Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Extraordinary Attorney Woo: Menyiasati Fenomena Glass Ceiling ala Woo Young Woo

Margaretha Lina Prabawanti oleh Margaretha Lina Prabawanti
22 Juli 2022
A A
Extraordinary Attorney Woo Menyiasati Fenomena Glass Ceiling ala Woo Young Woo Terminal Mojok

Extraordinary Attorney Woo Menyiasati Fenomena Glass Ceiling ala Woo Young Woo (Instagram Netflix Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah nonton drama Korea berjudul Extraordinary Attorney Woo yang sedang tayang di Netflix? Drama yang dibintangi Park Eun Bin ini punya cerita yang cukup unik, berkisah tentang seorang perempuan bernama Woo Young Woo yang berhasil menjadi pengacara autis pertama di Korea.

Lantaran mengidap autisme, pengacara Woo Young Woo memiliki pendekatan tak biasa tiap kali menangani kasus hukum yang rumit. Analogi yang digunakannya adalah kehidupan paus. Iya, paus, mamalia raksasa penghuni laut dalam. Sudah terbayang kan seperti apa keseruan yang terjadi dalam pikiran Young Woo?

Sayang, kisah Young Woo nggak selalu sempurna. Pada episode ketiga Extraordinary Attorney Woo, ketika klien yang perlu dibela olehnya juga menderita autisme, Young Woo justru ditolak oleh keluarga klien yang dibelanya. Alasannya apa lagi kalau bukan karena Young Woo mengidap autisme. Padahal menurut rekan-rekan pengacara yang satu tim dengannya, Young Woo lah yang paling cocok mendampingi klien kali ini karena sama-sama mengidap autisme. Kontradiktif, kan?

Dalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kita melihat fenomena serupa. Pernah dengar soal fenomena glass ceiling? Glass ceiling adalah metafora yang menggambarkan adanya hambatan bagi kaum minoritas untuk mendapatkan peran yang lebih tinggi dalam sebuah organisasi. Situasi ini membuat seseorang yang sebenarnya layak untuk menduduki jabatan tinggi, dibatasi pada tingkat yang lebih rendak karena beberapa bentuk diskriminasi. Fenomena ini umumnya terjadi pada perempuan dan kelompok minoritas lainnya seperti penyandang disabilitas.

Hal ini jelas bertolak belakang dengan semangat yang diusung oleh era disrupsi informasi yang justru berusaha menghilangkan segala sekat yang masih membatasi kehidupan masyarakat.

Nah, bila kalian termasuk kaum minoritas yang rentan terganjal fenomena glass ceiling, jangan gentar. Ada cara untuk menyiasatinya. Kalian bisa berkaca pada Woo Young Woo dalam Extraordinary Attorney Woo dengan melakukan beberapa hal berikut.

#1 Menjadi spesialis

Menjadi generalis memang baik, tetapi kunci untuk mendobrak fenomena glass ceiling justru dengan menguasai keahlian yang lebih spesifik alias menjadi spesialis. Mengapa begitu? Karena nggak banyak orang yang mampu menguasai keahlian khusus, sehingga ini akan meningkatkan bargaining position kita. Bila sebuah perusahaan membutuhkan tenaga ahli yang sesuai dengan bidang keahlian yang kita kuasai, tentu fenomena glass ceiling nggak berlaku lagi.

Woo Young Woo dalam Extraordinary Attorney Woo membuktikannya. Dia mempelajari secara spesifik ilmu hukum sejak masih sangat muda dan menjadi pengacara. Tentu nggak banyak orang yang bisa menguasai keahlian yang sama seperti dirinya.

Baca Juga:

5 Rekomendasi Drama Korea Terbaik Kang Tae Oh selain Extraordinary Attorney Woo

Extraordinary Attorney Woo Episode 9: Kritik Atas Kesewenang-wenangan Orang Dewasa Terhadap Anak-anak

#2 Berpikir secara kreatif

Setiap kali menghadapi permasalahan pelik, Young Woo dalam tiap episode Extraordinary Attorney Woo menganalogikannya dengan paus sehingga ia mendapat solusi untuk memecahkan masalah. Hal itu adalah cara unik yang dipakai Young Woo untuk mengeluarkan buah pikiran dari kepalanya.

Masing-masing orang tentu memiliki cara yang berbeda untuk memecahkan masalah. Namun pada dasarnya, untuk mendobrak fenomena glass ceiling, kita perlu menggunakan sel-sel kelabu di kepala kita untuk berpikir kreatif. Memiliki kedudukan tinggi di perusahaan identik dengan kemampuan memecahkan masalah pelik yang tak mampu dihadapi oleh karyawan biasa. Bila kita mampu melakukannya, meskipun kita tergolong kaum minoritas, tentu nggak ada alasan lagi bagi orang lain untuk mencegah kita mencapai posisi lebih tinggi.

#3 Mendobrak keterbatasan dalam diri sendiri

Sebenarnya hal terakhir ini paling sulit dilakukan, mengingat hambatan itu berada di dalam diri kita sendiri, bukan dari luar. Meski penyandang autis, sosok Young Woo dalam Extraordinary Attorney Woo berani menghadapi siapa pun untuk membela kliennya. Hal ini tentu saja nggak mudah apalagi mengingat keterbatasan yang dia miliki.

Sebagai kaum minoritas yang rentan terimbas diskriminasi, untuk bisa mendobrak glass ceiling, mengatasi keterbatasan dalam diri sendiri wajib dilakukan. Keterbatasan mestinya bukan sesuatu yang harus membuat kita terbelenggu. Dengan mengatasi keterbatasan kita dengan berani, maka glass ceiling tak lagi menghalangi.

Penulis: Margaretha Lina Prabawanti
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Extraordinary Attorney Woo, Drama Korea yang Tak Hanya Menghibur tapi Juga Menyentil Sisi Kemanusiaan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2022 oleh

Tags: extraordinary attorney wooglass ceilingwoo young woo
Margaretha Lina Prabawanti

Margaretha Lina Prabawanti

Mahasiswa S3 dan pekerja sektor keuangan di Jakarta. Menyukai langit, kopi dan peristiwa. Menulis tentang literasi keuangan dan slice of life adalah salah satu cara yang dipilihnya untuk mengurai kerumitan di kepalanya.

ArtikelTerkait

Extraordinary Attorney Woo Episode 9 Sebuah Kritik Atas Kesewenang-wenangan Orang Dewasa Terhadap Anak-Anak Terminal Mojok

Extraordinary Attorney Woo Episode 9: Kritik Atas Kesewenang-wenangan Orang Dewasa Terhadap Anak-anak

28 Juli 2022
Extraordinary Attorney Woo, Drama Korea yang Tak Hanya Menghibur tapi Juga Menyentil Sisi Kemanusiaan Terminal Mojok

Extraordinary Attorney Woo, Drama Korea yang Tak Hanya Menghibur tapi Juga Menyentil Sisi Kemanusiaan

12 Juli 2022
5 Rekomendasi Drama Korea Terbaik Kang Tae Oh selain Extraordinary Attorney Woo Terminal Mojok

5 Rekomendasi Drama Korea Terbaik Kang Tae Oh selain Extraordinary Attorney Woo

22 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti Mojok.co

Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti

9 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja Mojok.co

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja

8 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.