Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

FAQ yang Sering Diajukan Keluarga Pasien kepada Perawat yang Sedang Tugas

Dhimas Raditya Lustiono oleh Dhimas Raditya Lustiono
15 Januari 2021
A A
FAQ yang Sering Diajukan Keluarga Pasien kepada Perawat Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Perawat merupakan salah satu profesi yang mengemban tugas selama 24 jam, bahkan ketika besok hari Lebaran tiba, perawat yang tidak mendapatkan jatah cuti tetap diwajibkan berangkat dinas, meski banyak saudara yang telah berdatangan di rumahnya.

Keberadaan perawat di rumah sakit ataupun di klinik rawat inap rupanya menjadikan keluarga pasien kerap menghubungi mereka ketika ada masalah tertentu, seperti infus macet sampai urusan lampu kamar mandi yang tidak menyala.

Selama berdinas, perawat juga bertugas menjembatani kebutuhan pasien kepada profesi penunjang medis lainnya, misalnya ketika ada pasien yang tidak doyan makan ikan, maka perawat akan menghubungi ahli gizi untuk mengkaji ulang makanan pasien selama masa perawatan

Berikut ini adalah beberapa frequently ask question (FAQ) yang sering ditanyakan oleh keluarga pasien kepada perawat yang sedang menjalankan tugas.

#1 Darahnya berapa?

Pertanyaan ini merupakan sesuatu yang multitafsir, bisa berarti tekanan darah atau hasil pemeriksaan laboratorium.  Namun, pertanyaan ini sering sekali ditanyakan baik oleh pasien atau keluarga pasien pada perawat yang sedang melakukan tugasnya. Tekanan darah sendiri akrab dengan istilah tensi, sedangkan pemeriksaan laboratorium kerap diistilahkan menjadi hasil lab.

#2 Kapan masuk ruangan?

Lamanya pasien di ruang IGD (Instalasi Galau Gawat Darurat) terkadang membuat keluarga pasien naik pitam. Hal ini wajar lantaran selama di IGD keluarga pasien tidak merasa nyaman dengan kondisi yang ada di sekitarnya. Sedangkan pasien sendiri masih bisa terbaring dengan punggung tangan terpasang selang infus.

Saya mengakui bahwa menunggui pasien di ruang IGD memang bikin galau dan tidak nyaman. Apalagi jika di dalam ruangan tersebut terdapat pasien yang tengah batuk-batuk, kondisi ini tentu akan membuat orang-orang sehat di sekitarnya mengernyitkan dahi sembari menutup hidung yang sudah bermasker.

Lamanya pasien di IGD tentu bukan tanpa alasan, karena sebelum pasien diperbolehkan masuk ruangan, dokter jaga akan meminta beberapa pemeriksaan penunjang seperti rekam jantung, laboratorium (cek darah dan cek urin) hingga foto rontgen untuk kemudian dikonsultasikan kepada dokter spesialis.

Baca Juga:

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

Nah, hal yang sulit diprediksi adalah kapan dokter spesialis akan membalas konsulan dari dokter jaga, karena terkadang blio sedang berada di rumah sakit lain sehingga belum sempat membalas pesan tersebut. Sering terjadi pesan WhatsApp yang diterima hanya dibaca dan dibalas 3 jam kemudian bahkan lebih.

#3 Darahnya kok naik ke selang infus?

Hal ini kerap terjadi jika tangan yang terpasang infus terlalu banyak bergerak, misalnya ketika ke kamar mandi atau ketika plabot infus kurang tinggi. Secara umum, kondisi ini tidak berbahaya, namun dapat berisiko, salah satunya adalah penyumbatan yang dapat memperlambat laju cairan infus menuju vena. Jika hal ini terjadi, hubungi perawat atau tim medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

#4 Kira-kira biayanya berapa?

Pertanyaan ini kerap ditanyakan jika pasien yang masuk ke ruang IGD tidak memerlukan perawatan konservatif di ruang rawat inap, misalnya seperti luka lecet atau luka robek pada pasien kecelakaan.

Kasus ini cukup ribet apabila hendak menggunakan BPJS, karena untuk kasus kecelakaan lalu lintas, maka keluarga pasien harus menghubungi pihak kepolisian terlebih dahulu. Akan tetapi, hal ini akan menjadi boomerang ketika korban kecelakaan tersebut tidak menggunakan helm atau belum memiliki SIM. Hingga akhirnya kedua belah pihak memilih untuk menggunakan cara kekeluargaan.

