Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Goa Sunyaragi Cirebon, Bangunan Mirip Candi yang Bentuk dan Arsitekturnya di Luar Nalar

Halim Mohammad oleh Halim Mohammad
1 Februari 2024
A A
Goa Sunyaragi Cirebon, Bangunan Mirip Candi yang Bentuk dan Arsitekturnya di Luar Nalar

Goa Sunyaragi Cirebon, Bangunan Mirip Candi yang Bentuk dan Arsitekturnya di Luar Nalar (Akun Instagram Official Goa Sunyaragi)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai penduduk baru Kota Cirebon, saya selalu merasa excited setiap kali seseorang merekomendasikan saya tempat wisata terdekat yang bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki dari kosan atau naik ojol sekitar 5 sampai 20 menitan. Itu sebabnya, saat salah satu penjual nasi lengko bercerita sedikit tentang Goa Sunyaragi, saya langsung mengatur jadwal agar bisa mengunjunginya di akhir pekan.

Walaupun penampakannya sudah pernah saya lihat di Google Maps, saya masih membayangkan jika Goa Sunyaragi merupakan gua dengan lorong panjang nan gelap yang sepertinya kurang menarik untuk dijadikan objek wisata keluarga. Sekalipun itu menjadi bagian penting dari sejarah panjang Kota Cirebon. Namun setelah saya melihatnya dengan mata kepala sendiri, saya dibuat kaget bukan main. Apa yang saya pikirkan berbanding terbalik dengan pemandangan menakjubkan yang ada di depan mata.

Sekilas pemandangan itu mengingatkan saya pada komplek Candi Prambanan yang baru saja saya kunjungi 2 bulan lalu. Namun saat saya berjalan dan melihatnya dari jarak yang lebih dekat, saya menemukan sesuatu yang tidak kalah menakjubkan sekaligus membuat saya bertanya-tanya. Kok bisa, sih tempat sekeren ini nggak terkenal?

Disusun dari batu karang asli dengan bentuk yang mindblowing

Hal pertama yang saya lihat setelah memasuki komplek Goa Sunyaragi adalah sebuah bangunan besar yang sekilas mirip candi namun tampak jauh lebih unik. Maaf kalau saya terlalu sembarangan menjabarkannya. Tetapi setelah dilihat-lihat, bagunan besar dengan gua di bagian tengah bawahnya itu memang agak menyerupai kepala monster raksasa dengan lelehan-lelehan lilin berukuran besar di setiap sisinya.

Andai saja saat itu tidak ada pengunjung lain, mungkin saya akan mengurungkan niat untuk mendekat dan lebih baik mencari makan siang atau kembali ke kosan. Namun saya cukup beruntung karena mengunjunginya di akhir pekan.

Hal yang bikin geleng-geleng kepala ternyata bukan hanya bentuknya saja. Setelah didekati dan dilihat dengan lebih saksama, saya baru menyadari jika hampir seluruh bagian dari bangunan besar tersebut disusun dari batu karang asli yang secara tidak langsung melejitkan daya tarik. Satu yang saya pertanyakan saat itu, kok bisa kepikiran, sih? Se-out of the box itu kah masyarakat Cirebon pada akhir abad ke-17?

Goa Sunyaragi berawal dari mimpi yang penuh teka-teki

Saya tidak mengerti kenapa saya tidak didampingi seorang guide saat menyusuri komplek gua seluas 15 hektare. Sementara sebagian besar pengunjung selalu ditemani seorang pria berpakaian batik yang kerap kali menjelaskan sejarah singkat sampai makna dari setiap gua yang ada di sana. Apakah memang perlu ada biaya tambahan untuk jasa tersebut? Kalau memang demikian, kenapa saya tidak ditawari saat membeli tiket masuk?

Bagaimanapun, saya akhirnya menemukan cara untuk setidaknya mengetahui hal-hal mengenai situs bersejarah ini. Yaitu dengan mengikuti sebuah keluarga kecil yang kebetulan tengah ditemani seorang guide. Tentu saja dengan tetap menjaga jarak agar tidak dianggap freak. Alhasil, saya jadi mengetahui jika komplek bangunan yang dahulu merupakan tempat meditasi dan beristirahat sultan-sultan Cirebon beserta keluarganya ini juga sempat menjadi lokasi strategis bagi para pejuang untuk beristirahat dan mengatur strategi melawan penjajah.

Baca Juga:

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

Cepogo Cheese Park di Boyolali Memang Istimewa, tapi Saya Ogah Kembali ke Sana

Adapun ide terkait desain dan penggunaan batu karang, hal yang dari tadi saya pertanyakan, berasal dari mimpi-mimpi Sunan Gunung Jati. Konon, sang sunan kerap bermimpi melihat istana yang bentuknya tidak jelas dan tidak beraturan. Mimpi itu semakin diperkuat oleh kedatangan kapal-kapal dagang dari Tiongkok yang mengangkut batu-batu karang dengan jumlah yang sangat banyak.

