Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Gantaek: Sistem Pemilihan Pasangan Raja Joseon bak Survival Show

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
2 Desember 2021
A A
Gantaek Sistem Pemilihan Pasangan Raja Joseon bak Survival Show terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Para raja dinasti Joseon memilih pasangannya melalui sistem yang disebut gantaek.

Pernah nggak sih kalian nonton acara pencarian bakat atau program bertahan hidup yang serupa? Kalau di Korea Selatan, acara yang paling populer mungkin adalah serial Produce 101 dan Street Woman Fighter. Sementara di Indonesia, mungkin kita bisa menyebutkan Indonesia Mencari Bakat atau Akademi Fantasi Indosiar.

Acap kali sistem penjaringan bakat itu terlihat sedikit kejam. Nggak hanya menunjukkan bakat, tiap peserta juga harus memasang strategi buat menaklukkan lawannya agar dapat naik ke podium sebagai pemenang. Maka nggak jarang kita melihat figur-figur egois dan menghalalkan segala cara untuk bisa menguasai lampu sorot seorang diri.

Tapi, apakah kalian kira sistem semacam ini hanya ada di masa modern dengan latar belakang para seniman yang kepengin mengejar mimpi? Nggak hanya itu, Ferguso. Dinasti Joseon di Korea pernah punya sistem serupa yang berpeluang untuk membuat pesertanya senggol bacok demi menjadi yang pertama.

Pemilihan putri mahkota, ratu, atau selir menjadi ajang bagi para keluarga bangsawan untuk saling bersaing. Gantaek, begitulah agenda rutin ini disebut. Klan-klan yang memiliki kuasa atau salah satu anggota keluarganya memiliki jabatan penting di daerahnya akan berlomba-lomba untuk mengirimkan keluarga mereka yang berjenis kelamin perempuan guna mengikuti seleksi ini. Di sini mereka unjuk gigi, siapakah perempuan yang paling cantik, cerdas, dan ceria. Loh, kok malah kayak grup 3C, ya?

Penyelenggaraan gantaek adalah sepenuhnya kewenangan ibu suri kerajaan. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Lee Woo-young dan dipublikasikan lewat The Korea Herald, disebutkan bahwa seluruh Joseon wajib mematuhi titah ibu suri ketika sudah datang waktu bagi seorang putra mahkota atau raja menikah. Ketika ibu suri memerintahkan jajarannya untuk mengadakan gantaek, maka seluruh remaja perempuan yang tergolong ke dalam kelas bangsawan di seluruh negeri akan dilarang untuk menikah. Setiap provinsi di tanah kekuasaan Joseon diwajibkan untuk menyetorkan nama-nama kandidat istri raja. Umumnya akan dipilih sekitar tiga puluh nama dari seluruh daftar kandidat tersebut.

Salah satu contoh daftar kandidat putri mahkota yang masih tersimpan rapi adalah Gantaek Danja di tahun kesembilan belas pemerintahan Raja Gojong. Di tahun 1882 ini, diselenggarakan gantaek untuk memilih putri mahkota yang akan bersanding dengan Putra Mahkota Chuk, yang kemudian bergelar Sunjong setelah naik takhta. Terdapat 32 nama kandidat yang ditulis secara lengkap dalam Gantaek Danja tersebut, mencakup nama keluarga, usia, tanggal lahir, klan keluarga, serta jabatan ayah dan kakek.

Para perempuan yang menghadiri gantaek ini memiliki dress code, lho. Kalau para peserta ujian CPNS mengenakan kemeja putih dengan rok atau celana panjang hitam, berbeda halnya dengan peserta gantaek yang pakaiannya lebih cerah. Alih-alih monokrom, para perempuan ini diwajibkan mengenakan jeogori berwarna kuning dan chima merah. Untuk model dan motifnya, nggak ada kewajiban yang saklek, sehingga para calon istri raja ini bisa memilih pakaian yang paling mereka sukai.

