Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Globalisasi dan Millenials Penyebab Kebangkitan Kedua Bait-Bait Sendu Didi Kempot

Soffya Ranti oleh Soffya Ranti
22 Agustus 2019
A A
sendu

sendu

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa sih yang nggak tahu The Godfather of Broken Heart atau The Lord of Broken Heart yang trending ini. Yap, Didi Kempot dengan segala lagu-lagu mellow yang menyayat hati para penyandang status patah hati dan kasih tak sampai. Entahlah sejak kapan detailnya bapak patah hati ini alias  Didi Kempot bisa trending di kalangan millenials saat ini.

Saat  itu saya masih kecil mengetahui pertama kali lagu-lagu beliau. Teringat umur lima atau tujuh tahun saya sudah menyukainya alias sudah terbiasa mendengar melodi beliau karena pengaruh simbah yang selalu menyetel lagunya setiap pagi. Lagu yang paling saya ingat betul dan menikmatinya adalah Stasiun Balapan, lagu tersebut bermakna sebagai cerita perpisahan dengan sang terkasih.

Walaupun jujur saja saat itu saya sangat dini sekali mengerti makna lagunya, tapi saya menikmati melodinya yang asik nan sendu dengan Boso Jowo yang saya sendiri juga fasih. Tapi entah kenapa beranjak dewasa saya nama Didi Kempot pun semakin larut dari telinga saya. Semakin perkembangan zaman pun kaset atau VCD pun mulai mencar kesana kemari.

Saat namanya kembali menjulang saat ini. Didi Kempot seolah mengalami kebangkitan keduanya, popularitas seakan semakin menjak seiring banyaknya juga kaum millenials era digital. Beliau sejak dulu memang sudah terkenal akan lagu-lagu sendu. Apalagi saat ini di mana media sosial sudah menjamur Didi Kempot seakan reborn dengan penggemarnya yang terupgrade.

Dulu yang saya ketahui simbah dan para bude pakde menjadi penggemar paling utama. Di era millenials penggemar Didi Kempot lebih menjorok para anak muda bahkan anak baru labil yang sudah merasakan nasib patah hati dan kasih tak sampainya. Seolah lagu-lagu beliau mewakili sadboy dan sadgirl saat ini.

Apalagi dengan gelar The Lord of Broken Heart-nya  membuat saya benar-benar tegelitik dan benar saja saat saya tersadar lagu beliau adalah rata-rata karena kisah patah hati atau bertepuk sebelah tangan. Sampai pada saat ini saya mendengar julukan sadboy dan sadgirl yaitu siapapun yang merasakan hal senasib sama dengan cerita lagu tersebut.

Lantas, apa sih sebenarnya yang membedakan kepopuleran beliau dan saat ini. Yah, tentu saja orang patah hati jaman dulu dan sekarang berbeda. Tak dapat dipungkuri pengaruh globalisasi dan millenials yang membuat trending.

Tentunya jaman saya masih piyek yang di mana dunia digital belum kebanyakan mengihiasi aspek kehidupan orang patah hati cenderung yah biasa aja yah gimana internet dan instagram juga sosial media lain  belum menjamur buat update status patah hati. Apalagi lagi YouTube yang belum ada.

Baca Juga:

3 Ruas Jalan Jogja yang Sebaiknya Dihindari Warga yang Dilanda Patah Hati

Purwokerto, Tempat Ternyaman untuk Merayakan Patah Hati

Ini nih pengaruh globalisasi ditambah millenials membuat kebangkitan lagu-lagu Didi Kempot yang menurut saya udah enak dari dulu makin banyak peminat sampai trending. Bahkan julukan The Lord of Broken Heart pun tergelar pada beliau di era saat ini. Siapa lagi kalau bukan sadboy dan sadgirl yang  menjulukinya

Yah ini nih salah satu keuntungan pengaruh globalisasi. Dulu ingin mendengarkan lagu khususnya lagu Didi Kempot, simbah atau saya perlu membuka tutup VCD, membuka kemasan kaset, menggosoknya terlebih dahulu agar tak macet lalu memasukkannya ke pemutar musik, tutup dan mendengarkan. Setelah daftar lagu sampai pada nomor terakhir usailah menikmati.

Sekarang? Mp3 atau bahkan dengan Google, YouTube, JOOX, Spotify yang kita sudah dengan mudah menikmati lantunan melodi-melodi sendu Godfather of Broken Heart ini. Bahkan di Spotify pun tersedia satu album komplit khusus bagi kamu sadboy dan sadgirl mendengar lagu sendu Didi Kempot.

Ketika saat ini para millenials dan globalisasi mempunyai peran yang menguntungkan bagi kami untuk saling berbagi dalam sendu-sendu bait Sewu Kutho, Stasiun Balapan, Suket Teki, dan bait sendu lain Godfather kita bersama. Untuk kalian yang baru saja mengenal lagu-lagu beliau dan jatuh cinta, Selamat bergabung dalam ikatan sadboy dan sadgirl Indonesia. Yo semuanya, sewu kutho uwes tak liwati~ (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2019 oleh

Tags: didi kempotglobalisasimilenialsPatah HatisenduThe Godfather of Broken Heart
Soffya Ranti

Soffya Ranti

Yang sedang melawan penyakit malas dengan mencoba produktif dengan menulis.

ArtikelTerkait

didi kempot dan band indie

Didi Kempot Geser Popularitas Band Indie

23 Agustus 2019
Baudrillard

Ketika Apa yang Kita Beli Menentukan Kasta Kita, Saatnya Belajar Filsafat Baudrillard!

3 Maret 2020
ha milik tanah klitih tingkat kemiskinan jogja klitih warga jogja lagu tentang jogja sesuatu di jogja yogyakarta kla project nostalgia perusak jogja terminal mojok

Jogja, Sebaik-baiknya Solusi untuk Mengobati Patah Hatimu

27 Januari 2021
Magang di Pengadilan Agama Bikin Saya Lebih Realistis dalam Memandang Pernikahan broken home

Ditinggal Nikah Itu Biasa Saja, tapi Kesedihannya Perlu Dirayakan

2 November 2020
memecahkan berarti membeli

“Memecahkan Berarti Membeli”, Ternyata Tidak Berlaku Untuk Hati Dan Perasaan

17 Juni 2019
Jalan Kesehatan Depan Fakultas Teknik UGM, Jalan Paling Syahdu Sekaligus Paling Sendu di Jogja Mojok.co

Jalan Kesehatan Depan Fakultas Teknik UGM, Jalan Paling Syahdu Sekaligus Paling Sendu di Jogja

4 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026
Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Malang, sebab Selalu Dilatih dengan Menghindari Jalanan Berlubang!

11 Januari 2026
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026
Alasan Orang Lebih Memilih Menu Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe Mojok.co

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

12 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.