Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Harga Beras Hari Ini Naik, dan Hal Itu Jangan Pernah Dianggap Sepele, Bisa Memicu Inflasi!

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
16 September 2023
A A
Harga Beras Hari Ini Naik, dan Hal Itu Jangan Pernah Dianggap Sepele, Bisa Memicu Inflasi!

Harga Beras Hari Ini Naik, dan Hal Itu Jangan Pernah Dianggap Sepele, Bisa Memicu Inflasi! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Harga beras hari ini memang bener-bener kita naik pitam. Masak beras aja susah, Indonesia lhooo!

September nggak selalu ceria seperti halnya judul lagu Vina Panduwinata. September untuk beberapa tahun terakhir terkesan sedikit menyeramkan. Lah gimana, September itu semacam jadi alarm kalau sebentar lagi (setidaknya tiga bulan lagi) akan pergantian tahun, tapi hidup masih gini-gini aja dan selalu terasa amat berat. Bahkan bagi kalangan kelas menengah ke bawah, nggak hanya September, hampir setiap bulan di sepanjang tahun tuh serem, deh.

Selain dibuka dengan pemberitaan politik, kriminal, dan tingkah lucu para petinggi negeri, September juga menyambut masyarakat Indonesia dengan kenaikan harga beras. Panel Harga Badan Pangan mencatat, harga beras per 11 September lalu pecah rekor, naik Rp60 ke Rp12.760 per kg untuk jenis medium dan jenis premium naik Rp60 ke Rp14.390 per kg. Yah elah, cuma naik Rp60. Hey hey, bukan begitu. Bahkan, salah satu harga jenis beras hampir menyentuh Rp 15.000 per liternya.

Harga beras hari ini tak melejit begitu saja. Harga beras dalam beberapa bulan terakhir terus konsisten mengalami kenaikan. Sejak sebelum lebaran, tepatnya pada Maret 2023, kenaikan harga beras sudah mulai terjadi dibarengi dengan harga komoditas pangan utama lainnya.

Menyalahkan kondisi adalah jalan ninjaku

Apa penyebabnya? Seperti sebelum-sebelumnya, pemerintah selalu “menyalahkan” kondisi global. Dikutip dari CNBC Indonesia, Presiden Jokowi sih bilangnya kenaikan harga beras yang terjadi di Indonesia disebabkan karena kenaikan beras yang terjadi secara global.

Menurutnya, harga beras naik imbas dari beberapa negara yang menghentikan ekspornya. Tapi mohon maaf nih, alasan begitu kok terkesan agak “basi” yah. Seluruh fenomena kenaikan komoditas vital selalu alasannya begitu. BBM naik karena harga minyak dunia naik. Harga mie naik karena perang Rusia-Ukraina, minyak naik karena lonjakan harga minyak nabati Dunia. Begitu juga daging, yang naik karena kebutuhan daging dunia tinggi sehingga harganya juga ikut naik.

Betul saat ini dunia telah mengalami yang namanya “the borderless economy”. Di mana setiap aktivitas ekonomi seluruh negara di dunia tampak menyatu dan berkaitan satu sama lain karena tingginya transaksi ekspor dan impor barang dan jasa. Tapi tetap saja, sebuah negara harus punya barrier ekonomi yang kuat biar nggak terombang-ambing ketika kondisi ekonomi global tidak menentu.

Kondisi Indonesia sekarang tidak jauh berbeda dengan orang primitif atau tunawisma yang hidup tanpa rumah dan tanpa busana yang makanannya semua tergantung dari alam. Siang kepanasan, malam kedinginan, dan badai atau hujan akan basah karena nggak punya rumah. Dan ketika sumber makanannya hilang, nyalain kondisi alam. Alih-alih berusaha menyediakan semuanya sendiri.

Baca Juga:

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Usaha Sewa Ruko agar Tidak Rungkad seperti Orang Tua Saya

Menjelaskan Deflasi dengan Bahasa Sederhana, Fenomena yang Nggak Kalah Mengerikan dari Inflasi

“Lah bukannya pemerintah sudah bersedia menyediakan tapi memang belum cukup memenuhi kebutuhan dalam negeri?”

Lah gimana mau cukup, petaninya nggak diberdayakan, lahannya dipakai untuk IKN, dan banyak mafia-mafia pangan pengennya impor biar dapat tender. Terus, apa kabar food estate?

Harga beras hari ini bisa memicu inflasi

Tentu kenaikan beras ini secara langsung akan berpengaruh pada kenaikan harga komoditas agregat. Ingat, beras adalah komoditas pangan utama masyarakat Indonesia. Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS September 2022 menyebutkan 98,35% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi beras. Per September 2023, rata-rata konsumsi beras per kapita, baik lokal, kualitas unggul, maupun impor, tercatat mencapai 6,81 kg per bulan atau per orang sebulan itu habisin kira-kira beras sekitar 6 kg lebih.

