Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Grebe: ‘Mall Kecil’ Bikinan Arief Muhammad dengan Konsep Out of The Box

Devi Mutia Alissa oleh Devi Mutia Alissa
20 Januari 2020
A A
Mal yang Masih Ramai saat Pandemi Itu Salah Manajemen atau Pengunjungnya? Grebe: 'Mall Kecil' Bikinan Arief Muhammad dengan Konsep Out of The Box
Share on FacebookShare on Twitter

Kemuculan Grebe itu seperti angin segar yang dibawa oleh Arief Muhammad. Awalnya saya juga bingung, sebenarnya apa, sih, Grebe itu? Tapi, setelah melihat video YouTube berisi penjelasan apa itu Grebe oleh Arief dan seorang partner-nya dalam membangun Grebe, saya malah terperangah sambil membatin, “Wow, ada ya, orang yang kepikiran bikin project dengan konsep segokil ini?”

Daripada banyak cincong, apa sih, Grebe itu?

Grebe adalah sebuah ‘mall kecil’ yang terletak di Lippo Mall Puri 1 Jakarta Barat. Jadi bisa dibilang seperti ‘mall’ di dalam mall. Tujuan Arief Muhammad membuat Grebe adalah untuk menyambungkan dunia online store dan offline store. Hah, maksudnya gimana?

Jadi, kalau kita belanja di online store, kita kan hanya bisa melihat-lihat produknya dari internet. Nah, di Grebe ini kita bisa melihat dan mencoba sendiri produk-produk tersebut sehingga kita nggak perlu merasa cemas memikirkan apakah barang yang kita beli di online store sesuai dengan ekspektasi yang kita atau nggak. Kalau lagi malas fitting, ada layar yang bisa menampakkan diri kita yang sedang menggunakan produk tersebut tanpa kita harus mencobanya, jadi mirip-mirip seperti filter instagram. Lalu, kalau kita merasa cocok dengan produk yang kita temukan di Grebe, kita bisa membelinya secara online lewat sebuah layar yang ada di dekat display produk tersebut dan nantinya produk itu bakal dikirim ke rumah kita. Menurut saya ini adalah sebuah terobosan baru dengan konsep yang unik.

Selain menguntungkan pembeli, kehadiran Grebe ini juga menguntungkan pebisnis online store. Dengan tarif 1,3 juta, online store tersebut dapat memajang display produk-produknya di Grebe dalam waktu sebulan. Berapa pun jumlah display barangnya, harganya tetap 1,3 juta. Tarif itu dapat dibilang lebih menguntungkan dibanding endorse dengan selebgram atau artis di Instagram dengan tarif ratusan hingga jutaan rupiah dengan iklan yang habis dalam tenggang 1×24 jam. Lebih menguntungkan juga daripada harus menyewa store sendiri di mall dengan harga sewa yang berkisar puluhan hingga ratusan juta. Brand yang ada di Grebe juga nggak hanya brand online shop aja, tapi juga ada banyak brand-brand ternama seperti Wakai, Eiger, dan Honda.

Nantinya, semua brand tersebut akan diklasifikasikan berdasarkan kategori masing-masing di area-area yang berbeda. Misalnya, seperti area makanan, fashion, make up dan skincare, otomotif, dan lain-lain. Yang nggak kalah unik, selain bisa mencoba produknya, kita juga bisa langsung menggunakan produk itu untuk aktivitas yang berhubungan dengan produk tersebut. Contohnya, kalau mau beli sepatu basket, kita bisa langsung mencoba memakainya selagi main basket di lapangan basket yang ada di dekat area sepatu basket. Kalau kita mau beli keperluan untuk panjat tebing, di sana juga sudah tersedia wall climbing untuk kita gunakan selagi memakai perlengkapan panjat tebing yang ada di display. Gokil nggak, tuh?

