Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hunter x Hunter: Anime yang Menabrak Tabu dan Menyingkirkan Klise

Fadlir Nyarmi Rahman oleh Fadlir Nyarmi Rahman
2 Oktober 2020
A A
Hunter x Hunter: Anime yang Menabrak Tabu dan Menyingkirkan Klise gon killua anime terbaik terminal mojok.co

Hunter x Hunter: Anime yang Menabrak Tabu dan Menyingkirkan Klise gon killua anime terbaik terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai wibu amatir, saya mulai rajin menonton serial anime. Saya menemukan banyak anime bagus dengan segenap keunikannya. Namun ada beberapa daya tarik yang hanya saya temukan saat menonton Hunter x Hunter: menabrak tabu dan meminimalisir klise.

Serial anime ini diadaptasi dari manga dengan judul yang sama karangan Yoshihiro Togashi sejak 1999. Kemudian anime ini mengalami hiatus panjang dan dirilis ulang pada 2011 oleh studio Madhouse.

Namun pada 2014, setelah mendapat 148 episode, anime ini mengalami libur panjang lagi hingga sekarang. Meski begitu, saya akan memberi penjelasan mengapa kalian harus menontonnya.

Anime ini bercerita tentang Gon, bocah 12 tahun yang ingin mengikuti jejak ayahnya, Ging. Gon terobsesi pada ayahnya, yang ia kira sudah meninggal. Namun, ternyata sang ayah “hanya” meninggalkannya saat masih bayi untuk menjalani profesi sebagai hunter.

Walau dititipkan ke bibinya, Gon tidak merasa ditelantarkan. Ia malah menghormati keputusan ayahnya untuk mencapai impian menemukan tempat-tempat bersejarah di seluruh dunia.

Hal itu menjadi salah satu daya tarik anime ini. Sebab dalam norma masyarakat, orang tua yang meninggalkan anaknya demi ambisi pribadi merupakan hal tabu. Namun dengan sikap Gon itu, kita dapat melihat toleransi tahap ekstrem. Yang sekali-kali diperlukan sebagai keikhlasan dalam hidup.

Selain itu, sikap Ging juga merupakan tabu dalam kehidupan rumah tangga. Premis ini juga menabrak klise dalam pengangkatan hal tabu dalam suatu karya. Padahal, hal tabu yang diangkat dalam kisah rumah tangga biasanya hanya seputar masalah seks, keuangan, dan perselingkuhan.

Hunter dalam serial Hunter x Hunter adalah profesi pemburu dalam hal apapun (tempat bersejarah, hewan langka, pelaku kriminal, dll) yang memiliki lisensi dari Asosiasi Hunter. Lisensi tersebut  didapat setelah mengikuti proses seleksi yang ketat. Bahkan hanya 1 dari 1000 orang yang bisa lulus. Namun, Gon, di usianya yang belia mampu lulus dari ujian itu.

Baca Juga:

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Anime Genre Isekai Isinya Gitu-gitu Aja, kalau Nggak Ketabrak Truk, ya Isinya Harem

Dalam ujian itu, Gon bertemu dengan 3 orang yang akhirnya menjadi sahabatnya: Killua, Kurapika, dan Leorio. Meski baru bertemu saat ujian hunter, eratnya persahabatan mereka bukan isapan jempol belaka.

Contohnya, saat Killua dalam tekanan dan disiksa keluarganya karena mengikuti ujian itu, mereka bertiga menyambangi rumahnya untuk memberikan support. Menurut keluarga Killua, yang merupakan keluarga pembunuh bayaran itu, pertemanan hanyalah batu sandungan.

Untung saja, mereka mampu meyakinkan ikatan persahabatannya sehingga berhasil membawa Killua keluar dari rumah, meninggalkan kekangan keluarganya.

Sayangnya, mereka harus berpisah mencapai tujuan masing-masing di tengah jalan. Kurapika mencari kelompok yang membantai sukunya. Leorio melanjutkan sekolah kedokteran. Kemudian hanya tersisa Gon yang berambisi menemukan ayahnya dengan ditemani Killua. Singkat cerita, persahabatan kedua bocah itu makin erat. Mereka sama-sama berlatih untuk menjadi lebih kuat lagi.

Persahabatan antarbocah, yang dalam dunia nyata nyaris tak ada, mampu menunjukkan solidaritas tanpa pamrih kepada teman. Kepolosan seorang bocah yang sudah mampu berpikir jernih terkandung di dalamnya.

Dari kepolosan itu pula, mereka menunjukkan sikap kekanak-kanakan yang tidak terlampau konyol dan memaksa lucu. Pas sekali sebagai cerminan dalam menjalin pertemanan bagi orang dewasa, yang kadang masih ada pamrihnya.

