Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Gaya Parenting Mama Rosa Hospital Playlist Memang Layak Diteladani Orang Tua Zaman Now

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
25 Juli 2021
A A
Gaya Parenting Mama Rosa dalam Drama Hospital Playlist Layak Ditiru Orang Tua Zaman Now terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Penikmat drama Hospital Playlist yang saat ini on going season 2 pasti tahu siapa Mama Rosa. Bernama lengkap Jeong Ro Sa (Kim Hae Sook), ibu dari Ahn Jeong Won ini memiliki kepribadian unik dan disayang banyak orang.

Dalam season 1, ada banyak scene yang menceritakan kegalauan Ahn Jeong Won yang ingin minta izin Mama Rosa untuk melepas kariernya sebagai dokter dan mengabdikan diri sebagai pastor. Keempat kakaknya sukses mendapat izin dari sang ibu untuk jadi pastor dan suster, karena itu Jeong Won pun berpikiran tidak akan sulit mendapat izin dari ibunya. Akan tetapi, ternyata setelah bertahun-tahun pun Mama Rosa tetap tidak merestui karena ingin anak bungsunya itu tetap bekerja di Yulje Medical Center, menikah, dan punya anak.

Ada lima anak Mama Rosa, semuanya ingin menjadi pastor dan suster. Wow banget nggak, sih? Bukan hanya itu, anak-anak Mama Rosa juga punya sifat altruistik yang jarang sekali ditemui di masyarakat modern yang lahir dan dibesarkan di kota besar yang penuh persaingan dan individualistik seperti Seoul.

Jadi, kira-kira apa rahasia Mama Rosa, ya? Gaya parenting seperti apa yang blio terapkan? Saya membuat daftar 5 hal yang konsisten dilakukan Mama Rosa dalam drama Hospital Playlist.

Mau mendengarkan anak

Pada Hospital Playlist Season 2 episode 4 diceritakan Ju Jong Su (Kim Gap Soo), sahabat sejak kecil Mama Rosa sekaligus eksekutif Yulje Medical Center, mengatakan bahwa sejak kecil anak-anak Mama Rosa chatty alias suka mengobrol. Mama Rosa membenarkan kelima anaknya setiap kali pulang sekolah selalu ramai bercerita tentang apa pun yang mereka lakukan di sekolah dan Mama Rosa tidak pernah melarang kebiasaan ini.

Rasanya kebiasaan itu bukan hanya membuat anak-anak Mama Rosa terlihat selow menjalani hidupnya, tapi juga melatih mereka menjadi pendengar yang baik bagi orang lain. Sejak di season 1, banyak sekali adegan Jeong Won dan kakak-kakaknya diceritakan telaten mendengar keluh kesah orang lain. Tak disangka, kesediaan Mama Rosa mendengar cerita anak-anaknya sejak kecil membuat anak-anaknya tumbuh menjadi orang yang mau mendengarkan orang lain juga. Mau didengar memang belum tentu mau mendengarkan, mau didengar sekaligus mau mendengar ternyata harus dilatih sejak kecil dan menjadi kebiasaan seiring pertumbuhan anak.

Tidak menuntut anak menjadi sempurna

Orang tua di Korea umumnya menginginkan anaknya berprestasi di sekolah dengan rekam jejak akademis tanpa cacat dan punya standar moral yang tinggi. Anak yang tidak mampu mencapai standar-standar tersebut dianggap sebagai kegagalan orang tua dalam mendidik. Karena itu anak menjadi trofi bagi orang tua di kehidupan sosialnya, yang akhirnya membuat anak-anaknya menjadi tertekan.

Mama Rosa berbeda. Diceritakan dalam Hospital Playlist season 1 saat suaminya meninggal dan semua anak berkumpul, Jeong Won kaget kakaknya, Peter (Sung Dong Il), merokok. Dengan santai Mama Rosa menjelaskan bahwa kakak Jeong Won tersebut sudah merokok sejak SMP dan blio yang mengajari. Jeong Won hanya bisa melongo mendengar penjelasan ibunya karena selalu berpikir bahwa kakak-kakaknya adalah sosok-sosok yang sempurna yang tidak tertarik melakukan kenakalan khas anak-anak dan remaja.

Baca Juga:

Drakor Resident Playbook Tamat tapi Menyisakan Kekecewaan

5 Mertua Paling Idaman dan Green Flag di Drama Korea, Mertua Hong Hae In “Queen of Tears” Salah Satunya!

Menghargai pilihan dan keputusan anak

Meski kecewa dengan pilihan hidup anak-anaknya, Mama Rosa tetap menghargai pilihan dan keputusan mereka. Tapi kok melarang Jeong Won jadi pastor? Karena Mama Rosa melihat Jeong Won lebih tepat menjadi dokter ketimbang pastor. Dengan berkarier sebagai dokter dan bekerja di Yulje Medical Center, Mama Rosa diam-diam berharap Jeong Won bisa menolong banyak orang.

Satu-satunya alasan egois Mama Rosa adalah ingin melihat salah satu anaknya ada yang menikah dan punya anak untuk melanjutkan silsilah keluarga, yang mana keinginan tersebut sangat manusiawi untuk masyarakat Korea yang patrilineal. Terlebih Jeong Won dianggap sangat kompeten sebagai dokter, seperti yang diceritakan oleh Ju Jeon (Jo Seung Yeon) dan Ju Jong Su, sahabat-sahabat Mama Rosa yang juga eksekutif di Yulje Medical Center.

