Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Motor Honda Supra X 100: Motor Tua dengan Sejuta Kenangan, Bikin Selalu Nostalgia Saat Mengendarainya

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
27 Agustus 2023
A A
Motor Honda Supra X Renta, Rapuh, tapi Tak Ternilai Harganya! (Unsplash)

Motor Honda Supra X Renta, Rapuh, tapi Tak Ternilai Harganya! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sampai saat ini, keluarga saya setidaknya sudah memiliki tiga motor. Mereka adalah Vario Techno 125 yang biasa saya pakai, Honda Revo Fit milik bapak, dan motor Honda Supra X 100 dengan fungsi serbaguna. Yang paling spesial di antara ketiganya, tentu saja, Supra X 100. Sebagai yang paling kawak atau tua, motor yang meluncur pada 2001 itu memiliki sejuta kenangan di keluarga saya.

Motor Honda Supra X 100 dengan warna dominan hitam dan variasi merah-kuning ini sebenarnya masuk generasi kedua. Generasi pertamanya adalah Honda Astrea Supra yang meluncur pada 1997. 

Supra X 100 masuk ke pasaran pada awal milenium dan Honda sudah melengkapinya dengan rem cakram di bagian depan. Namun, meski motor yang biasa saya pakai untuk pergi ke sawah ini memberikan tampilan yang lebih modern pada masanya, kalau dipikir-pikir, bentuknya masih lebih cocok untuk “bapak-bapak” daripada kaum muda.

Motor Honda Supra X 100, motor pertama keluarga saya

Bapak saya adalah tipe orang yang kalau sudah kepincut dengan satu barang, dia akan setia dengan barang tersebut. Kecuali kalau barangnya sudah rusak, ya. Misalnya, dalam urusan handphone, dia sampai sekarang masih memakai Nokia yang dibeli pada 2010. Bahkan nomor bapak saya masih sama. Ya, meskipun beliau juga membeli Oppo untuk keperluan YouTuban, namun untuk urusan pekerjaan, Nokia masih yang terdepan.

Begitu pula dengan motor. Sependek ingatan saya, motor Honda Supra X 100 merupakan motor pertama keluarga saya dan kami masih memakainya hingga sekarang. Tentu, yang namanya sejarah dan kenangannya itu nggak main-main. 

Misalnya, saya masih ingat dulu saat bapak masih jadi sales roti. Sebelum berangkat sekolah, saya membonceng bapak dan ikut mengantarkan roti ke beberapa toko. Terkadang juga kalau ibu kebetulan nggak masak, akhirnya saya memakan roti tersebut buat sarapan.

Kemudian, yang paling terkenang lagi, masih dengan motor Honda Supra X 100 tersebut, adalah saat kami rekreasi ke kolam renang Siwarak, Ungaran, Kabupaten Semarang. Kami boncengan berempat di atas 1 motor. Saya di depan, bapak mengendarai, adik di tengah, ibu di belakang. Jalan Ungaran yang berkelok dan naik-turun membuat kami agak deg-degan waktu itu. Namun, kokohnya Supra X 100 ini untungnya masih membawa nasib baik bagi kami.

Honda, penopang ekonomi keluarga

Seperti yang sudah saya ceritakan di awal, motor Honda Supra X 100 ini merupakan kendaraan yang dulunya dipakai untuk bekerja oleh bapak. Saat menjadi sales roti, motor ini adalah kendaraan yang memiliki manfaat paling banyak. Bayangkan saja kalau nggak ada Supra X, mengayuh sepeda untuk mengantarkan roti ke beberapa toko yang jaraknya lumayan jauh tentu sangat melelahkan.

