Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Film Bokep Adalah Tontonan dengan Skenario Paling Membosankan yang Pernah Ada

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
21 November 2020
A A
Film Bokep Adalah Tontonan dengan Skenario Paling Membosankan yang Pernah Ada terminal mojok.co Kalau Bosan sama Skenario Film Bokep, Tonton Sampai Selesai dan Tambah Referensi Filmnya terminal mojok.co

Film Bokep Adalah Tontonan dengan Skenario Paling Membosankan yang Pernah Ada terminal mojok.co Kalau Bosan sama Skenario Film Bokep, Tonton Sampai Selesai dan Tambah Referensi Filmnya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya cukup yakin, di zaman sekarang, kebanyakan orang pernah menonton film bokep semasa hidupnya, minimal satu kali. Meski hanya beberapa menit atau bahkan beberapa detik saja. Dan tentu saja, saya hanya menjadi salah satu dari sekian banyak orang di antaranya.

Media yang digunakan saat nonton film bokep, dari dahulu sampai sekarang pun beragam. Mulai dari VCD atau DVD player, melalui hape, bahkan kalau nggak kena “internet sehat”, kita bisa mengakses via website. Download bisa, streaming apalagi.

Saya nggak akan bahas bokep mana yang paling menarik atau mana yang sesuai dengan selera kalian. Saya sangat yakin, mengenai hal tersebut, kalian sudah bisa menentukannya sendiri setelah menonton berkali-kali dalam berbagai versi. Bagi saya, justru ada hal lain yang lebih fundamental dan sangat gereget untuk dibahas, yaitu tentang kenapa skenario dan alur cerita dalam film bokep selalu begitu-begitu saja. Cenderung ngebosenin dan menyebalkan.

Mau film bokep ala-ala Asia, Eropa, Amerika, atau dari benua mana pun sama aja. Mau yang durasi videonya sebentar, kek. Mau yang satu sampai dua jam, alur ceritanya ya gitu-gitu aja. Nggak ada variasi lain gitu. Nggak sedikit juga yang ceritanya ngalor-ngidul. Awalnya apa, tengahnya apa, lah endingnya sama aja.

Bukannya khawatir ketahuan sebelumnya sering nonton atau dicap buruk. Malah kalau saya ingat dan perhatikan, ujung-ujungnya bikin malas sendiri sambil berujar dalam hati, “Dih, apa banget, dah. Maksa banget ceritanya.”

Serius. Nggak perlu nunggu sampai filmnya selesai. Dari awal cerita saja sudah anti-klimaks dan bikin malas sekaligus nggak selera nonton. Bahkan, bisa dibilang, alur ceritanya nggak pernah ada yang smooth. Lagian, mau selama apa pun durasi filmnya, ya, gitu-gitu aja. Nggak ada yang berubah. Editingnya juga belum pernah ada yang cinematic, tuh.

Boleh jadi ini termasuk salah satu konspirasi elit global. Namun, dalam bayangan saya dan dari sudut pandang lain, saya sempat berpikir. Jangan-jangan, sebetulnya film bokep memang sengaja alur ceritanya dibuat membosankan, gitu-gitu aja, dan monoton. Tujuannya ya biar kurang peminat. Biar pada bosan. Cuma kitanya aja yang nggak peka. Malah nonton lagi, nonton lagi. Hadeeeh.

Jujur saja, terakhir kali nobar bokep dengan teman-teman kuliah pun, yang ada malah dijadikan bahan bercandaan sekaligus tertawaan. Ada aja gitu adegan yang menurut kami malah lucu. Selain itu, kami punya kebiasaan nggak nonton sampai selesai. Sebab, soal akhir ceritanya, kami sudah sama-sama tahu, akan sama saja. Template dan malah membosankan.

Baca Juga:

Mengenal Baeksang Arts Awards, Ajang Penghargaan Terbesar Industri Perfilman Korea Selatan

Membayangkan Risiko Benci Produk Luar di Industri Hiburan

Soal alur cerita pada film bokep, saya bukannya nggak mau kasih saran, ide, atau solusi lain. Jika sampai saya tulis dan dibeberkan di sini, khawatir malah jadi inspirasi negatif. Pada persoalan ini, saya hanya ingin menjadi seseorang yang mengkritik tanpa memberi masukan yang membangun saja. Lagi pula, soal ide kreatif dalam film bokep, biar tim produksinya aja lah yang berpikir sekeras mungkin. Saya, atau orang lain nggak perlu ikut campur. Cukup jadi penonton saja.

Mungkin memang industri ini nggak pernah berorientasi pada development cerita dan sinemanya. Lha wong sejauh ini dengan betapa monotonnya skenario dan adegan, industri ini sudah dapat untung buanyak banget. Konsumennya nggak pernah habis dan terus ada. Mereka pun anteng nggak menuntut apa-apa. Coba bandingkan sama film-film lain yang makin ke sini persaingannya makin gila. Makin seret pula duitnya. Mau bilang nggak adil, tapi faktanya memang begini ya mau gimana lagi.

Kalau berbicara soal moral, jelas saya nggak menyarankan kalian buat menonton. Saya bicara fair tentang betapa buruknya jenis tontonan ini. Tapi, kok ya banyak banget yang betah. Hmmm, dasar manusia.

BACA JUGA Pengalaman Ikut Kursus Mengemudi Mobil, Antara Perlu dan Nggak Perlu-Perlu Amat dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2020 oleh

Tags: blue filmindustri hiburan
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Episode Upin & Ipin Tumbuh Rambut Lahir dari Kreativitas Netizen terminal mojok.co

Episode ‘Upin & Ipin Tumbuh Rambut’ Lahir dari Keinginan Netizen

3 Maret 2021
Kita Butuh Acara Semacam 'Republik Mimpi' Lagi terminal mojok.co

Kita Butuh Acara Semacam ‘Republik Mimpi’ Lagi

5 Maret 2021
5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama 'Cidro' dan 'Sewu Kutho' terminal mojok.co didi kempot campursari sunda keroncong sunda

5 Lagu Sunda yang Maknanya Nggak Kalah sama ‘Cidro’ dan ‘Sewu Kutho’

26 November 2020
Menonton Film Adaptasi Novel yang Pernah Dibaca di Mana Menariknya? terminal mojok.co

Menonton Film Adaptasi Novel yang Pernah Dibaca di Mana Menariknya?

25 November 2020
Jika JKT48 Kolaps, Itu Hal Wajar. Fans Nggak Perlu Sedih melody jkt48 graduation member jkt48 rugi bangkrut handshake event virtual terminal mojok.co

Jika JKT48 Kolaps, Itu Hal Wajar. Fans Nggak Perlu Sedih

18 November 2020
Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime terminal mojok.co

3 Rekomendasi Anime untuk Penonton Dewasa yang Bakal Mengubah Konsepsimu

28 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.