Beberapa waktu lalu ada senior kantor yang mengeluh sama saya. Katanya anaknya dapat golongan UKT yang paling mahal. Menurut beliau hal itu terjadi hanya karena dia seorang PNS, dan menurutnya ini sama sekali nggak masuk akal.
Sebenarnya cerita semacam ini pernah saya dengar sebelumnya. Kalau nggak salah di medsos atau artikel begitu. Tapi, saya kira itu hanya berlaku untuk anak PNS yang statusnya pejabat.
Terus terang, idealnya, anak PNS itu nggak dikasih UKT rata kanan. Sebelum netizen mengkritik opini saya, izinkan saya jelasin alasannya.
Efisiensi anggaran
Kalian seharusnya paham, bahwa pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sejak tahun lalu. Imbas kebijakan tersebut nggak main-main. Bahkan ada instansi pemerintah yang mengaku kesulitan bayar listrik.
Imbas efisiensi di tahun ini sepertinya jauh lebih terasa. Pasalnya, konon ada beberapa instansi pemerintah yang memotong tunjangan PNS-nya lantaran efisiensi. Padahal, tunjangan kinerja (tukin)/Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) merupakan poin penting kesejahteraan buruh negara. Kalau nggak ada itu, sulit rasanya PNS mengandalkan gaji pokok yang imut-imut dalam mengarungi kerasnya kehidupan.
Berangkat dari kondisi pendapatan PNS yang kini kurang stabil, wajar dong saya bilang UKT anak PNS sebaiknya nggak rata kanan. Kasihan kami yang hanya ingin pendidikan terbaik untuk anak, masa harus sampai ngutang ke sana ke mari demi kuliah anak?
Nggak semua PNS golongannya III/IV
Buat yang belum tahu, PNS itu dibagi berdasarkan golongan. Dasar penggolongan tersebut adalah latar belakang pendidikan. Penggolongan PNS juga akan berpengaruh pada gaji pokok dan tukin/TPP.
Menurut saya, minimal PNS dengan golongan III yang memiliki pendapatan cukup. Baru cukup ya, belum sampai pada titik sejahtera. Lantas kalau di bawah golongan III?
Mau cerita, tapi kok saya sedih sendiri jadinya. Gaji pokoknya bener-bener tiarap. Kalau buruh pabrik Cikarang lihat gaji pokok PNS golongan II pasti ketawa ngece.
Nggak semua PNS punya tukin/TPP yang tinggi, bahkan ada yang nggak punya
Teman-teman pembaca jangan berpikir bahwa semua PNS itu pendapatannya tinggi ya. Nggak semuanya kerja di Kementerian atau Pemda sultan. Lebih banyak buruh negara yang kerjanya di instansi pemerintah dengan tukin/TPP yang biasa aja.
Jika kamu seorang PNS yang bekerja di instansi pemerintah dengan tukin/TPP standar, kira-kira pendapatan kamu sekitar UMP Jakarta atau sedikit di atasnya. Itu pun dengan catatan PNS-nya minimal golongan III ya. Bila di bawah golongan III bisa jadi malah pendapatannya di bawah UMP Jakarta.
Lantas gimana kalau intansi pemerintahnya nggak ngasih tukin/TPP? Andai kamu seorang ASN baru dengan gelar sarjana, gaji pokoknya cuma Rp2.785.700. Nominal tersebut lebih rendah daripada UMK Kota Yogyakarta yang kerap dianggap rendah.
Jadi, benar kan apa kata saya kalau kurang tepat anak PNS diberikan UKT tinggi?
Pilihan beasiswa untuk anak PNS terbatas
Sejak masa saya kuliah, mayoritas beasiswa diprioritaskan untuk mahasiswa prasejahtera, dan itu sebenarnya wajar. Kabarnya, kondisi hari ini pun kurang lebih sama. Malah katanya lebih beragam lagi beasiswa untuk mahasiswa prasejahtera.
Masalahnya, anak-anak PNS sekarang (dari dulu sih) hanya memiliki pilihan beasiswa yang terbatas. Alasannya, mereka dianggap punya ekonomi kelas menengah. Masalahnya (lagi), mereka ini bisa dibilang jauh (banget) dari kata kaya, tapi belum cukup miskin untuk dapat beasiswa. Realitasnya, banyak yang kembang-kempis untuk bayar biaya pendidikan.
Dan ya, begini yang terjadi. Sudahlah mereka sebenarnya nggak tinggi penghasilannya, dibilang cukup ya mepet, dibilang kaya jelas tidak, tapi dapat UKT rata kanan. Ya gimana nggak mengeluh?
Berangkat dari berbagai pertimbangan tadi, sebaiknya kampus lebih bijak lagi dalam penentuan UKT anak PNS. Jangan mentang-mentang orang tuanya abdi negara, langsung dikasih UKT rata kanan. Lagi pula, kalian juga sesama buruh negara kan, mesti tahu kondisi PNS kayak apa. Kenapa pukul rata?
Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Inilah Besaran Gaji PNS: Yakin Kamu Masih Pengin Daftar?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
