Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Iqbal AR oleh Iqbal AR
18 Januari 2026
A A
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga fisioterapi

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika masyarakat sedang begitu sporty-sporty-nya, profesi fisioterapis merangkak naik daun dan sedang mendulang cuan

Menengok bagaimana tren kehidupan masyarakat, setidaknya dalam 5 tahun terakhir, kita bisa mendefinisikan dalam satu frasa: sporty. Iya, tren olahraga memang sedang marak-maraknya, dimulai dari sepeda di tahun 2020-an, lalu tren lari, hingga padel dalam setahun terakhir ini. Dan seperti biasanya, kalau ada sebuah tren yang sedang naik, juga akan diikuti oleh bisnis terkait yang juga ikutan naik.

Bisnis olahraga memang sedang berada di puncaknya. Kita masih ingat gimana bisnis jual-beli sepeda yang gila banget 5 tahun lalu, sampai-sampai harganya kadang nggak ngotak. Lalu bisnis equipment lari, hingga sekarang bisnis peralatan padel dan lapangan padel. Semua ini berkat tren sporty (dengan jenis sport yang bermacam-macam) yang sedang silih berganti digandrungi masyarakat.

Namun, dari sekian banyak tren olahraga yang silih berganti dan naiknya bisnis olahraga yang sedang jaya, ada satu hal, satu aspek, lebih tepatnya profesi, yang agak jarang disinggung. Padahal, satu aspek, satu hal, dan satu profesi ini punya posisi dan peran krusial dalam kehidupan masyarakat yang sedang sporty-sporty-nya. Iya, fisioterapis.

Semua olahraga fisik butuh fisioterapis

Selama ini, ketika kita bicara soal tren olahraga yang sedang happening di masyarakat, kita selalu bicara soal FOMO atau nggaknya, soal harga peralatan yang kadang nggak ngotak, atau bahkan soal akses. Sangat jarang kita dengar ada yang membahas soal peran fisioterapis. Padahal, kita semua pasti tahu bahwa olahraga yang fisikal, apapun itu, pasti seenggaknya butuh fisioterapis.

Melihat bagaimana fisioterapis ini agak kurang dianggap perannya, membuat saya agak prihatin. Maksudnya, ketika kesadaran masyarakat akan olahraga sudah tumbuh dan menjadi sebuah kebiasaan komunal, harusnya bisa dibarengi dengan kesadaran akan menjaga tubuh, memelihara kondisi fisik. Selain dengan cara memperhatikan pola makan dan tidur, rutin ke fisioterapis (apalagi yang intensitas olahraganya cukup tinggi) juga jadi cara yang tepat untuk menjaga tubuh. Sayangnya, ini masih belum seimbang.

BACA JUGA: Kuliah Susah, Bayarnya Mahal, Pas Lulus Jadi Tukang Pijat

Sebab bagaimanapun, olahraga fisik itu nggak pernah lepas dari risiko cedera. Mau itu main sepeda, lari, sepak bola, bahkan padel, semuanya punya risiko cedera. Makanya, untuk mencegah atau meminimalisir risiko cedera, dibutuhkan peran fisioterapis untuk tahu apakah tubuh kita masih baik-baik aja selepas olahraga, atau apakah ada bagian-bagian tubuh kita yang lagi nggak baik-baik saja, tapi kita nggak sadar. Itulah mengapa peran fisioterapis ini penting dan krusial banget saat ini.

Baca Juga:

Fisioterapis, Profesi Serius yang Terlalu Sering Dianggap Receh

Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

Peran fisioterapis perlahan mulai ditengok

Meskipun kesadaran masyarakat akan olahraga masih belum seimbang dengan kesadaran akan merawat fisik, namun kita mulai bisa melihat bagaimana peran fisioterapis mulai ditengok dan dilibatkan. Di beberapa event olahraga misalnya, para penyelenggara event sudah mulai menyediakan jasa fisioterapis, bekerja sama dengan fisioterapis. Bahkan, peserta event olahraga juga ada yang membawa fisioterapis sendiri.

Kita nggak perlu melihat event olahraga yang besar. Kita lihat saja di event-event olahraga yang skalanya masih antar komunitas. Di turnamen padel antar komunitas, di fun match football/mini soccer, atau di event lari 5k, kita bisa lihat ada fisioterapis yang sudah siap mengecek fisik kita. Jadi, selepas berolahraga, kita bisa langsung ke booth/tenda fisioterapis untuk mengecek apakah badan kita baik-baik saja atau nggak.

Nah, poin plus ketika peran fisioterapis ini mulai ditengok dan dilibatkan oleh masyarakat yang sedang sporty-sporty-nya, fisioterapis jadi sebuah profesi yang menjanjikan, jadi sebuah bisnis yang nggak bisa disepelekan lagi.