Baca Juga:

Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

Begitu pula saat bapak banting stir dari sales roti menjadi pedagang perabotan di pasar. Motor Honda Supra X 100 ini masih setia menemani bapak dalam urusan pekerjaan. Namun sayang, di akhir 2021, motor sejuta kenangan ini sakit-sakitan. Perannya kemudian digantikan oleh Revo Fit yang meluncur pada 2011 yang lalu. Namun, andil Supra X 100 sebagai penopang ekonomi keluarga nggak bisa dilupakan.

Bodi boleh rapuh, tapi Supra X masih memberi manfaat sampai sekarang

Motor Honda Supra X 100 yang keluarga saya ini sebenarnya sudah bolak-balik bengkel. Entah karena nggak bisa di-starter, ada masalah dengan aki, hingga mesin yang mengeluarkan bunyi kasar “kletek-kletek” begitu. 

Bodi motornya juga beberapa mulai rapuh. Seperti hilangnya footstep bagian belakang, jok yang sudah nggak bisa menempel erat dengan bodi, hingga kick starter yang sudah kendor.

Namun jangan salah, meski cukup memprihatinkan, tapi manfaat motor ini masih bisa kami rasakan hingga sekarang. Misalnya motor ini merupakan kendaraan utama untuk dinas ke sawah, menggotong kayu untuk keperluan dapur, bahkan kalau malam misalnya saya ingin nyari makanan ke luar atau ngopi bareng teman, saya lebih memilih menggunakan Supra X 100 itu. Gimana, ya, soalnya motor yang punya sejuta kenangan ini nggak neko-neko dan yang paling penting lagi adalah irit!

Maka, saat mengendarai motor ini pun juga saya seakan bernostalgia. Sebab, dulu, saya belajar naik motor ya pakai motor Honda Supra X ini. Saya masih ingat betul tempat latihannya di lapangan dekat kuburan Sayangan, kemudian bapak menunggu dengan melakukan jogging ringan di sebelah lapangan. Namun sayang sekali, lapangan tersebut sekarang sebagiannya sudah menjadi perumahan.

Itulah segelintir kisah keluarga saya bersama motor Honda Supra X 100. Masih banyak kisah yang nggak bisa saya ceritakan satu per satu. Untuk selalu menjaga kenangannya, kami nggak bakal menjualnya, meski ditawar dengan harga tinggi. Kenangan di setiap sudut bodinya yang renta itu tak ternilai.

Penulis: Ahmad Nadlif

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Motor Honda Revo: Simbol Ngenesnya Umat Manusia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2023 oleh

Tags: hondahonda supra xmotor hondaMotor Honda Supra Xsupra xSupra X 110
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

Honda verza 150 rangka esaf patah

Respons Honda terhadap Kasus Rangka eSAF Patah yang Amat Payah, Klarifikasi kok Bentuknya Komedi, Maksud?!

25 Agustus 2023
Motor Honda Revo Simbol Ngenesnya Umat Manusia (Unsplash)

Motor Honda Revo: Simbol Ngenesnya Umat Manusia

25 Agustus 2023
Review Honda Supra X 100 yang Berusia 20 Tahun, Motor Tua Paling Irit terminal mojok

Review Honda Supra X 100 yang Berusia 20 Tahun, Motor Tua Paling Irit

28 April 2021
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Orang Pintar Bakal Memilih Honda Stylo 160, ketimbang Vespa Matik yang Nggak Nyaman Itu

22 September 2024
Honda Mega Pro, Motor yang yang Identik dengan Bapack-bapack motor honda megapro

Saat eSAF Jadi Buah Bibir, Motor Honda MegaPro Karbu Tetap di Hati

31 Agustus 2023
Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Honda Blade 110 Generasi Kedua, Motor Bebek yang Sering Dihina, tapi Kualitasnya Tak Bisa Dianggap Sepele!

10 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Para Pengendara Motor di Jogja Itu Terkenal dengan Santainya, kecuali Orang Bantul Selatan

9 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang "Nyeila", Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Memang Lagu Mereka Mojok.co

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang “Nyeila”, Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Lagu Mereka 

6 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.