Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Getuk Goreng Sokaraja, Bukti bahwa Makanan Khas Banyumas Tak Perlu Kreatif untuk Melegenda

Mas Aditya oleh Mas Aditya
16 Juni 2025
A A
Getuk Goreng Sokaraja, Bukti bahwa Makanan Khas Banyumas Tak Perlu Kreatif untuk Melegenda

Getuk Goreng Sokaraja, Bukti bahwa Makanan Khas Banyumas Tak Perlu Kreatif untuk Melegenda (Midori via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi masyarakat Banyumas, khususnya di Kecamatan Sokaraja, getuk goreng bukan sekadar makanan ringan yang disajikan di waktu senggang. Kudapan ini telah menjadi bagian dari identitas kolektif masyarakat lokal, sumber penghidupan keluarga, dan komoditas ekonomi yang menggerakkan roda usaha kecil dan menengah. Getuk goreng bahkan telah menjelma menjadi ikon makanan khas Kabupaten Banyumas yang selalu diburu wisatawan sebagai oleh-oleh. Tak sedikit pula yang mengatakan belum ke Banyumas kalau belum mencicipi getuk goreng Sokaraja.

Asal-usul getuk goreng Sokaraja yang sangat sederhana

Di balik ketenarannya yang seolah sangat monumental, getuk goreng sebenarnya memiliki proses penciptaan yang sangat sederhana. Bahkan bisa dibilang tidak melibatkan inovasi besar di awal kemunculannya.

Getuk goreng hanyalah modifikasi dari getuk cemol atau getuk teles, olahan singkong yang dikukus dan diberi gula kelapa. Dalam pengolahannya, yang dilakukan hanyalah menggoreng kembali getuk tersebut sehingga menciptakan tekstur yang lebih renyah di bagian luar. Rasanya pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan getuk basah. Perbedaan utamanya hanya pada tekstur, lebih berminyak, dan sensasi saat digigit.

Kini memang banyak varian rasa bermunculan, mulai dari rasa cokelat, keju, durian, hingga rasa-rasa kekinian. Namun pada dasarnya, getuk goreng Sokaraja tetaplah olahan singkong sederhana yang dimasak dengan cara digoreng ulang. Kreativitas barangkali bukan titik awal keberhasilannya, melainkan keberuntungan, konsistensi, dan kecintaan masyarakat terhadap cita rasa lokal.

Dari antimubazir menjadi legenda kuliner

Dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Jawa Tengah, getuk goreng pertama kali dibuat pada tahun 1918 oleh Pak Sanpirngad, seorang penjual nasi rames di Sokaraja. Dalam kesehariannya, Pak Sanpirngad juga menjual getuk cemol sebagai pelengkap.

Akan tetapi sering kali getuk-getuk itu tidak habis terjual dan akhirnya terbuang sia-sia. Daripada membuang makanan, Pak Sanpirngad mencoba menggoreng sisa getuk dan menyajikannya secara cuma-cuma kepada pelanggan warungnya. Tak disangka, getuk goreng itu justru disukai banyak orang. Baru setelah enam tahun, getuk goreng Sokaraja dijual secara resmi dan tak lagi diberikan secara gratis.

Diteruskan oleh keluarga, disebarkan oleh warga

Warisan kuliner ini tidak berhenti di tangan Pak Sanpirngad. Menantunya, H. Tohirin, kemudian meneruskan usaha getuk goreng Sokaraja ini dengan lebih serius. Hingga kini, nama “Getuk Goreng Asli H. Tohirin” menjadi merek dagang yang sangat dikenal di Sokaraja dan sekitarnya.

Di sepanjang jalan utama Sokaraja, kita bisa dengan mudah menemukan berbagai cabang toko getuk goreng dengan plang berwarna khas dan aroma khas gorengan singkong yang menggoda. Penerus H. Tohirin juga turut melanjutkan usaha ini, menjadikannya sebagai bisnis keluarga lintas generasi.

Baca Juga:

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

Kisah getuk goreng Sokaraja adalah pengingat yang kuat bahwa kelegendarisan tidak selalu lahir dari inovasi yang besar atau kreasi yang rumit. Terkadang, sesuatu yang tampak biasa dan bahkan dianggap “tidak kreatif”, justru mampu bertahan dan menjadi warisan kuliner yang melekat kuat dalam identitas sebuah daerah. Getuk goreng bukan sekadar penganan manis berbahan dasar singkong dan gula merah, ia adalah simbol dari konsistensi, kesederhanaan, dan cinta masyarakat terhadap cita rasa tradisional.

Keberadaan makanan khas Banyumas yang terus lestari hingga kini membuktikan bahwa orisinalitas dan rasa yang tulus bisa menyaingi tren makanan kekinian yang serba instan dan estetis. Di tengah gempuran kuliner modern dan dominasi makanan cepat saji, getuk goreng Sokaraja berdiri tegak sebagai representasi dari kearifan lokal Banyumas yang tidak pernah kehilangan daya tarik. Ia adalah bukti bahwa tradisi, meskipun berasal dari sesuatu yang tampak remeh atau monoton, tetap bisa mencuri hati banyak orang dan diwariskan lintas generasi.

Penulis: Mas Aditya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Kuliner Khas Banyumas yang Menggoyang Lidah dan Wajib Dicoba.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2025 oleh

Tags: banyumasgetuk gorenggetuk goreng sokarajakuliner banyumasmakanan khas banyumasSokaraja
Mas Aditya

Mas Aditya

Penulis konten di PWT Undercover yang suka mengamati Banyumas Raya apa adanya. Tulisannya bisa santai, bisa tajam, tergantung bahan dan suasana hati.

ArtikelTerkait

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Kemacetan Panjang di Pertigaan Ajibarang Banyumas Masih Jadi PR yang Belum Diselesaikan

Kemacetan Panjang di Pertigaan Ajibarang Banyumas Masih Jadi PR yang Belum Diselesaikan

20 April 2024
purwokerto pesantren dekat kampus mojok

Buat para Maba, Ini 5 Rekomendasi Pesantren Dekat Kampus di Purwokerto

13 September 2020
3 Dosa Penjual Mendoan yang Bikin Warga Lokal Banyumas Marah Mojok,co

3 Dosa Penjual Mendoan yang Bikin Warga Lokal Banyumas Marah

14 Agustus 2025
Kota Lama Banyumas Disulap Mirip Malioboro Jogja, tapi Malah Bernasib Sial Mojok.co

Kota Lama Banyumas Disulap Mirip Malioboro Jogja, tapi Malah Bernasib Sial

4 April 2024
Purwokerto Membuat Orang Purbalingga Cemburu dan Iri Hati (Unsplash) kemacetan

Berbagai Fasilitas dan Kemudahan di Purwokerto Membuat Saya Sebagai Orang Purbalingga Cemburu

22 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna
  • Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif
  • Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.