Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
21 Mei 2026
A A
GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula (Pixabay)

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

Seminggu sekali, saya biasanya menyempatkan diri buat jogging santai di luar ruangan. Dulu, Simpang Lima dan Tri Lomba Juang jadi opsi utama. Tapi, belakangan, kedua tempat tadi sudah sangat padat manusia. Makanya, saya cari alternatif lokasi lain yang agak sedikit minggir dari pusat Kota Semarang. GOR Jatidiri Semarang akhirnya menjadi pelabuhan lari saya berikutnya.

Sejujurnya, saat pertama kali mengarahkan langkah ke sana, ekspektasi saya cukup tinggi. Sebab, kompleks olahraganya megah, luas, dan begitu profesional. Vibes yang dibentuk bisa memotivasi saya buat semangat cari keringat.

Namun, setelah kesekian kalinya rutin menyambangi tempat ini, ada sebuah realita yang perlahan mulai saya sadari. Fitrah GOR Jatidiri Semarang memang dibangun untuk mencetak prestasi para atlet. Namun, kalau amatiran cuma mau jogging sehat, malah bikin sewot.

Nggak ada jalur lari khusus di GOR Jatidiri Semarang, justru banyak ujian tanjakan

Masalah utama di Jatidiri adalah ketiadaan jogging track yang layak. Jangan harapkan adanya karpet karet sintetis yang empuk dan mengurangi potensi luka kalau jatuh. Sebab, lintasan yang datar serta ramah buat lutut saja nggak tersedia di sana.

Saya justru harus menghadapi kontur tanah yang naik turun minta ampun. Belum lagi, nggak ada pemisahan jalur yang tegas antara pejalan kaki dan kendaraan yang lalu lalang. Jadi, saat saya sedang asyik mengatur napas, saya harus tetap sigap menepi kalau ada motor lewat.

Memang, jalur yang menanjak bikin saya lebih cepat membakar kalori. Namun, jujur saja, betis saya sudah teriak minta berhenti di menit ke sepuluh. Bagaimanapun, menahan beban tanjakan sebenarnya nggak perlu-perlu amat buat orang yang cuma mau jogging santai.

BACA JUGA: 5 Alasan Jogging di Simpang Lima Semarang Kini Terasa Menyiksa

Kucing liar hobi berkeliaran dan sisa makanan mereka berserakan

Selain jalur yang kurang mendukung, saya juga harus terbiasa dengan keberadaan kucing-kucing liar yang jumlahnya nggak cukup dihitung dengan jari tangan di Gor Jatidiri Semarang. Problem utamanya bukan pada eksistensi mereka. Tapi, pada kebiasaan orang-orang yang gemar memberi makan kucing di area tersebut tanpa memperhatikan kebersihan.

Baca Juga:

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Akibatnya, di beberapa titik saya sering menemukan sisa-sisa makanan berserakan. Selain nggak enak dilihat dan mengundang lalat, terkadang makanan tadi bisa menempel di alas kaki kalau nggak cermat. Ya, masa saya harus lari sambil menundukkan pandangan terus demi menghindari sisa makanan tadi?

Ujian sabar saat bertemu orang yang nekat belajar setir di GOR Jatidiri Semarang

Ini bagian yang paling bikin saya mengelus dada. Entah apa yang ada di pikiran orang-orang yang nekat membawa mobil untuk belajar setir di area GOR Jatidiri Semarang. Saat banyak orang sedang berusaha fokus mengejar pace lari, mereka harus ekstra waspada terhadap mobil yang melaju tersendat-sendat di jalur yang sama.

Melihat mereka belajar parkir atau memutar setir di tengah area orang berolahraga benar-benar menguji kesabaran. Alhasil, tubuh saya gagal bugar. Yang ada malah banyak-banyak mendaraskan doa lantaran paham betul pengemudi di balik setir mobil itu mukanya terlihat lebih tegang ketimbang atlet yang sedang bertanding. 

Drone yang terbang seenaknya, satpam ke mana?

Kejadian ini baru saja saya saksikan beberapa hari lalu. Ada seseorang yang nekat menerbangkan drone. Lucunya, dia malah bertanya kepada atlet yang sedang berlatih di sana soal boleh atau nggaknya. Sebuah gestur yang jelas membuktikan bahwa dia belum mengantongi izin apa pun untuk menerbangkan drone di area GOR Jatidiri.

Persoalannya bukan sekadar suara dengung mesin yang bising dan merusak ketenangan. Yang bikin lebih kesal adalah bagaimana ruang publik ini jadi tempat mainan bagi mereka yang nihil kepedulian terhadap keamanan dan kenyamanan orang lain. Padahal, urusan penggunaan kamera profesional saja sudah ada aturannya, apalagi alat seperti ini.

Lebih parah lagi, saat kejadian itu berlangsung, nggak ada satu pun satpam atau petugas keamanan yang muncul untuk menegur. Seolah-olah area ini memang dibiarkan jadi wilayah bebas bagi siapa saja yang mau berulah. Yang penting, sudah bayar retribusi parkir. 

Ambisi untuk hidup sehat sering kali harus berbenturan dengan realita yang nggak selalu satu frekuensi dengan ekspektasi. Datang ke GOR Jatidiri Semarang dengan niat mencari ruang yang aman untuk mengatur napas, malah berujung pulang dengan napas memburu. Bukan karena lelah berolahraga, tapi karena penat menghadapi segala keruwetan di dalamnya.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Spot Jogging di Kota Semarang yang Cocok untuk Pemula

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2026 oleh

Tags: gor jatidirigor jatidiri semarangSemarangTempat Jogging Semarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Semarang Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun, Kota Ini Semakin Sibuk dan Sesak Menyerupai Jakarta Mojok.co

Semarang Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun, Kota Ini Semakin Sibuk dan Sesak Menyerupai Jakarta

13 Februari 2024
Pengalaman Pertama Berkunjung ke Dusun Semilir Semarang, Destinasi Wisata yang Tidak Ramah untuk Kaum Mendang-Mending

Pengalaman Pertama Berkunjung ke Dusun Semilir Semarang, Destinasi Wisata yang Tidak Ramah untuk Kaum Mendang-Mending

24 September 2024
Rekomendasi 5 Mi Ayam Dekat Undip Semarang Terminal Mojok

Rekomendasi 5 Mi Ayam Dekat Undip Semarang yang Pas buat Mahasiswa

20 Juni 2022
Mentang-mentang Semarang Sebelahan sama Venus, Bukan Berarti Orang Semarang Kebal dengan Panas Heatwave yang Sedang Menyerang jakarta

Mentang-mentang Semarang Sebelahan sama Venus, Bukan Berarti Orang Semarang Kebal dengan Heatwave yang Sedang Menyerang

16 Oktober 2023
7 Sisi Gelap Gunung Telomoyo yang Belum Disadari Banyak Orang Mojok.co

7 Sisi Gelap Gunung Telomoyo yang Belum Disadari Banyak Orang

27 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Jogja Itu Aneh: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026
Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.