Dalam kasus ini, pembiayaan merupakan sesuatu yang cukup sensitif, sehingga umumnya perawat tidak akan memberi tahu secara pasti berapa biaya yang diperlukan untuk membayar jasa medis, seperti pemeriksaan dokter hingga tindakan bedah minor seperti jahit luka.

Biasanya perawat hanya mengetahui beberapa biaya obat, tetapi tentu saja tidak sempat menghitung jumlah keseluruhan biayanya. Sehingga dalam kasus ini, tugas perawat adalah mengarahkan keluarga pasien untuk menanyakan perihal biaya ke kasir.

Lantas bagaimana jika uangnya kurang? Biasanya rumah sakit akan meminta KTP sebagai jaminan.

#5 Kapan bisa pulang?

Pertanyaan ini sangat umum ditanyakan setelah pasien dirawat selama beberapa hari. Suasana rumah sakit memang cenderung membosankan bagi sebagian orang, sehingga tidak ada yang betah berlama-lama di dalam rumah sakit dengan punggung tangan terpasang infus.

Pasien dinyatakan “boleh pulang” bukan pada wewenang perawat, melainkan dokter spesialis sebagai dokter penanggungjawab, biasanya vonis boleh pulang tersebut dinyatakan saat blio visite ke pasien.

Lalu, bagaimana jika pada hari itu dokter jaga tidak visite? Jika hal itu terjadi, Maka perawat memiliki tugas untuk melaporkan kondisi pasien lengkap dengan hasil pemeriksaan penunjangnya kepada dokter spesialis melalui pesan WhatsApp. Dalam hal ini, perawat tidak akan menyatakan pasien boleh pulang kepada keluarga pasien sebelum dokter spesialis membalas konsulan dengan kalimat “boleh pulang”

Lantas, bagaimana jika keluarga pasien tetap keukeuh minta pulang? Tentu saja bisa dengan syarat keluarga pasien menandatangani pernyataan pulang atas permintaan sendiri. Jika hal ini terjadi pada pasien BPJS, maka kartu sakti tersebut tidak bisa digunakan sehingga keluarga pasien dinyatakan sebagai pasien umum yang wajib membayar seluruh biaya perawatan.

BACA JUGA Beragam Profesi di Rumah Sakit selain Dokter dan Perawat yang Perlu Diketahui atau tulisan Dhimas Raditya Lustiono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2021 oleh

Tags: pasienPerawat
Dhimas Raditya Lustiono

Dhimas Raditya Lustiono

Membawa keahlian komunikasi dari dunia penyiaran ke dalam ruang perawatan. Sebagai mantan penyiar radio yang kini menjadi perawat,

ArtikelTerkait

Daripada Main Hajar Begitu Aja, Mending Komplain dengan Cara Santuy Berikut Ini

Daripada Main Hakim Sendiri, Mending Komplain dengan Cara Santuy Berikut Ini

17 April 2021
Maaf ya Mbak Kiky Saputri, Menjelaskan Istilah Medis ke Pasien Memang Ribet

Maaf ya Mbak Kiky Saputri, Menjelaskan Istilah Medis ke Pasien Memang Ribet

11 Maret 2023
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Jangan Katakan Ini pada Penderita Covid-19 dan Keluarganya

15 Oktober 2020
Nasib Perekam Medis: Dianaktirikan dan Tak Dianggap padahal Jantungnya Rumah Sakit

Nasib Perekam Medis: Dianaktirikan dan Tak Dianggap padahal Jantungnya Rumah Sakit

31 Mei 2024
6 Alasan Drama Korea Medis Selalu Populer dan Wajib Ditonton

6 Alasan Drama Korea Medis Selalu Populer dan Wajib Ditonton

29 April 2023
osce pasien praktik dokter tenaga medis mojok

Pengalaman Saya Menjadi Pasien Standar OSCE

11 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam Mojok.co

Jombang Lantai 2: Sebutan Baru Wonosalam buat Menantang Pacet di Wisata Pegunungan

27 Januari 2026
4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

Mahasiswa Kupu-Kupu Jangan Minder, Kalian Justru Lebih Realistis daripada Aktivis Kampus yang Sibuk Rapat Sampai Lupa Skripsi dan Lulus Jadi Pengangguran Terselubung

27 Januari 2026
4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

27 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Enak, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal Mojok.co

Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.