Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Halte Transjakarta Berubah Nama Bikin Penumpang Bingung: Sosialisasinya Jangan Dadakan!

Muhammad Arifuddin Tanjung oleh Muhammad Arifuddin Tanjung
15 Januari 2024
A A
Halte Transjakarta Berubah Nama Bikin Penumpang Bingung: Sosialisasinya Jangan Dadakan!

Halte Transjakarta Berubah Nama Bikin Penumpang Bingung: Sosialisasinya Jangan Dadakan!

Share on FacebookShare on Twitter

Transportasi umum berbasis bus di ibu kota Jakarta, Transjakarta, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat masyarakat komuter Jabodetabek. Pasalnya, perusahaan transportasi umum bus dengan lintasan terpanjang se-Asia Tenggara ini mengubah sebagian besar nama halte yang tersebar di 13 koridor atau rute Transjakarta. Perubahan nama halte ini dilakukan secara tiba-tiba dengan sosialisasi yang terbilang terlambat ini menimbulkan berbagai macam respons dari publik.

Perubahan nama halte Transjakarta yang mendadak serta sosialisasi yang terlambat

Sebagian masyarakat Jabodetabek yang menggunakan Transjakarta sehari-hari mengaku terkejut dengan adanya perubahan nama halte yang dilakukan secara mendadak ini. Sebenarnya, sosialisasi serta pengumuman nama-nama halte yang berubah telah dilakukan pihak Transjakarta pada tanggal 12 Januari 2024 kemarin, tetapi sebelum tanggal itu sebenarnya sudah ada halte yang telah berganti nama.

Sosialisasi yang dilakukan oleh Transjakarta ini terbilang terlambat sehingga menuai kritik serta kebingungan para pengguna TJ. Kita bisa melihat keluh kesah netizen yang beredar di media sosial soal perubahan nama halte ini. Masalahnya, halte yang berubah nama di satu koridor nggak hanya satu atau dua, tapi tiga sampai belasan! Misalnya Halte Gatot Subroto Jamsostek (Koridor 9) berubah namanya menjadi Halte Denpasar dan Halte Indosiar (Koridor 3) berubah menjadi Halte Damai. Beda jauh banget, kan?

Mau nggak mau, pengguna TJ harus menghafal ulang nama-nama halte dari koridor yang biasa digunakan. Sebagai pengguna koridor 10, saya pun perlu menghafal ulang nama-nama halte yang baru.

Masalah jadi lebih rumit…

Drama lainnya yang terjadi gara-gara perubahan nama halte Transjakarta ini adalah nama halte di papan layar serta dinding halte sudah berganti tapi nama halte yang ditampilkan di layar berjalan dalam bus masih menggunakan nama lama. Jelas saja hal ini bikin pusing sekaligus bingung penumpang. Apalagi buat para orang tua yang sudah lanjut usia dan nggak hafal rute serta gagap teknologi.

Memang sih penumpang bisa bertanya ke petugas Transjakarta yang bertugas di dalam bus, tapi kan biasanya cuma ada satu orang di tiap bus. Pasti butuh effort lebih untuk bisa mendekati si petugas di tengah para penumpang yang berdesakkan. Makanya sebagai pengguna, saya berharap layar berjalan di dalam bus yang menunjukkan informasi nama halte segera diperbarui agar nggak membuat sesat penumpang.

Alasan perubahan nama

Perubahan nama halte yang bikin pengguna jadi bingung lantaran sosialisasinya terbilang telat itu lantas mendapat respons dari lembaga DPRD DKI Jakarta. DPRD meminta pihak Transjakarta untuk menjelaskan alasan di balik perubahan nama-nama halte tersebut.

Pihak Transjakarta kemudian menjelaskan bahwa terjadi perubahan nama di berbagai halte karena ingin melakukan netralisasi terhadap halte yang memiliki identitas nama instansi atau perusahaan. Tujuannya agar nama dari halte-halte ini bisa dikomersialisasikan. Maksudnya, sebuah perusahaan dapat menyematkan nama perusahaan mereka di nama halte dengan membayar kepada pihak Transjakarta. Kurang lebih seperti sponsor bagi halte tersebut. Dengan begitu, Transjakarta memiliki pemasukan tambahan yang dapat berguna dalam meningkatkan kualitas layanan mereka.