Baca Juga:

Hell Joseon, Sisi Gelap Korea Selatan yang Bikin Warganya Minggat

7 Hal yang Harus Dipahami sebelum Menonton Drama Sageuk

Dalam beberapa drakor sageuk yang kondang, prosesi gantaek ini pernah dimunculkan. Misalnya pada drakor legend Moon Embracing The Sun yang menghadirkan Kim Yoo Jung dan Kim So Hyun kecil untuk bertarung memperebutkan posisi putri mahkota. Dalam adegan ini, tampak beberapa tahap yang diujikan pada para calon putri mahkota, salah satunya adalah wawancara yang dilakukan langsung oleh sang raja.

Ada pula drama Flower Crew: Joseon Marriage Agency. Gong Seung Yeon yang berperan sebagai Gaeddong ini melewati serangkaian alur gantaek, meski pada akhirnya dia nggak jadi menempati takhta sebagai ratu.

Dan yang terbaru, drakor The King’s Affection turut mengulik kisah para perempuan di Joseon yang sebagian besar diperintahkan oleh ayah atau kakaknya untuk ikut dalam gantaek. Dalam drama ini, Shin So Eun (Bae Yoon Kyung) ogah-ogahan mengikuti gantaek. Bukan hanya karena dia sudah memiliki gebetan, juga karena konsekuensi yang harus ditanggungnya kalau kalah. Jika dia berhasil sampai ke tahap final yang berisikan tiga peserta teratas, tapi nggak berhasil terpilih sebagai calon ratu, So Eun akan dilarang untuk menikah seumur hidupnya. Yah, begitulah “hukuman” bagi seorang perempuan yang hampir menjadi istri raja.

Setelah resmi terpilih menjadi pendamping raja atau putra mahkota, para perempuan ini akan langsung dihadiahi gelar begitu mereka masuk istana. Mereka juga akan memiliki kediaman sendiri yang terpisah dari keluarga kerajaan yang lain. Di tempat tinggal barunya ini, para calon putri mahkota atau ratu akan ditemani oleh setumpuk buku dan seorang guru yang akan mengajarkan adat dan tata krama.

Barulah ketika mereka secara resmi naik ke pelaminan, raja atau putra mahkota akan mengajak mereka untuk tinggal di salah satu paviliun istana. Setelah itu, peran mereka sebagai istri raja sekaligus menjabat sebagai putri mahkota, ratu, atau selir dimulai.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2021 oleh

Tags: dinasti joseongantaekraja
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Pangeran Sado Putra Mahkota Joseon Penderita Gangguan Bipolar yang Wafat di Peti Beras terminal mojok (1)

Pangeran Sado, Putra Mahkota Joseon Penderita Gangguan Bipolar yang Wafat di Peti Beras

21 November 2021
Hell Joseon, Sisi Gelap Korea Selatan yang Bikin Warganya Minggat

Hell Joseon, Sisi Gelap Korea Selatan yang Bikin Warganya Minggat

4 April 2024
Raja Mataram Islam yang Memerintah Sehari: Akibat Cacat Mental atau Hoaks Sultan Agung? Terminal Mojok.co

Raja Mataram Islam yang Memerintah Sehari: Akibat Cacat Mental atau Hoaks Sultan Agung?

14 Maret 2022
sultan agung sejarah kelam penaklukan gelar bangsawan mojok

Jejak Hitam Sultan Agung dalam Penaklukan Giri Kedaton

25 September 2020
Stereotip Selir Dinasti Joseon_ Dianggap Ambisius akan Kuasa hingga Dicap Pelakor terminal mojok

Stereotip Selir Dinasti Joseon: Dianggap Ambisius akan Kuasa hingga Dicap Pelakor

1 Desember 2021
Rekomendasi 5 Film Sageuk Terbaik Sepanjang Masa Terminal Mojok

Rekomendasi 5 Film Sageuk Terbaik Sepanjang Masa

4 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.