Menurut saya, Honda Brio layak mendapatkan segala pujian. Desain luar dan dalamnya bagus. Mobil ini punya handling yang enak, irit, dan punya cukup tenaga. Suku cadangnya juga melimpah, bahkan untuk variasinya sekalipun.
Jadi, tidak heran jika mobil ini punya banyak peminat. Mulai dari anak muda sampai orang tua. Maklum, Honda Brio memang cocok menjadi mobil harian. Sejak dari generasi pertamanya saja sudah banyak peminat.
Tapi, dari segala kelebihan itu, kita harus mengakui kalau mobil ini membutuhkan upgrade. Tujuannya sederhana, supaya lebih nyaman dan aman. Saya menyadari kondisi ini ketika berlibur ke Trenggalek selama dua minggu menggunakan Honda Brio.
Baca juga: Alasan Honda Brio Bisa Dapat Julukan Mobil Jamet
#1 Tambahkan peredam untuk Honda Brio
Selama menggunakan Honda Brio dari generasi awal hingga terbaru, ada dua momen yang saya rasa paling tidak nyaman. Dua momen yang saya maksud adalah saat hujan deras dan saat melaju di jalan tol. Peredam mobil ini sudah tidak tertolong.
Saat hujan turun dengan deras, suara berisik dari atap mobil sangat mengganggu. Rasanya kayak lagi nonton konser. Nah, ketika melaju di jalan tol, suara kolong ban akan masuk sampai ke kabin. Jadi, kalau mau ngobrol, harus mengeluarkan suara yang ekstra.
Anehnya, Honda terkesan sangat pelit menambahkan peredam. Padahal, kalau mobil ini sedikit lebih kedap, pasti lebih nyaman.
#2 Jangan lupa pakai anti-karat
Sejauh pengamatan saya, pabrikan sering pelit tidak menambahkan anti-karat di bagian kolong. Padahal ini penting supaya mobil tahan lama.
Selain itu, menurut saya, material Honda Brio itu kurang bagus. Maka, menambahkan anti-karat di bagian kolong sangat saya sarankan. Oya, anti-karat juga bisa menambah kedap mobil.
#3 Audio Honda Brio perlu upgrade
Dulu sekali, saya adalah orang yang tidak terlalu memandang audio sebagai fitur yang penting. Pokoknya suara bisa keluar, itu sudah cukup.
Namun, semenjak sering terkena macet dalam dan luar kota bersama Honda Brio, saya jadi butuh hiburan yang lebih mumpuni. Audio yang bagus ternyata bisa membunuh rasa jenuh.
Kualitas audio pada mobil ini sendiri menurut saya masih kurang, bahkan terkesan hambar. Oleh sebab itu, saya menyarankan kepada pemilik lainnya untuk upgrade audio. Minimal menambahkan tweeter dan subwoofer.
Baca juga: Brio, Mobil Honda yang “Gagal”, tapi Pernah Menjadi Mimpi Buruk Toyota Avanza
#4 Beli dan pasang dashcam
Dashcam, menurut saya, juga termasuk bagian dari keselamatan. Soalnya, semakin ke sini, semakin banyak pengendara yang kewarasannya patut dipertanyakan. Makal, saran saya, beli dan pasang dashcam di Honda Brio. Setidaknya kita punya bukti kalau suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan.
Saat ini, harga baru ada di antara Rp170 juta sampai Rp260-an juta. Karena sudah pernah mencoba semuanya, saya rasa 4 upgrade yang saya jelaskan di atas tetap perlu.
Maklum, kalau menurut saya, naik mobil bukan sekadar membeli kendaraan. Kita harus mendapatkan rasa nyaman dan aman. Kalau pabrikan tidak mau menyediakan rasa aman dan nyaman, sebaiknya kita usahakan sendiri. Maklum, Honda Brio memang layak diperjuangkan jadi lebih nyaman.
Penulis: Imanuel Joseph Phanata
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Brio, Mobil Honda yang Paling Aneh: Nggak Punya Apa-apa, tapi bisa Menjadi yang Paling Laris
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















