Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Terpaksa Masuk Fakultas Kedokteran karena Obsesi Orang Tua akan Gengsi dan Hidup Sejahtera Punya Duit Banyak

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
10 Maret 2024
A A
Fakultas Kedokteran, Wujud Obsesi Orang Tua akan Duit Banyak (Unsplash)

Fakultas Kedokteran, Wujud Obsesi Orang Tua akan Duit Banyak (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Punya anak lulus Fakultas Kedokteran dan jadi dokter, harus diakui, jadi salah satu obsesi banyak orang tua di Indonesia.

“Cita-cita mau jadi apa?” tanya seorang guru Taman Kanak-kanak (TK).

“Dokter.”

“Wah, hebaaat.”

Sebuah dialog terjadi di sekolah TK dekat rumah saya. Pemandangan biasa. Jawaban dan responsnya juga normal.

Meski begitu, saya tiba-tiba jadi iseng membayangkan sejenak, jika saja anak 5 atau 6 tahun itu tadi menjawab, “Ingin jadi YouTuber,” kira-kira jawaban guru TK-nya gimana ya? Apakah ketika bilang “hebat”, si guru akan seantusias ketimbang si anak jawab “dokter”?

Harus diakui, menjadi dokter adalah salah satu cita-cita yang membanggakan 

Berhasil masuk Fakultas Kedokteran dan menjadi dokter bisa jadi bukan kebanggan si anak. Kebanggaan itu jauh lebih berlipat ganda efeknya bagi orang tua si anak.

Setidaknya itu terjadi ketika saya ingat lagi betapa orang tua saya begitu membanggakan kakak saya yang jadi dokter (dokter spesialis radiologi sekarang). Boro-boro jadi dokter, ketika kakak saya masuk Fakultas Kedokteran saja, orang tua saya bangganya setengah mampus.

Baca Juga:

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula

Hampir tiap saat orang tua saya menceritakan kesuksesan kakak saya masuk Fakultas Kedokteran. Salah satu (kalau bukan satu-satunya) fakultas paling susah ditembus oleh calon mahasiswa baru. Lebih-lebih kalau itu adalah Fakultas Kedokteran di UGM.

Kebanggaan orang tua saya waktu itu, kalau digambarkan, seolah-olah kayak kakak saya baru saja memenangi medali emas Olimpiade. Seolah-olah kalau anak sudah masuk Fakultas Kedokteran, setengah dari permasalahan hidup si anak sudah selesai. 

Tinggal lulus, koas yang bener, lalu ambil spesialis. Si anak yang jadi dokter itu dianggap telah sukses menaikkan level status keluarganya secara instan.

Premis lucu soal menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan dokter

Sebagai adik, saya ketiban rasa bangga itu juga. Sampai kemudian saya mendapat sebuah argumentasi yang membalik kebanggaan saya itu.

Adalah argumentasi dari Ronny Chieng, salah satu stand up comedian dari Australia keturunan Cina, yang menyadarkan saya dalam salah satu show. Kata Ronny Chieng, “Menyelamatkan orang, merupakan list paling bawah dari tujuan orang tua menginginkan anaknya jadi dokter.”

Saya tertawa geli mendengarnya. Saya juga tidak membantah premis Ronny Chieng ini.

Ya iya sih. Tidak hanya bagi orang tua di Indonesia yang sangat bangga punya anak masuk Fakultas Kedokteran lalu jadi dokter beneran. Ronny Chieng punya pengalaman senada karena fenomena ini juga terjadi di kultur masyarakat Cina dan kebanyakan orang tua di Asia.

Sebuah premis yang langsung membalik semua keadaan. Ini juga menyadarkan saya bahwa orang tua yang ingin anaknya jadi dokter, sebenarnya ya hanya terletak pada alasan sederhana: kemampuan mendapat gaji dan pendapatan yang baik.

Faktor ekonomi: Ingin sejahtera dan punya banyak duit

Dokter dianggap membanggakan bagi orang tua bukan karena kemampuannya menyelamatkan manusia. Kita harus mengakuinya bahwa Ini adalah profesi yang aman secara ekonomi. Dan secara pahit, saya sepakat dengan pernyataan Ronny Chieng itu.

Sebab, kalau hanya sekadar kemampuan “menyelamatkan” manusia, sebenarnya ada banyak profesi lain yang sama baiknya selain dokter. Misalnya jadi pemadam kebakaran, perawat, TIM SAR, anggota PMI, dan lain sebagainya. Lalu kalau semua profesi itu sama-sama menyelamatkan nyawa manusia? Kenapa hanya profesi dokter yang dibanggakan oleh banyak orang tua? Lah, iya kan?

Yah, setidaknya saya cukup jarang mendengar ada orang tua yang memamerkan anaknya jadi petugas pemadam kebakaran ke tetangga-tetangganya. Kayaknya, saya nggak bakal nemuin deh, ketika arisan ibu-ibu, ada salah satu ibu yang pamer begini: “Eh, Bu Joko, anak saya keterima jadi petugas pemadam kebakaran lho! Hebat ya?”

Kenapa seperti itu? Ya itu tadi, karena di antara semua profesi yang saya sebut di atas, yang mendapatkan level status sosial tinggi dan pendapatan menggiurkan hanya dokter. Boro-boro udah jadi dokter, baru sekadar mahasiswa Fakultas Kedokteran, orang tua saja sudah bangga banget kok.

Baca halaman selanjutnya: ironi yang jadi lucu

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2024 oleh

Tags: Dokterdokter spesialisfakultas kedokteranfakultas kedokteran ugmkedokterankedokteran ugmkoasUGM
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

ArtikelTerkait

Beban Hidup Koas yang Tak Kita Ketahui Selama Ini

Beban Hidup Koas yang Tak Kita Ketahui Selama Ini

27 April 2023
Kisah-kisah Horor dalam Ruang Bedah Mayat Fakultas Kedokteran terminal mojok.co

Kawanku, Tak Harus Kuliah Kedokteran untuk Jadi Mulia

11 Mei 2023
PPSMB UGM: Ospek Terbaik yang Bikin Iri Mahasiswa Kampus Lain

PPSMB UGM: Ospek Terbaik yang Bikin Iri Mahasiswa Kampus Lain

8 Agustus 2023
UGM Punya 3 Jenis Mahasiswa yang Berbahaya. Waspada! (Unsplash)

3 Jenis Mahasiswa Berbahaya di UGM yang Wajib Kamu Waspadai. Jangan Sembarangan kalau Nggak Pengin Malu

25 Mei 2024
Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya Mojok.co

Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya

26 April 2024
Bundaran UGM, Simpangan Tersibuk dan Berbahaya di Jogja

Bundaran UGM, Simpangan Tersibuk dan Berbahaya di Jogja

2 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.