Baca Juga:

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

Pertama Kali Naik Bus Harapan Jaya dari Semarang ke Blitar: AC Bocor, Ban Pecah, tapi Snack Melimpah

Menurut saya, langkah Transjakarta ini mengikuti MRT Jakarta yang telah lebih dahulu memberlakukan kebijakan komersialisasi nama di stasiun mereka. Contohnya pada Stasiun MRT Blok M BCA.

Dari mana nama baru halte Transjakarta?

Nama baru halte Transjakarta ada yang diambil dari nama kelurahan atau kecamatan tempat halte tersebut berada. Ada pula yang berasal dari unsur-unsur lain seperti perempatan jalan atau sekedar penyederhanaan nama. Misalnya, Halte Ahmad Yani Beacukai di Koridor 10 berganti nama menjadi Halte Pisangan. Halte lainnya yang berubah nama yakni Halte BKN di Koridor 7 menjadi Halte Cawang Cililitan dan Halte Salemba UI di Koridor 5 menjadi Halte Salemba (tanpa kata UI). Perubahan nama tersebut memungkinkan perusahaan menaruh nama mereka di sana. Sekali lagi, inilah yang dimaksud dengan komersialisasi pada halte Transjakarta.

Menurut saya, perubahan nama pada halte ini sebenarnya sah-sah saja asalkan ada sosialisasi yang jelas serta nggak terlambat. Jadi, nggak menimbulkan kesan tiba-tiba. Tujuan komersialisasi nama ini pun saya rasa merupakan langkah yang tepat. Sebab, pemasukan dari penyematan nama perusahaan pada halte dapat meningkatkan pemasukan TransJakarta yang dapat bermanfaat dalam peningkatan kualitas pelayanan dari TransJakarta itu sendiri.

Siapa tahu kalau pemasukan bertambah, jumlah bus bisa ditambah, halte jadi dibikin makin nyaman, gaji pegawai Transjakarta bertambah, dll. Ujung-ujungnya, penumpang TJ juga yang akan merasakan dampak positifnya. Bukan begitu?

Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Halte Transjakarta yang Bikin Stres Penumpang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2024 oleh

Tags: Bushaltetransjakartatransportasi massaltransportasi publiktransportasi umum
Muhammad Arifuddin Tanjung

Muhammad Arifuddin Tanjung

Seorang sosialis yang percaya bahwa kemanusiaan hanya bisa tegak jika kita berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Pemula yang haus akan ilmu.

ArtikelTerkait

Tidak Ada yang Salah dengan Merantau ke Kota Kecil terminal mojok.co

Cerita Ketika Bepergian: Berangkat Terasa Lebih Lama, Pulang Terasa Lebih Cepat

25 September 2019
Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD Terminal Mojok

Jatinangor Lebih Perlu 3 Hal Ini ketimbang Jans Park dan McD

20 November 2022
Rute LRT Jalur Cibubur Adalah Seburuk-buruknya Penataan Akses Transportasi Publik

LRT Jalur Cibubur Adalah Seburuk-buruknya Penataan Akses Transportasi Publik

3 April 2024
Nestapa Magelang, Diapit Dua Kota Besar tapi Transportasi Umumnya Nggak Berkembang

Nestapa Magelang, Diapit Dua Kota Besar tapi Transportasi Umumnya Nggak Berkembang

3 September 2023
3 Halte Transjakarta di Jakarta Pusat Paling Nyaman, Penumpang Betah Menunggu walau Padat

Naik Transjakarta Tidak Selamanya Menyenangkan, Drivernya Kadang Ugal-ugalan dan Galak, Plus Estimasi Tibanya Kacau!

27 Mei 2025
Bus Ladju Jurusan Ambulu-Surabaya, Bus Minim Fasilitas yang Jadi Pahlawan Warga Jember Selatan

Bus Ladju Jurusan Ambulu-Surabaya, Bus Minim Fasilitas yang Jadi Pahlawan Warga Jember Selatan

26 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja Mojok.co

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja

8 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.