Ada mobil yang sekali dilihat bikin jatuh cinta. Bukan karena teknologinya mutakhir dan tenaganya yang “liar”, tapi karena desainnya menawan walau sudah melintasi berbagai zaman. Itulah Honda Civic Genio.
Bagi saya, Civic Genio adalah definisi tampang tidak pernah bohong. Desainnya simpel dan entah kenapa terasa awet tak termakan waktu. Garis bodinya tegas tapi tidak berlebihan. Lampu depan mengotak panjang dan agak lancip di ujung memberi kesan klasik sekaligus sporty. Sementara proporsinya masih oke bahkan jika diparkir berdampingan dengan sedan modern.
Dengan sedikit modifikasi (velg diganti yang pas, suspensi agak diturunin, body tetap standar) mobil ini langsung terlihat seperti sedan JDM mahal yang “low profile. Tapi, seperti banyak hal indah dalam hidup, Civic Genio punya harga yang harus dibayar. Dan, harga itu tidak selalu berbentuk uang. Kadang berupa kesabaran, emosi, hingga waktu yang habis di bengkel.
Honda Civic Genio dan pesona yang sulit ditolak
Honda Civic Genio hadir di Indonesia sekitar awal 1990-an. Secara spesifikasi, mobil ini dibekali mesin 1.6 liter SOHC 16 valve dari keluarga mesin D-series. Tenaganya di kisaran 120-an HP angka yang cukup menyenangkan di zamannya. Mesin ini dikenal responsif di putaran menengah dan halus. Karakter khas Honda bangetlah, mau diajak ngebut ayo, dipakai santai bisa juga.
Salah satu keunggulan terbesar Genio ada di sektor handling. Honda membekali mobil ini dengan suspensi double wishbone di depan dan belakang. Di era sekarang, suspensi seperti ini bahkan sudah jarang ditemui di mobil-mobil baru kelas menengah. Alhasil, Genio dirasa stabil. Pengendara jadi merasa menyatu dengan mobilnya.
Fitur-fitur yang dibawa juga tergolong mewah untuk ukuran zamannya. Power steering, power window, central lock, AC yang terkenal dingin. Kabinnya ergonomis, posisi duduknya enak, visibilitas luas. Duduk di balik kemudinya, ada perasaan nostalgia yang sulit dijelaskan. Semua fitur itu membuat Civic Genio masih layak dipakai untuk kendaraan harian di zaman sekarang ini.
Baca halaman selanjutnya: Kenyataan ….



















