Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Hanya Stasiun TV yang Pede Bikin Konten Edukasi tapi Dipatahin Sendiri

Imron Amrulloh oleh Imron Amrulloh
30 September 2021
A A
Kebodohan Acara Televisi Indonesia Memang Sudah Semestinya Dirayakan terminal mojok.co

Kebodohan Acara Televisi Indonesia Memang Sudah Semestinya Dirayakan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saat ini dunia pertelevisian Indonesia sedang berkembang pesat. Berkembang pesat di YouTube maksudnya. Tapi nggak masalah, yang penting berkembang dan semoga bisa memicu para stasiun TV untuk membuat program-program lain yang lebih mendidik dan menghibur tentunya. Eh tapi sebenarnya masalah sih, soalnya YouTube nggak ada lembaga ratingnya. Alias mau seberapa banyak yang nonton di YouTube nggak akan memengaruhi rating televisi itu. Apalagi biasanya justru reuploader yang mengunggah siaran televisi di YouTube secara cepat. Dan akhirnya yang untung ya mereka-mereka itu.

Tapi biarin itu jadi urusan mereka. Kita urusin aja yang jadi urusan kita. Dan kebetulan urusan itu sering banget terjadi televisi-televisi lho. Jadi gini, di televisi sekarang lagi banyak konten-konten yang saling berkontradiksi antara konten edukasi dengan konten hiburan.

Jadi gini. Sekarang itu seringkali televisi membuat konten edukasi di program A. Nah, nanti hal edukatif yang ada di konten A tadi bakal dipatahin di program hiburan B di stasiun TV yang sama.

Saya jelasin dikit di mana letak kontradiktifnya.

Jadi kontradiksi yang terjadi di TV itu misal di program A disebutkan jika berbahaya memasak menggunakan teflon dengan sutil besi. Sebab bisa mengikis lapisan antilengketnya yang berbahaya bagi tubuh. Atau memasak dengan teflon yang sudah mengelupas lapisan anti lengketnya karena bisa menyebabkan kanker dan lain-lainnya.

Namun, di program B yang merupakan program kuliner, di sana terpampang nyata bagaimana proses masaknya menggunakan teflon yang sudah mengelupas sana-sini. Sudah begitu, menggunakan sutil besi.

Contoh lain, akhir-akhir ini TV lagi rajin nayangin konten soal kuliner yakni mengenai bahan pewarna. Misal di program A membahas mengenai dampak pemakaian pewarna tekstil bagi tubuh. Sedangkan di program lain yang memiliki genre masak-masak khususnya konten masakan tradisional seringkali memasak menggunakan pewarna yang cukup banyak.

Hal-hal semacam ini terlihat sepele. Namun, hal seperti ini justru menegaskan bahwa stasiun televisi tidak benar-benar hendak memberikan edukasi kepada pemirsa. Melainkan hanya memikirkan sisi komersialnya saja. Atau dalam kata lain, telah terjadi inkonsistensi serta pelepasan tanggung jawab di stasiun TV tersebut terhadap dampak yang akan ditimbulkan kepada pemirsa. Yang bahkan dimulai dari hal-hal yang sangat kecil.

Baca Juga:

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

Konten Review Tanaman Bupati Lamongan Adalah Konten Pejabat Paling Membingungkan yang Pernah Saya Tonton, Nggak Paham Prioritas!

Kemudian bagaimana dengan hal-hal yang lebih besar? Misal ketersediaan konten-konten yang ramah anak, konten yang dapat dinikmati bersama dengan keluarga, konten yang tanpa mengandung berita salah atau hoaks. Bagaimana pula tanggung jawab stasiun televisi mengenai konten berita yang berimbang, akurat, serta terpercaya? Apakah masih dapat dipertanggungjawabkan sampai sekarang?

Terus gimana caranya biar tayangan di tv itu mendidik, berkualitas,  dan bertanggung jawab? Gampang aja sih, nggak usah ditonton program-program yang kayanya kurang sreg gitu. Nanti ratingnya turun terus bakalan ganti program lain. Nah, nanti berdoa aja siarannya lebih bagus.

Memangnya, seharusnya bagaimana sih isi sebuah program TV itu?

Di Pasal 36 UU Penyiaran disebutkan ada enam pasal. Pertama, isi siarannya wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan bermanfaat bagi bangsa. Kedua, TV kita harus nayangin sekurangnya 60 persen konten lokal. Ketiga, isi siaran harus memberikan perlindungan baik itu ke anak-anak dan remaja. Keempat, isinya wajib netral. Kelima, nggak mengandung fitnah, menghasut atau bohong, cabul, perjudian, sama penyalahgunaan narkotika. Keenam, isi siaran nggak boleh destruktif.

Dengan melihat pasal tersebut saja, kita jadi tahu masalah program stasiun TV itu seabrek. Perbaikan jadi nggak boleh hanya sekadar wacana aja, tapi wajib dilakukan secepatnya. Kalau nggak, ya kita hanya bisa melihat konten yang dibilang jelek aja belum tetap bertebaran di stasiun TV. Contohnya ya konten kontradiktif tadi, mau sampe kapan kita liat kegoblokan tersebut?

Sebenarnya, ada satu cara lagi, yaitu lapor KPI. Tapi, KPI-nya aja kek gitu…

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 September 2021 oleh

Tags: edukasihiburankontenkontradiktifstasiun tvYoutube
Imron Amrulloh

Imron Amrulloh

Seorang pengangguran baru yang sedang mencoba dan terus mencoba.

ArtikelTerkait

Kebiasaan Pemerintah Indonesia Minta Hapus Konten ke Google, Emang Bikin Malu! terminal mojok.co

Kebiasaan Pemerintah Indonesia Minta Hapus Konten ke Google: Emang Bikin Malu!

26 Oktober 2021
Bahaya Influencer Nakal: Tarif Endorse Jutaan, Insight Konten Penuh Kepalsuan!

Bahaya Influencer Nakal: Tarif Endorse Jutaan, Insight Konten Penuh Kepalsuan!

18 Oktober 2023
Bukit JLS Pantai Sine Tulungagung, Tempat Berkumpulnya Manusia Taruhan Nyawa demi Konten Media Sosial

Bukit JLS Pantai Sine Tulungagung, Tempat Berkumpulnya Manusia Taruhan Nyawa demi Konten Media Sosial

10 Januari 2024
kulino kuliner mukti entut yusril fahriza mojok

‘Kulino Kuliner’, Konten Kuliner yang Antimainstream dan Nggak Ndakik-ndakik

7 Juni 2021
free wifi

Free Wifi yang Sesungguhnya Nggak Benar-Benar Free

19 September 2019
bossman sontoloyo mardigu youtube profil biodata mojok.co

Bossman Sontoloyo Adalah Anggota Klan Nara yang Ingin Naik Kelas Jadi Hokage

26 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

Bayar STNK Sudah Bikin Pusing, Sekarang Mau Ditambah Parkir Setahun, Selalu Ada Cara Baru Nambah Beban Rakyat

22 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.