Mungkin saat ini belum terlalu dirasakan inflasinya. Untuk per pertengahan tahun ini inflasi masih tercatat di angka 3 persen yang dianggap terkendali. Tapi apabila kenaikan ini konsisten terjadi, bisa-bisa harga bahan utama lainnya akan naik. Kenaikan inflasi 1 persen itu sangat terasa loh. Selain itu, sebentar lagi juga masuk tahun politik, tahun yang ditunggu-tunggu oleh kita semua.

Nah terus gimana sih, naiknya harga beras hari ini bisa memicu inflasi?

Ilustrasi kasarnya begini. Misalnya saya adalah pemilik warteg. Belanja harian untuk beras yang sebelumnya dialokasikan sebesar Rp10 ribu/kg menjadi Rp12 ribu kg. Kenaikan Rp2 ribu ini akan berpengaruh signifikan karena jumlah beras yang saya beli per hari misalnya minimal 5 kg yaitu seharga Rp60 ribu. Ada penambahan biaya Rp10 ribu dari total biaya produksi yang saya keluarkan. Kalau diakumulasikan sebulan, artinya biaya produksi warteg saya mengalami penambahan sebesar Rp300 ribu.

Siasat yang saya lakukan supaya omzet tetap bagus dan nggak rugi tentu dengan menaikan harga menu makanannya sedikit demi sedikit. Misalnya gorengan yang biasanya Rp1 ribu/potong, sekarang jadi Rp2 ribu dapat tiga. Tumis kangkung yang awalnya Rp3 ribu bisa dapat dua sendok sayur, sekarang jadi hanya satu setengah sendok sayur. Ikan goreng yang awalnya Rp9 ribu/ekor jadi Rp10 ribu/ekor.

Circle domino effect

Oleh karena warteg adalah tempat makan yang konsumennya heterogen, ada tukang ojol, ada buruh pabrik, dan banyak lagi yang lainnya, kenaikan menu makanan di warteg selanjutnya berimplikasi secara perlahan-lahan terhadap pengeluaran untuk makan para konsumen yang datang.

Para konsumen yang juga pedagang komoditas lain pada gilirannya juga akan menaikkan harga dagangannya. Hal itu berlanjut secara terus menerus. Ini yang disebut sebagai circle domino effect dalam fenomena ekonomi. Efeknya muter-muter dan simultan. Nah kalau ini terjadi terus-terusan dan dibiarkan begitu saja, akan berakibat pada kenaikan angka inflasi bulanan, bahkan tahunan.

Bantuan untuk mengatasi efek naiknya harga beras hari ini yang nggak efektif

Menanggapi potensi inflasi, Presiden Jokowi sendiri sebelumnya telah menginstruksikan agar secepat mungkin disalurkannya bantuan pangan beras ke masyarakat hingga November 2023. Setiap bulannya, dialokasikan sekitar 210 ribu ton beras yang didistribusikan kepada sekitar 21,3 juta masyarakat yang masuk kategori keluarga penerima manfaat.

Tapi kok hanya 21 juta ya Pak? Padahal masyarakat kelompok rentan dan miskin di Indonesia itu jumlahnya ada di kisaran 94 juta orang. Bagaimana nasib mereka tuh?

Lagi pula, saya yakin mayoritas penerima bantuan beras itu juga bakal jual berasnya lagi supaya bisa beli makan di warteg. Lah gimana, wong masak nasi juga butuh gas, dan makannya juga butuh lauk. Yah mending berasnya dijual biar bisa beli makan di warteg yang sudah siap.

Terus pertanyaannya, mau sampai kapan kebijakan ini bertahan untuk menekan inflasi? Atau jangan-jangan mau tunggu inflasinya naik dulu? Kalau naik pasti bisa diselesaikan ya? Oh iya, kan ada Pak Luhut.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Harga Beras (Masih) Tinggi: Blunder Pemerintah yang Hobi Impor

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2023 oleh

Tags: barrier ekonomicircle domino effectharga berasinflasikebijakan pemerintah
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Usaha Sewa Ruko agar Tidak Rungkad seperti Orang Tua Saya

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Usaha Sewa Ruko agar Tidak Rungkad seperti Orang Tua Saya

24 April 2025
diimbau jangan mudik

Diimbau Jangan Mudik Tapi Boleh Mudik Itu Maksudnya Gimana, sih?

3 April 2020
Wacana PNS Naik Gaji Jadi Rp9 Juta: Saran yang Perlu Dipertimbangkan agar Tepat Sasaran kenaikan gaji asn single salary ASN

Unpopular Opinion: Kenaikan Gaji ASN 2024 8 Persen Itu Kecil, Nggak Kerasa, Bos!

18 Agustus 2023
Mengenali Tanda-tanda Inflasi secara Sederhana

Mengenali Tanda-tanda Inflasi secara Sederhana

7 Februari 2022
Alangkah Baiknya Tiga Kementerian Ini Dibubarkan Saja terminal mojok.co

Alangkah Baiknya Tiga Kementerian Ini Dibubarkan Saja

22 Desember 2020
Bukan Sekretaris, tapi Tugas Bendahara Adalah yang Terberat di Masa Sekolah terminal mojok.co

Inflasi, Penyebab Negara Tidak Mencetak Uang yang Banyak untuk Mengatasi Kemiskinan

11 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.