Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hal yang Dialami Orang Jawa Timur Saat Kondangan ke Nikahan Adat Orang Jawa Tengah

Rahmita Laily Muhtadini oleh Rahmita Laily Muhtadini
18 Desember 2020
A A
Hal yang Dialami Orang Jawa Timur Saat Kondangan ke Nikahan Adat Orang Jawa Tengah Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai anak Jawa Timur asli, yang asalnya beneran ke arah pucuk timur, saya merasa agak bingung ketika datang ke acara pernikahan saudara, yang kebetulan kedua mempelainya asli Jawa Tengah. Awalnya sih biasa saja, tapi begitu mengikuti rangkaian acara seserahan, akad hingga resepsi, saya berkali-kali takjub dan melongo. Akhirnya saya merangkum beberapa hal yang mungkin kamu alami, kalau kamu orang Jawa Timur juga, saat kondangan ke nikahan adat orang Jawa Tengah.

#1 Kagum dengan budaya dan beragam prosesinya

Setiap daerah pasti memiliki adat istiadat yang berbeda ketika menyelenggarakan acara pernikahan. Salah satu adat dan rentetan proses pernikahan yang membuat saya kagum adalah prosesi nikahan adat Jawa, khususnya Jawa Tengah. Pakaian dan riasan yang dipakai saat acara resmi adalah baju beskap dan kebaya, lengkap dengan dandanan yang mengikuti pakem-pakem riasan pengantin. Bau bunga melati biasanya semerbak di seluruh penjuru ruangan.

Paling seru ketika mengamati dan menghayati makna filosofis dari upacara temu manten atau upacara panggih. Begitu sakral dan masih menggunakan bahasa pengantar Jawa halus yang nggak saya mengerti artinya. Mulai dari prosesi pasangan saling bertemu, melemparkan bantalan dauh sirih, prosesi injak telur, lalu kedua mempelai digiring ke pelaminan dengan kain sindur, hingga kacar-kucur, semuanya membuat saya kagum. Meski kurang paham arti tiap prosesi, saya terhanyut ke dalam suasana sakralnya.

Sebenarnya di daerah Jawa Timur saya juga sering menemui prosesi yang serupa. Tapi ketika dilangsungkan di Jawa Tengah, entah kenapa feelnya jadi berbeda.

#2 Seluruh acara hingga hiburan menggunakan bahasa Jawa krama inggil

Setelah cukup dibuat melongo dan kagum di prosesi awal pernikahan, saya masih takjub dengan beragam unsur pendukung acara. Biasanya, atau yang pernah saya temui, ketika pernikahan orang Jawa Tengah yang menggunakan adat Jawa berlangsung, maka seluruh komponen hiburan akan menggunakan bahasa Jawa halus atau bahkan krama inggil. Masalahnya, sebagai orang Jawa Timur, saya kesulitan memahami bahasa Jawa halus lantaran nggak paham sama sekali.

Semua orang menggunakan bahasa Jawa super halus, sampai saya membayangkan mungkin begini rasanya kalau hidup di kerajaan Jawa. Mulai dari penghulu, MC, dalang atau orang yang mengatur jalannya prosesi temu manten, hingga penyanyi pun menggunakan bahasa Jawa halus. Saya mencoba beradaptasi dan susah payah menelaah sedikit kosakata yang saya kenali.

Ketika penyanyi mulai melantunkan lagu-lagu, lirik yang didendangkan pun adalah lirik dengan bahasa Jawa halus. Begitu pula pengiring musiknya yang menyapa tamu kondangan dengan bahasa serupa. Saya terharu sambil geleng-geleng kepala lantaran nggak paham mereka nyanyi dan ngomong apa.

#3 Suasananya chill banget

Acara paling seru dari mantenan biasanya ketika ada kesempatan menyumbangkan lagu. Keluarga besar saya yang banyak berasal dari Jawa Timur semangat ’45 kalau soal menyumbangkan lagu. Lha kok pas mau naik panggung, nyalinya mendadak ciut gara-gara hampir semua lagu yang didendangkan adalah lagu campur sari. Lagu-lagu tersebut menggunakan bahasa Jawa halus. Bukan hanya itu, bahkan ada yang bernyanyi layaknya sinden dalam pertunjukan wayang.