Menurut saya, Grebe ini kayak paket komplit. Pasalnya, di sini kita nggak cuma disuguhi deretan display beragam jenis brand yang bisa kita coba aja, tapi juga ada program-program harian kreatif yang bisa mendatangkan massa. Contohnya seperti diskon menarik yang cuma ada di hari Senin. Konsultasi gratis ke orang-orang professional seputar bidang psikologi dan finance setiap hari Selasa. Talkshow yang berkolaborasi dengan Narasi milik Najwa Shihab setiap hari Rabu. Penyediaan akses kolaborasi antar brand yang ada di hari Kamis. Kegiatan lelang barang-barang unik yang ada setiap Jumat. Acara musik di hari Sabtu, serta program-program khusus bertemakan keluarga seperti lomba anak-anak yang ada setiap hari Minggu. Dengan sederet rangkaian acara dan fasilitas yang disediakan, menurut saya pengunjung Grebe sangat cocok untuk segala kalangan.

Selain itu, Grebe juga digadang-gadang sangat mengedepankan teknologi, seperti adanya robot yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan pengunjung, vending machine yang nggak hanya menjual makanan dan minuman, tapi juga menjual baju dan sepatu. Ada juga layar-layar yang tersebar di Grebe yang dapat memberikan informasi seputar brand-brand yang ada di Grebe ketika kita memasukkan kode produk tersebut ke layar.

Baca Juga:

Fenomena Ikoy-Ikoyan yang Bikin Mundur Dunia Perkontenan

5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk Dimodifikasi Ulang Arief Muhammad

Jujur, saya sampai speechless ketika Arief Muhammad mempromosikan Grebe di channel Youtube-nya. Konsep Grebe benar-benar out of the box. Bagaimana cara Arief dan partner-nya mempersiapkan dan mengemas Grebe hingga menjadi sekeren ini menurut saya adalah salah satu hal yang sangat perlu untuk diapresiasi. Selain membantu para konsumen untuk dapat berbelanja produk online store tanpa rasa was-was akan kondisi barang yang takutnya tidak sesuai ekspektasi, Grebe juga sangat membantu para pebisnis online store untuk mempromosikan produknya dan membantu brand-brand lokal untuk berkembang. Tepuk tangan untuk Arief Muhammad dan Grebe-nya!

BACA JUGA Kos-kosan Mewah Arief Muhammad dan Romantisasi Pribadi Anak Kos atau tulisan Devi Mutia Alissa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2020 oleh

Tags: arief muhammadGrebemal kecil
Devi Mutia Alissa

Devi Mutia Alissa

Saya adalah mahasiswa tahun pertama yang mempelajari bidang hukum dan sangat tertarik pada film, musik, dan mental health issues yang terjadi di masyarakat. Saya ingin menjadi content writer yang dapat memberikan influence yang baik kepada pembacanya.

ArtikelTerkait

arief muhammad

Kos-kosan Mewah Arief Muhammad dan Romantisasi Pribadi Anak Kos

24 September 2019
Fenomena Ikoy-Ikoyan yang Bikin Mundur Dunia Perkontenan terminal mojok.co

Fenomena Ikoy-Ikoyan yang Bikin Mundur Dunia Perkontenan

3 Agustus 2021
rekomendasi mobil arief muhammad mojok

5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk Dimodifikasi Ulang Arief Muhammad

25 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial yang kerap terlewatkan Terminal

Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial, tapi kerap terlewatkan

12 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Nuduh semua fans Argentina pendukung zionis itu memang tolol (Unsplash)

Cacat logika menuduh fans timnas Argentina sama dengan mendukung zionis

12 Juli 2026
Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

Trotoar Jalan Veteran Malang yang tak suantai sayang: trotoar tidak rata, penuh pkl, macetnya minta ampun!

11 Juli 2026
Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

Harga Makanan di Surabaya Lebih Murah dari Banyuwangi: Untung bagi Pembeli, tapi Derita bagi Penjualnya

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.