BACA JUGA: Pijatan Berhadiah Kemenangan: Tangan-Tangan di Belakang Layar yang Jadi Kunci Prestasi Atlet Para-Badminton

Fisioterapis, profesi yang menjanjikan, bisnis yang bisa jadi ladang cuan

Tren masyarakat saat ini sedang sporty-sporty-nya. Olahraga merajalela, sedang digandrungi orang-orang. Lalu peran fisioterapis juga mulai ditengok, dilibatkan, dianggap penting. Melihat kenyataan ini, kita sepertinya bisa mengambil kesimpulan sederhana bahwa fisioterapis ternyata bisa menjadi profesi yang menjanjikan, dan bisa jadi bisnis, jadi ladang cuan.

Mari kita tengok rata-rata tarif fisioterapis yang ada di Indonesia. Kalau kita ke klinik atau ke rumah sakit, tarif rata-ratanya ada di angka 100-400 ribu per sesi. Tinggi rendahnya harga tentunya tergantung sebanyak apa dan sekompleks apa terapinya. Itu kalau di klinik atau di rumah sakit. Nah, kalau yang homecare, atau yang bisa kita hire sendiri ke event-event, tarifnya bisa di atas 500 ribu ke atas.

Sekarang bayangkan begini, sederhana saja. Ada satu fisioterapis, katakan saja per minggunya menangani 3-4 klien. Orang ini di-hire untuk ikut kliennya di event-event olahraga, setiap dua minggu sekali. Lalu anggaplah orang tersebut mematok tarif 700 ribu per klien, rata semuanya. Ini berarti, pelaku profesi ini bisa mengantongi 2,1-2,8 juta setiap pekan, yang juga berarti 4,1-4,8 dalam sebulan. Itu kalau dua minggu sekali. Kalau seminggu sekali? Atau kalau dalam seminggu bisa dua kali, dapatnya akan lebih banyak, kan?

Yang di rumah sakit dan klinik belum dihitung

Kita belum menghitung pendapatan atau gaji para fisioterapis yang ada di rumah sakit, atau yang ada di klinik-klinik khusus fisioterapis. Kita tahu sendiri, saat ini klinik-klinik fisioterapis sudah makin ramai pasien. Dan gaji mereka juga lumayan, lho. Fisioterapis ini lagi panen raya sekarang. Dari gambaran sederhana ini, kita bisa melihat betapa menjanjikannya bisnis fisioterapis di tengah masyarakat yang sedang sporty-sporty-nya. Gimana? Menjanjikan, kan?

Namun perlu juga dipahami bahwa beban jadi fisioterapis ini nggak mudah. Sekolahnya nggak mudah, dan nggak bisa ngasal. Perlu ilmu dan pemahaman yang mendalam tentang tubuh manusia. Tanggung jawabnya juga besar. Kalau sampai salah sentuh dan salah diagnosis, bisa berantakan badan orang nanti.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 9 Jurusan Fisioterapi Terbaik di Indonesia, Pilihan Kuliah Prospek Kerja Tinggi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2026 oleh

Tags: cedera ACLcedera olahragacedera padelcedera sepakbolafisioterapifisioterapispijat fisioterapi
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Kuliah Susah, Bayarnya Mahal, Pas Lulus Jadi Tukang Pijat

Kuliah Susah, Bayarnya Mahal, Pas Lulus Jadi Tukang Pijat

23 Maret 2020
Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

23 Januari 2026
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga fisioterapi

Fisioterapis, Profesi Serius yang Terlalu Sering Dianggap Receh

3 Maret 2026
Real Madrid Ngapain Pusing Cari Pengganti Courtois? Kan Ada Camavinga

Real Madrid Ngapain Pusing Cari Pengganti Courtois? Kan Ada Camavinga

11 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Tandes Surabaya, Stasiun Red Flag sekaligus Anak Tiri (WIkimedia Commons)

Stasiun Tandes Surabaya, Menjadi Stasiun Red Flag karena Terlalu Kecil dan Dilupakan oleh Pembangunan

5 Maret 2026
Kulon Progo Punya Pantai, tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Gunungkidul, Pantai di Sini Bikin Bingung Saking Biasanya!

Kulon Progo Punya Pantai, tapi Tetap Kalah Jauh Dibanding Gunungkidul, Pantai di Sini Bikin Bingung Saking Biasanya!

9 Maret 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh Memang Tidak Nyaman, dan Kamu Juga Nggak Harus Suka kok

5 Maret 2026
4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap Mojok.co

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

9 Maret 2026
Pengalaman Menyenangkan Saya Menjadi Anak dari Bapak NU dan Ibu Muhammadiyah

Pengalaman Menyenangkan Saya Menjadi Anak dari Bapak NU dan Ibu Muhammadiyah

6 Maret 2026
Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua Mojok.co

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang
  • Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga
  • Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan
  • Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara
  • Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku
  • Anak Pulang Justru Lukai Hati Ibu: Pilih Makan di Luar dan Sepelekan Masakan Ibu karena Lidah Sok Kota-Banyak Gaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.