Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Honda Win, Motor Paling Berjasa dalam Pembangunan Indonesia

Rachmat Satya Nurhidayat oleh Rachmat Satya Nurhidayat
29 Maret 2023
A A
Honda Win, Motor Paling Berjasa dalam Pembangunan Indonesia motor lawas

Honda Win (Bakhtiar Rahman/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak motor yang dianggap lekat dengan profesi atau golongan tertentu. Misal, Honda BeAt motor kaum proletar. Yamaha Xmax dianggap motor maticnya orang tajir melintir. Satria F150 dianggap motor ngabers era 2000-an, Honda Scoopy dianggap motornya anak muda klitih gahol. Tapi, menurut saya, tidak ada motor yang bisa menyaingi Honda Win dalam hal representasi.

Honda Win sering dianggap motornya pak camat atau pak lurah, seolah-olah motor ini identik dengan kendaraan dinas pemerintahan daerah. Entah kenapa motor ini yang terpilih, dibanding beberapa motor lainnya yang juga diproduksi pada tahun yang sama. Sedikit informasi, Honda Win diproduksi selama 1984 sampai 2005, terhitung cukup lama untuk sebuah eksistensi motor di Indonesia.

Honda Win yang cenderung memiliki bodi kotak-kotak dan lampu kotak ini, cukup berbeda dengan motor lainnya yang masih memberikan aksen bulat-bulat saat itu. Honda Win ini memiliki beberapa varian yang tidak terlalu banyak, ada varian standard dan semi trail. Tipe standard ini seperti yang kalian pahami dan sering berseliweran di jalan raya.

Honda Win standar menggunakan ban standar ukuran 17 inci dan spakbor depan yang lebih dekat dengan ban. Sedangkan, semi trailnya menggunakan ban depan trail 18 inci dan belakang 17 inci, dan spakbornya pun seperti trail pada umumnya, yang dipasang di segitiga dan lebih tinggi.

Warna yang mengikuti instansi dan kontribusi terhadap dunia pertanian

Warna yang melekat di body Honda Win ini awalnya hanya merah, biru, dan hitam. Tetapi, lambat laun, warna yang melekat di Honda Win ini merepresentasikan warna instansi yang memakai motor tersebut. Seperti warna oranye Kantor Pos, warna hijau punya Dinas Pertanian, dan warna coklat punya Pemprov Jawa Barat.

Gara-gara hal tersebut, beberapa pencinta Honda Win akhirnya pun melakukan restorasi yang menyesuaikan dengan asal instansi motornya, dan harganya menjadi cukup mahal karena dianggap lebih “rare” dan terkesan memiliki sejarahnya. 

Tidak hanya pada instansi, Honda Win juga berkontribusi kepada kehidupan masyarakat umum khususnya di sektor perkebunan dan pertanian, motor yang memiliki ketangguhan dan keiritan yang luar biasa. Diandalkan untuk membawa hasil kebun dan tani yang sampai Overdimensi dan Overload (ODOL) karena punya spesifikasi peredam kejut “Heavy Duty”. Hebatnya lagi, saya yang punya pengalaman membawa Honda Win menghadapi jalanan menanjak curam di daerah Cilongok, Kabupaten Banyumas. Motor ini bisa nanjak dengan santai dan kuat, padahal boncengan lho.

Motor ini memang kendaraan semua medan. Begitu kuat, begitu bertenaga. Tapi ya, jangan dipake kebut-kebutan, top speed-nya agak laen ini motor.

Baca Juga:

Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo

Nggak Masalah Dikatain kayak Tukang Galon karena Pakai Motor Honda Supra X, yang Penting Hasil Keringat Sendiri!

Suku cadang Honda Win yang mudah ditemukan

Meski motor ini usianya sudah tua, tapi bukan berarti motor ini susah dirawat. Justru ini keistimewaannya. Suku cadang motor ini masih amat mudah ditemukan. Apalagi bisa pake suku cadang motor lain, macam Honda Grand dan Supra lama (bukan Toyota Supra, tolong jokes-nya diperbarui). Bengkel-bengkel juga sering sedia suku cadang motor ini.

Maka dari itu, jika kepikiran meminang motor ini, sebenarnya nggak usah takut sama masalah umur motor ini. Sebab, ya perawatannya lumayan mudah plus bisa “diakalin”. Misal nih, takut sama umur mesin motor yang kelewat tua, bisa ganti mesin dengan mesin SND ZS190 yang memiliki 187.2 CC dan 5 percepatan yang sama-sama mesin tidur. Ya walaupun harganya masih sangat mahal, di angka 11 jutaan, tetapi dengan spesifikasi mesin yang segitu dirasa sepadan dengan yang kita dapatkan. Apalagi dengan bobot rangka dan body Honda Win yang ringan. Mungkin rasa-rasanya kita ingin terbang menggunakan mesin ini hahaha. 

Penyakit kambuhan

Tapi, meski mudah dirawat, bukan berarti motor ini nggak punya penyakit kambuhan. Beberapa kasus saya temukan banyak Honda Win yang memiliki suara mesin seperti suara dengung atau tangisan karena gigi primer yang terkikis atau aus. Selain itu, ada penyakit lainnya seperti garpu rasionya yang sering patah, yang bikin ganti giginya jadi keras dan loncat-loncat.

Sebagai penutup, sekali lagi, kalau kalian berminat untuk meminang motor ini, nggak usah ragu-ragu. Saya sudah 12 tahun memakai motor ini, dan pengalaman saya sejauh ini amat positif. Harganya pun murah. Saya beli motor ini pada 2010 seharga 1.5 juta. Sekarang sih naik drastis, di angka 10 jutaan (surat lengkap).

Nggak usah takut kehabisan barang. Banyak banget orang jual Honda Win, dan ngeluh nggak laku. Asumsi saya sih, karena supply dan demand yang kurang seimbang. Jadi nggak perlu takut kesulitan nyari motor ini lah.

Tertarik? Aku sih gas.

Penulis: Rachmat Satya Nurhidayat
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Honda Win 100, Motor Pak Lurah yang Harganya Sekarang Makin Kebangetan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: honda wininstansimotor pemerintah
Rachmat Satya Nurhidayat

Rachmat Satya Nurhidayat

Warga lokal Bekasi yang fobia warna hijau.

ArtikelTerkait

Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo

25 Oktober 2023
Motor Honda Supra X Tetap Bangga Meski Dikatain Tukang Galon (Unsplash)

Nggak Masalah Dikatain kayak Tukang Galon karena Pakai Motor Honda Supra X, yang Penting Hasil Keringat Sendiri!

2 September 2023
Honda Win, Motor Paling Berjasa dalam Pembangunan Indonesia motor lawas

Tua-tua Keladi, Inilah 5 Motor Lawas yang Harganya Melejit!

8 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

8 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.