Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Jika Diibaratkan, Honda Win 100 adalah Anak Kedua Berzodiak Capricorn: Awalnya Diremehkan, tapi Kemudian jadi Andalan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
20 Desember 2025
A A
Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu, Honda Win bisa dibeli dengan harga santai. Bahkan, sering diremehkan. Tapi sekarang, ceritanya sudah lain

Di tengah gempuran motor-motor baru dengan desain dan fitur yang makin ciamik, pesona motor lawas tak pernah benar-benar pudar. Ya memang sih, kalau soal adu mekanik dan teknologi, motor-motor keluaran lama jelas banyak kalahnya. Tapi untuk urusan kedamaian hati, motor jadul juaranya.

Coba saja tanya pada mereka yang punya motor jadul di rumahnya. Pasti mereka akan bercerita tentang perasaan damai yang tak bisa didapatkan dari NMAX, PCX, dkk, kala melihat motor tua yang sudah dicuci kinclong, terparkir di garasi rumah. Terasa nikmat aja gitu nyawangnya. Makin nikmat lagi ketika momen tersebut ditemani dengan secangkir kopi hitam plus alunan lagu favorit dari playlist Spotify. Mantap~

Salah satu nama yang selalu muncul dalam obrolan tentang motor jadul adalah Honda Win. Motor yang pernah identik dengan motore pak camat ini, pada masanya, pernah diremehkan. Tapi endingnya, doi jadi andalan juga.

Kurang diminati karena punya desain yang nggak umum

Honda Win 100 pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 1984 oleh PT Federal Motor dan diproduksi hingga 2005. Rentang waktu ini terhitung cukup lama untuk sebuah eksistensi motor di Indonesia.

Dengan desain yang cenderung kotak, motor ini tampil beda dibanding motor lain yang saat itu masih memberikan aksen bulat-bulat. Sayangnya, hal tersebut justru membuat motor inin kurang diminati karena dianggap nggak umum. Dipandang sebelah mata lah istilahnya. Udah cem anak kedua saja, kan?

Nah, popularitas motor ini baru meroket setelah diadopsi oleh kendaraan dinas pemerintah untuk berbagai instansi seperti TNI, Polri, pegawai kecamatan, kantor pos, dsb. Jadi, rasa-rasanya tidak berlebihan jika Honda Win 100 adalah motor yang paling berjasa dalam pembangunan Indonesia.

Dari motor dinas ke bestie sunmori

Honda Win lekat dengan citra motor pemerintahan bukan tanpa alasan, ya. Di masanya, motor ini dianggap paling masuk akal untuk kebutuhan dinas: irit bahan bakar, kuat dipakai harian, dan minim drama soal perawatan. Singkatnya, bagi instansi, motor ini sangat bisa diandalkan. Capricorn banget!

Baca Juga:

Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo

Pelan-pelan, motor ini pun mulai diakui keberadaannya. Meski butuh waktu yang cukup lama, pada akhirnya Honda Win mampu berganti wajah dari motor dinas yang kaku menjadi motor yang digemari oleh berbagai kalangan usia. Bahkan, semakin banyak yang menganggap kalau Honda Win adalah motor paling cakep di antara motor honda kopling jadul lainnya. Definisi cinta datang terlambat, tapi tak masalah.

Dari POV anak muda muda kemrengseng dan bergairah, bentuk Honda Win 100 ini dinilai sangat bersahabat. Mau dibiarkan standar, dia terlihat ganteng, mau dijadikan semi-tracker atau scrambler pun, semuanya masuk. Pas banget jadi kendaraan tempur untuk touring dan sunmori tipis-tipis.

Belum kalau bicara soal perawatan Honda Win 100 yang terkenal gampang. Suku cadang masih relatif mudah dicari, mesinnya sederhana, nggak rewel dan nggak bikin boncos di bahan bakar. Kata anak motor, nyium bau bensin juga jalan tuh motor. My Win My Adventure pokoknya.

Harga Honda Win ikut naik kelas

Tapi seperti biasa. Pasar otomotif nggak pernah bisa anteng. Seiring dengan makin diliriknya si Honda Win, harga dia mulai digoreng di pasaran. Dulu, Honda Win bisa dibeli dengan harga santai. Bahkan, sering diremehkan karena identik dengan motor tua bekas dinas, yang kerjanya cuma muter kantor kecamatan, kantor pos, atau polsek. Tapi sekarang? Ceritanya sudah lain. Pasar bereaksi dengan cepat. Harga Honda Win, terutama yang kondisi orisinal, mulus dan surat lengkap, beneran bisa bikin geleng-geleng.

Begitulah Honda Win 100. Motor slow burner yang tidak meledak-ledak di awal, tapi sukses menunjukkan nilainya. Lagi-lagi, ini mengingatkan saya dengan karakter anak kedua yang sering luput dari perhatian, tapi ternyata jadi andalan. Sudahlah anak kedua, zodiaknya Capricorn pula. Menyala Honda Win!

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kalau Kamu Tahu Honda WIN 100, Masa Kecilmu Orba Banget

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2025 oleh

Tags: harga honda win 100honda win 100honda win scramblemodifikasi motor honda winmotor honda win
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo

25 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.