Hidup sederhana dan secukupnya

Saat Ju Jong Su bersedih karena anak-anaknya minta warisan dbagikan padahal orang tua masih hidup, dalam Hospital Playlist season 2 episode 4, Mama Rosa menyebut bahwa semua anak akan seperti itu untuk menghibur hati sahabatnya. “Jeong Won tidak seperti itu,” jawab Jong Su. Ia kemudian beralih ke Jeong Won dan menceritakan bahwa Mama Rosa punya tanah luas warisan dari keluarga dan berencana mewariskannya pada Jeong Won.

Mendengar hal itu Jeong Won malah bingung kenapa ibunya mewariskan kepadanya padahal ia tidak membutuhkan tanah. Jeong Won malah meminta Mama Rosa menjual tanah warisan tersebut lalu membeli apartemen yang bagus. Jika masih kurang, ia bahkan menawarkan mengajukan pinjaman ke bank untuk membantu Mama Rosa.

Ini luar biasa. Mama Rosa berasal dari keluarga berada, menikah dengan konglomerat, tapi hidup di rumah sederhana dan tidak pernah terlihat memakai barang mewah. Mama Rosa bahkan tidak punya pembantu, Jeong Won rutin mengunjungi ibunya untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Mama Rosa jadi teladan bagi anak-anaknya, terbukti kelima anaknya hidup dengan sederhana dan secukupnya seperti ibu mereka.

Menolak ikut campur urusan orang lain dan fokus pada diri sendiri

Bisa punya sahabat untuk ngobrol dan makan bareng di usia lansia seperti Mama Rosa sepertinya layak dijadikan life goal di hari tua. Ada adegan di mana Mama Rosa minum kopi bersama Cho Young Hye (Moon Hee Kyung), ibu dari Yang Seok Hyeong (Kim Dae Myung), yang diceritakan kaya raya serta modis. Saat minum kopi mereka tak sengaja melihat mantan istri Seok Hyeong, Young Hye tak tahan untuk menjelek-jelekkan mantan menantunya. Mama Rosa segera menegur mengatakan bahwa kedatangan mantan istri Seok Hyeong ke Yulje Medical Center bukan urusan Young Hye. Mama Rosa juga menganjurkan Young Hye tidak ikut campur urusan pribadi anaknya dan fokus pada kebahagiaan diri sendiri saja, jangan sampai membebani anak (meminta Seok Hyeong menikah lagi).

Saat ada scene tersebut, seolah terkuak alasan Mama Rosa selalu terlihat bahagia dan membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman. Attitude yang seperti ini juga ada pada Jeong Won yang tidak suka kepo dan bergosip, namun di sisi lain sangat perhatian dan mampu berempati saat orang lain membutuhkan bantuan.

Parenting, menurut Diana Baumrind (1967), secara garis besar bisa dikategorikan dalam tiga tipe: pola asuh otoriter, pola asuh demokratis/otoritatif, dan pola asuh permisif. Dan Mama Rosa Hospital Playlist cenderung memakai pola asuh demokratis/otoritatif.

Mendorong anak-anak untuk mandiri (namun orang tua tetap menempatkan batas-batas dan kendali), memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan, pola komunikasi dua arah dan hangat, dan bersikap positif pada anak adalah metode dalam pola asuh demokratis/otoritatif yang dipraktikkan oleh Mama Rosa.

Yang terpenting—jauh lebih penting penting dari memilih gaya parenting—adalah Mama Rosa mengasuh anak dengan cara memberi teladan dan bukannya mendikte atau menyerahkan tanggung jawab mendidik anak pada pihak/institusi lain.

Satu lagi, Mama Rosa bukan tipe mahmud zaman sekarang yang alih-alih mengajarkan dan memberi contoh di keseharian, eh, malah menyodorkan gadget ke anak supaya bisa menonton kartun Nussa. Akhirnya anak bisa membaca berbagai doa untuk sehari-hari, anak bisa tahu bahwa saat menguap harus menutup mulut, dan seterusnya bukan dari mencontoh perilaku orang tua di keseharian, melainkan dari tontonan YouTube.

Sumber Gambar: Ahjummamshies.com

BACA JUGA 5 Lagu Anime dan Film Jepang Paling Ikonik dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2021 oleh

Tags: Gaya Hidup Terminalgaya parentinghospital playlistibu dan anak
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

pembaruan update iphone fitur baru ios 14 mojok.co

4 Karakter Orang yang Nggak Cocok Pakai iPhone

13 Agustus 2021
Menolak Judi Bola Bukan karena Haram, tapi karena Nggak Tahu Aturan Mainnya terminal mojok

Menolak Judi Bola Bukan karena Haram, tapi karena Nggak Tahu Aturan Mainnya

27 Juni 2021
Membandingkan Majalah Kawanku, Gadis, dan Citacinta terminal mojok.co

Membandingkan Majalah Kawanku, Gadis, dan Citacinta

16 Juli 2021
Membedah Isi Pikiran Penyelenggara Hajatan yang Menutup Jalan Tanpa Menyediakan Alternatif terminal mojok

Membedah Isi Pikiran Penyelenggara Hajatan yang Menutup Jalan Tanpa Menyediakan Alternatif

25 Juni 2021
Menjawab Tudingan Orang-orang yang Belum Pernah ke Luar Negeri Tentang Singapura yang Katanya Nggak Beda Jauh sama Indonesia terminal mojok

Menjawab Tudingan Orang-orang yang Belum Pernah ke Luar Negeri Tentang Singapura yang Katanya Nggak Beda Jauh sama Indonesia

18 Juli 2021
4 Peran yang Biasa Kita Temukan di Acara Karnaval 17-an terminal mojok

4 Peran yang Biasa Kita Temukan di Acara Karnaval 17-an

7 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.