Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hyundai Ioniq Memang Keren, tapi Nggak Keren-Keren Amat

Rafie Mohammad oleh Rafie Mohammad
29 Januari 2020
A A
Hyundai Ioniq Memang Keren, tapi Nggak Keren-Keren Amat
Share on FacebookShare on Twitter

Awal tahun 2020 ini industri otomotif Indonesia dikejutkan oleh manuver duo pabrikan asal Korea Selatan, yaitu KIA dan Hyundai. KIA meluncurkan Seltos, SUV kompak bermodel crossover yang lumayan ciamik. Akan tetapi, manuver Hyundai lebih mengagetkan lagi. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Hyundai meluncurkan sebuah mobil yang bersistem full-electric alias bertenaga listrik yang diberi nama Hyundai Ioniq Electric.

Kehadirannya sama sekali tidak terduga, karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda bahwa prinsipal Hyundai Indonesia akan meluncurkan mobil full-electric. Hal ini berbeda dari Nissan Leaf, yang fafifu tak kunjung dirilis di Indonesia padahal kabar burungnya sudah lama tersebar. Kebijakan ini sekaligus melangkahi pabrikan-pabrikan Jepang yang masih sebatas merilis mobil hybrid, seperti Mitsubishi Outlander PHEV maupun seri hybrid dari Toyota. Ini menjadi fenomena yang unik, karena Hyundai Indonesia sendiri malah belum pernah merilis mobil hybrid.

Ioniq juga menjadi mobil full-electric kedua yang dijual resmi oleh Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) di Indonesia setelah BMW i3s. Sebagai catatan, mobil-mobil Tesla masuk ke Indonesia melalui Importir Umum (IU), bukan ATPM.

Mobil listrik? Mesti mahal!

Jangan buru-buru ngegas, banderol off the road Ioniq saat diluncurkan hanya sebesar 569 juta rupiah. Yaaa nggak murah juga sih, tetapi harga ini hanya setengah dari BMW i3s maupun Tesla yang dijual IU. Faktanya, Ioniq adalah mobil full-electric termurah di Indonesia, sekaligus satu-satunya mobil full-electric dengan banderol di bawah satu miliar rupiah. Oleh sebab itu, sebagian orang menganggapnya “mobil listrik merakyat”. Apalagi Ioniq juga sudah dijadikan armada taksi online, sangat merakyat sudah~

Lalu apakah mobil lisrik termurah ini murahan? Surprisingly, sama sekali tidak. Ioniq sudah memiliki berbagai fitur kekinian, seperti sistem multimedia layar sentuh, interior berlapis kulit, mode berkendara, tujuh buah airbag, hingga stability control dan cruise control. Mobil ini memang belum dilengkapi dengan sunroof, tapi kekurangan ini masih bisa ditoleransi.

Desain eksterior dan interiornya relatif “normal” dan tidak terlalu nyeleneh dan futuristik seperti mobil listrik keluaran BMW atau Tesla, tetapi hal ini justru membuat kita relatif merasa nyaman dan tidak kagok saat melihatnya. Mobil berdesain liftback ini juga memiliki tenaga dan torsi yang tidak malu-maluin, meski tidak bisa dibilang besar juga. Bisa dibilang mobil ini cukup revolusioner mengingat harganya yang murah untuk ukuran mobil listrik, tetapi tidak murahan.

Akan tetapi, nyatanya Ioniq tidak sekeren itu. Lalu apa masalahnya? Sebenarnya, masalah ini serupa dengan yang dihadapi mobil full-electric lainnya.

Baca Juga:

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

Masalah pertama adalah mobil listrik tidak memiliki sensasi yang sama seperti mobil biasa. Memang mobil listrik memiliki akselerasi yang sangat kencang berkat torsi yang merata sejak 0 rpm, tetapi bagaimana dengan sensasi deru mesin di putaran tinggi? Bagaimana dengan tarikan tenaga dan merdunya desingan turbocharger? Tidak ada lagi gerungan suara dari knalpot racing Toyota Agya.

Mobil listrik juga sangat senyap, tidak seperti mobil biasa. Di satu sisi, hal ini memang sangat nyaman. Bayangkan saja, di suatu senja ditemani kopi dan lagu indie Anda duduk dan menikmati perjalanan dengan tenang, tanpa gangguan dari suara mesin yang menderu. Akan tetapi, kesenyapan ini tidak selalu menyenangkan.

Berbagai penelitian telah menyebutkan bahwa mobil listrik lebih berpotensi menabrak pejalan kaki. Hal ini dikarenakan mobil listrik tidak menimbulkan suara seperti mobil biasa, sehingga sering kali pejalan kaki tidak menyadari jika ada mobil yang mendekat. Oleh sebab itu, beberapa mobil yang dapat beroperasi full-electric mengakalinya dengan memasang sound system yang menirukan suara mesin. Akan tetapi, mayoritas mobil listrik (termasuk Ioniq) tidak dilengkapi dengan sistem semacam itu.