Selain persahabatan, ada juga unsur seram di dalamnya. Setiap arc—yang terdiri dari total 6 arc—mampu menunjukkan kengerian secara mendalam. Disiratkan bahwa pembunuhan dan kematian merupakan sebuah tragedi belaka yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Dengan episode pertama yang memperlihatkan Gon sedang memancing, saya nggak bisa mengira bahwa anime ini juga memuat unsur yang begitu “gelap” di episode-episode selanjutnya. Yang juga membuat saya berpikir bahwa perpaduan kepolosan bocah dan darah adalah narasi yang benar-benar brilian, jauh dari kata klise.

Yang menarik lagi dari anime ini, yaitu nggak adanya kepastian menang di setiap pertarungan yang Gon hadapi. Di anime lain, dengan sangat jelas tokoh protagonis selalu akan menang pada akhirnya. Namun tidak demikian dengan Gon sebagai lakon utamanya. Ada semacam kekhawatiran saat melihat ia bertarung. Penonton seolah-olah dibawa untuk merasa kasihan kepadanya.

Dalam beberapa pertarungan di awal cerita, Gon memang dapat menang dengan mudah dan terkesan over power. Namun, di beberapa pertarungan lain, ia harus menerima kekalahan telak bahkan hampir mati. Kekacauan ini kemudian akan dibereskan sisanya oleh Killua. Hal ini mendorong Killua lebih populer bagi penonton dibandingkan Gon.

Namun, yang paling membuat saya sangat kagum dengan Hunte x Hunter adalah kompleksitas karakter yang ditampilkan dengan sangat baik. Tak kentara ada hitam-putih, baik-jahat. Setiap karakter memiliki hitam sekaligus putih, bahkan Gon dan Killua sebagai tokoh protagonis pun punya sisi lain.

Kompleksitas itu diperlihatkan dengan mengalir apa adanya, tanpa terkesan memaksakan melalui flashback latar belakang tokoh di masa lalu (kayak Naruto wqwqwq~) sehingga plot cerita tersusun dengan rapi dan enak untuk ditonton.

Jika tokoh terkesan jahat, nanti ada scene yang menunjukan sisi kelembutan tokoh. Jika ada tokoh yang baik, nanti akan ditunjukkan pula sisi gelapnya. Hal ini dapat dilihat pada karakter Killua yang humble, lucu, keren, namun sesekali juga ditunjukkan kebengisannya dalam menghabisi musuh. Bahkan, Gon yang terkesan baik dan lugu, pernah sekali waktu terus mendaratkan pukulan pada musuhnya yang sudah mati.

Menurut saya, semua daya tarik di atas merupakan keunikan yang tak saya temukan di anime lain yang pernah saya tonton: Attack on Titan, One Piece, Naruto Shippuden, Sword Art online, Kimetsu No Yaiba, dll. Seakan-akan anime ini hadir sebagai penawar kebosanan.

Sebab, tidak dimuatnya klise dan nilai moral mainstream itulah yang membuat Hunter x Hunter lebih menarik. Apalagi jika dibandingkan dengan produk industri hiburan dalam negeri. Tabu dalam masyarakat selalu dianggap riskan untuk diangkat sehingga yang tersisa hanya klise. Padahal jika berani, hal tersebut dapat menjadi inovasi dan memberi warna baru di tontonan masyarakat kita.

BACA JUGA Lupakan Kinerja Terawan, Mari Kita Bahas Gelar Beliau dan tulisan Fadlir Rahman lainnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2020 oleh

Tags: animerekomendasi anime
Fadlir Nyarmi Rahman

Fadlir Nyarmi Rahman

Seorang radiografer yang sedikit menulis, lebih banyak menggulir lini masa medsosnya. Bisa ditemui di IG dan Twitter @fadlirnyarmir.

ArtikelTerkait

anime

Mencari Falsafah Hidup dari Film Anime

23 Agustus 2019
3 AnimAlasan Orang Lebih Memilih Nonton di Rumah Daripada di Bioskope Thriller yang Sebaiknya Nggak Ditonton sambil Makan terminal mojok.co

3 Anime Thriller yang Sebaiknya Nggak Ditonton sambil Makan

22 Desember 2020
FanFiksi: Sarana Mencurahkan Kehaluan dan Menyulut Pertikaian Para Penggemar Fiksi

Fanfiksi: Sarana Mencurahkan Kehaluan dan Menyulut Pertikaian Para Penggemar Fiksi

1 November 2019
Anime 'Deca-Dence' Menggambarkan Perlunya Revolusi di Tengah Tatanan 'Ideal' terminal mojok.co

Anime ‘Deca-Dence’ Menggambarkan Perlunya Revolusi di Tengah Tatanan Ideal

5 November 2020
Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime terminal mojok.co

4 Hal yang Paling Sering Bikin Kaum Wibu Ribut

7 Maret 2021
Saya Mantap Menunggu Seluruh Episode Tamat Dulu Sebelum Nonton Anime terminal mojok.co

Saya Mantap Menunggu Seluruh Episode Tamat Dulu Sebelum Nonton Anime

29 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya
  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.