkan kesabaran hingga waktunya tiba. Selama masa penungguan maka tidak ada salahnya kita saling introspeksi dan memperbaiki ibadah sebagai persiapan untuk nantinya di tanah suci. Tentang iman manusia yang sering kali pasang surut, maka bijaklah kiranya kita untuk mengambil hikmah dari keadaan ini. Semoga. (*)

BACA JUGA Impian Masa Kecil Saya Hancur Seketika Setelah Ngerasain Naik Mitsubishi Lancer Evolution atau tulisan Nanang Priyana lainnya.

ADVERTISEMENT

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2019 oleh

Tags: daftar rungguibadah hajiMenabungwaiting list
Nanang Priyana

Nanang Priyana

ArtikelTerkait

Cara-cara yang Bisa Diterapkan Mahasiswa yang Kesulitan Menabung, Agak Aneh tapi Berhasil Mojok.co

5 Cara yang Bisa Diterapkan Mahasiswa yang Kesulitan Menabung, Agak Aneh tapi Berhasil

13 Agustus 2024
Ini Tips Investasi Saham yang Saya Perhatikan sebagai Investor Awam

Ini Tips Investasi Saham yang Saya Perhatikan sebagai Investor Awam

7 Februari 2022
YOLO Sekarang, Menangis Kemudian: Anak Muda Tanpa Privilese Jangan Coba-coba Gaya Hidup Ini! Mojok.co

YOLO Sekarang, Menangis Kemudian: Anak Muda Tanpa Privilese Jangan Coba-coba Gaya Hidup Ini!

17 Mei 2024
Ayam Goreng ALBAIK, Kuliner Kecintaan Jemaah Indonesia di Arab Saudi Terminal Mojok

Ayam Goreng ALBAIK, Kuliner Kecintaan Jemaah Indonesia di Arab Saudi

20 Desember 2022
6 Alasan Saya Lebih Memilih Investasi Reksadana daripada Emas Mojok.co

6 Alasan Saya Lebih Memilih Investasi Reksadana daripada Emas

14 Agustus 2024
Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di 'Monthly Magazine Home' terminal mojok

Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di ‘Monthly Magazine Home’

15 Juli 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026
Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

Memangnya kenapa kalau orang kabupaten minta gaji tinggi? Nggak boleh gitu mereka sejahtera?

16 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.