Lagipula bagaimana ya, apakah zaman sekarang memang penuh hoaks, sampai-sampai suara mesin saja dipalsukan? 🙁

Masalah berikutnya adalah terkait jarak tempuh mobil. Dalam keadaan baterai terisi penuh, mobil ini dapat berjalan sejauh 373 kilometer sebelum kehabisan daya dan perlu di-charge kembali. Biaya pengisiannya sih murah, katanya dapat mencapai sekitar ¼ harga isi bensin.

Masalahnya pengisian dayanya paling cepat memakan waktu sekitar satu jam. Itu pun jika menggunakan stasiun fast charging yang keberadaannya masih sangat minim (bahkan di Jakarta sekalipun). Jika menggunakan daya listrik standar, pengisiannya dapat memakan waktu lebih dari enam jam.

Memang sih, untuk berkendara di dalam kota jarak tempuh segitu sangat mencukupi. Siang hari dikendarai, malam hari di-charge. Akan tetapi, bagaimana jika berkendara ke luar kota dan kehabisan daya di tengah jalan? Nunggu charging enam jam di Indomaret gitu?Yo wegah mbahhh!

Lebih baik naik Honda Brio saja, jika kehabisan bensin tinggal mampir pom bensin atau penjual bensin eceran. 10 menit kelar, tinggal ngeng~

Selain itu, seperti ponsel, baterai mobil listrik juga memiliki lifetime tertentu. Beberapa pabrikan mengklaim jika lifetime baterai mobil listrik dapat mencapai sepuluh tahun atau lebih. Akan tetapi, hal itu tentunya tergantung kembali kepada kualitas baterai dan cara penggunaan.

Masalahnya, kapasitas baterai mobil listrik berkali-kali lipat dari baterai ponsel. Tidak heran jika harganya dapat mencapai ratusan juta rupiah, sama sekali tidak murah. Remuk mas remukkk.

Kesimpulannya, kebijakan Hyundai Indonesia merilis Ioniq Electric adalah langkah yang berani. Mobil ini memang memiliki desain ciamik, fitur berlimpah, dan mesin listrik yang cukup mumpuni. Akan tetapi, meski Ioniq adalah mobil listrik termurah se-Indonesia raya, mobil ini tetap saja tidak merakyat.

Mobil ini cocok bagi Anda yang sudah punya mobil lain untuk dipekerjakan, atau hanya mencari mobil untuk berkendara di perkotaan. Anda juga harus menyiapkan isi dompet Anda untuk mengganti baterai mobilnya setelah sekian tahun, agar tidak menimbulkan serangan jantung mendadak. Singkatnya, mobil ini diperuntukkan bagi Anda yang sudah cukup kaya, atau setidaknya merasa kaya.

Selain itu, pengendara Ioniq (dan juga mobil listrik lainnya) harus dapat menoleransi hilangnya sensasi mesin internal combustion yang disukai para petrolhead. Mereka juga mesti lebih mengantisipasi potensi-potensi kecelakaan akibat kesenyapan mobil. Sebenarnya bukan masalah besar sih~

Sebaliknya, bagi Anda yang mencari satu mobil untuk segala kebutuhan atau isi kantongnya terbatas, lebih baik jangan membeli Hyundai Ioniq. Saran saya, beli mobil yang biasa-biasa saja. Bukan salah produknya sih, kita saja yang harus sadar diri kalo masih menjadi bagian dari sobat misqueen. Huhu~

BACA JUGA Cegah Pengemplang, Sudah Saatnya Pajak Kendaraan Disatuin dengan Harganya atau tulisan Rafie Mohammad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2020 oleh

Tags: hyundaiioniqmobilmobil listrik
Rafie Mohammad

Rafie Mohammad

ArtikelTerkait

Hyundai dan Visi Besar Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik mojok.co

Hyundai dan Visi Besar Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik

26 Oktober 2021
Menggoyang-goyang Kendaraan Saat Isi BBM Itu Nggak Ada Manfaatnya, Berbahaya Malah! Mojok.co

Menggoyang-goyang Kendaraan Saat Isi BBM Itu Nggak Ada Manfaatnya, Berbahaya Malah!

23 November 2023
Happy Family: Stiker Mobil Paling Nirfaedah

Happy Family: Stiker Mobil Paling Nirfaedah

11 Juli 2022
Kursus Mengemudi Mobil Matic Itu Aneh

Ketahui 3 Hal Ini Sebelum Memilih Tempat Kursus Mengemudi

6 Oktober 2022
mobil listrik pemanasan global mojok

Mobil Listrik Nggak Bakal Nyelamatin Dunia dari Pemanasan Global

15 September 2021
Keluh Kesah Mobil Warna Hitam. Si Cakep yang Ternyata Ribet

Keluh Kesah Mobil Warna Hitam. Si Cakep yang Ternyata Ribet

19 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated (Unsplash)

7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated: Kombinasi Rasa yang Memanjakan Lidah dan Semua Cocok Jadi Buah Tangan

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.