Baca Juga:

Sumbangan Pesta Hajatan di Gunungkidul, Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

Jadi Dewasa Itu Menyeramkan, Harus Bayar Cicilan, Mikirin Harga Sembako, Juga Harus Menghadapi Orang Nyanyi di Kondangan tapi Suaranya Fals

Jelas nyali kami langsung menciut karena awalnya mau nyumbang lagu koplo Jawa Timuran. Meski sedikit canggung, takut, dan ragu kalau tiba-tiba disuruh turun panggung, kami tetap menyumbangkan lagu. Paling aman ya menyanyikan lagu-lagu Alm. Didi Kempot. Ambyar-ambyar dah…

Ketika orang Jawa Timur menyanyikan lagu “Pamer Bojo”, para tamu undangan langsung tahu. Cuma ya karena yang nyanyi wong Jawa Timuran yang seringnya pakai genre koplo, vibe-nya jadi agak heboh sendiri. Selesai menyanyikan dua lagu, gantian penyanyi asli yang kembali mendendangkan lagu Jawa Tengahan, dan entah kenapa suasananya kembali chill.

Saat tengah menyanyi, tiba-tiba si penyanyi mengajak kami bernyanyi bersama. Kami biasanya hanya bisa geleng-geleng kepala, “Ora paham artine, Mbak. Asline ya pengin nyanyi pisan…”

#4 Menemukan menu makanan yang rasanya serba manis dan nggak pedas

Rata-rata orang Jawa Timur hidup di daerah yang masakannya cenderung ke arah asin dan pedas. Semakin ke timur, rasa asin dan pedasnya semakin nendang. Berbanding terbalik dengan masakan Jawa Tengah yang cenderung manis dan nggak terlalu pedas. Maka, ketika datang kondangan ke nikahan adat orang Jawa Tengah, lidah Jawa Timuran kami harus beradaptasi. Semuanya muanis… Enak sih, tapi yaaa karena nggak biasa jadi gimana gitu. Tapi masih bisa diterima kok rasanya, kami nggak sampai lari ke warung untuk beli garam dan menaburi makanan dengan bubuk cabe-cabean. Hahaha.

Selebihnya, pengalaman kondangan ke acara nikah orang Jawa Tengah itu seru kok. Setiap daerah punya style masing-masing, dan ternyata datang ke acara yang beda style dengan kita itu sesuatu banget. Yah nggak kapok lah kalau misalkan kondangan lagi. Besok-besok mungkin harus main lebih jauh lagi buat tour kondangan ke acara nikah dengan adat yang berbeda.

BACA JUGA Warteg Boleh Ada di Mana-mana, tapi Warsun Tetap Juaranya dan tulisan Rahmita Laily Muhtadini lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2020 oleh

Tags: acara nikahKondangan
Rahmita Laily Muhtadini

Rahmita Laily Muhtadini

Seorang lulusan psikologi yang senang bermain dengan kata-kata. Aktif memberi edukasi di instagram @lembarbertumbuh

ArtikelTerkait

Standing Party: Konsep Praktis yang Nggak Memuliakan Tamu

Standing Party: Konsep Praktis yang Nggak Memuliakan Tamu

11 November 2022
kondangan

Jenis-Jenis Orang di Dunia Per-kondangan-an

23 Agustus 2019
Jadi Dewasa Itu Menyeramkan, Harus Bayar Cicilan, Mikirin Harga Sembako, Juga Harus Menghadapi Orang Nyanyi di Kondangan tapi Suaranya Fals

Jadi Dewasa Itu Menyeramkan, Harus Bayar Cicilan, Mikirin Harga Sembako, Juga Harus Menghadapi Orang Nyanyi di Kondangan tapi Suaranya Fals

27 November 2024
kapan nyusul nikah kondangan

Petaka dari Pertanyaan “Kapan Nyusul Nikah?” Pas di Kondangan

15 Maret 2020
Kondangan Sendirian Itu Nggak Apa-apa, Penting Wani!

Kondangan Sendirian Itu Nggak Apa-apa, Penting Wani!

17 Juni 2022
kondangan

Kondangan Fighter yang Galau Antara Flat Shoes dan High Heels: Dasar Nggak Penting!

22 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Sisi Gelap Solo: Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti, Katanya Serba Murah tapi Kini Cuma Dongeng

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.