Sultan mencoba menumpuk bebatuan tersebut dan secara tidak sengaja menciptakan sebuah replika bangunan yang kerap ia lihat di dalam mimpi-mimpinya. Ia kemudian menceritakan hal tersebut pada Pangeran Losari, salah satu kerabat sekaligus orang yang kemudian menjadi arsitek Goa Sunyaragi Cirebon.

Saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Yang jelas, versi itulah yang saya terima. Saya tidak punya kesempatan untuk bertanya karena gerak-gerik saya sudah mulai dicurigai.

Bayarnya sekali, 10 gua bisa langsung dieksplorasi

Sebelumnya saya sempat menyinggung bahwa komplek Goa Sunyaragi Cirebom ini memiliki luas mencapai 15 hektare. Hampir mendekati setengah dari luas komplek Candi Prambanan di Yogyakarta yang memiliki luas 39,8 hektare. Hal inilah yang kemudian membuat Goa Sunyaragi Cirebon jadi makin menarik. Bukan hanya satu bangunan atau satu gua saja yang bisa kita kunjungi, melainkan 10 gua dan 6 bangunan yang letaknya tersebar di seluruh penjuru komplek Goa Sunyaragi.

Goa tersebut adalah Goa Pengawal, Goa Pandekemasan, Goa Simanyang, Bangsal Jinem, Mande Beling, Goa Peteng, Cungkup Puncit, Goa Langse, Kamar Panembahan, Kamar Kaputren, Bale Kambang, Goa Arga Jumut, Goa Padang Ati, Goa Kalanggengan, Goa Lawa, dan Goa Pawon.

Tentu saja setiap gua dan bangunan tersebut memiliki penampakan berbeda yang sudah disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Misalnya Goa Langse sebagai tempat bersantai. Lalu, Goa Arga Jumut sebagai tempat orang-orang penting keraton. Goa Kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng jabatan. Kemudian, Goa Pengawal sebagai tempat berkumpulnya pengawal sultan. Lalu, Goa Peteng sebagai sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh, dan masih banyak lagi.

Goa Sunyaragi, tempat terbaik di Cirebon

Bagaimanapun, komplek Goa Sunyaragi Cirebon merupakan tempat terbaik yang pernah saya kunjungi selama 3 minggu lebih saya tinggal di Kota Cirebon. Bahkan dari banyaknya tempat menarik yang pernah saya kunjungi selamat ini, tidak pernah saya menemukan sebuah bangunan dengan bentuk seunik dan seautentik ini yang ternyata disusun menggunakan batu karang asli. Menariknya lagi, tiket masuknya pun tergolong cukup murah, hanya 15 ribu per orang. Mungkin akan lebih murah kalau datangnya rombongan.

Saya tidak mengerti mengapa tempat sekeren dan semurah ini begitu underrated. Goa Sunyaragi berhak mendapat perhatian lebih!

Sumber gambar: Akun Instagram Official Goa Sunyaragi

Penulis: Halim Mohammad
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kuningan dan Cirebon: Berbeda tapi Saling Melengkapi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Februari 2024 oleh

Tags: arsitekturcirebongoa sunyaragiSultan Cirebontempat wisata
Halim Mohammad

Halim Mohammad

Sehari-hari bergelut dengan digital marketing. Di waktu senggang menonton film atau pergi hiking. Gemar menulis sejak SMA.

ArtikelTerkait

Pungli di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon Adalah Bentuk Kebobrokan Pemerintah Daerah

Pungli di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon Adalah Bentuk Kebobrokan Pemerintah Daerah

1 Oktober 2025
Kota Lama Semarang vs Kota Tua Jakarta, Serupa tapi Tak Sama Terminal Mojok

Kota Lama Semarang vs Kota Tua Jakarta, Kawasan Wisata Bersejarah yang Serupa tapi Tak Sama

1 Juli 2022
Suku Sunda Nggak Kuat Merantau Itu Anggapan Sesat (Unsplash)

Benarkah Orang Suku Sunda Nggak Punya Nyali untuk Merantau seperti Suku Lain?

28 Oktober 2023
Memangnya Ada Tempat Wisata di Solo?

Memangnya Ada Tempat Wisata di Solo?

3 Januari 2022
Sauto dan Lengko, Kuliner yang Jadi Sengketa Antara Tegal dan Daerah Tetangga

Sauto dan Lengko, Kuliner yang Jadi Sengketa Antara Tegal dan Daerah Tetangga

17 Februari 2023
5 Tempat Wisata Alam yang Katanya Ada di Bandung padahal Bukan Terminal Mojok

5 Tempat Wisata Alam yang Katanya Ada di Bandung padahal Bukan

28 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.