Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Europa League, Tempat yang Tepat bagi Xavi untuk ‘Test Drive’

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
10 Desember 2021
A A
Barcelona
Share on FacebookShare on Twitter

Barcelona telah dipastikan gugur dan harus menyudahi impian mereka untuk melangkah ke babak 16 besar UEFA Champions League musim ini. Penyebabnya adalah karena Blaugrana hanya mampu mengakhiri babak fase grup dengan bertengger di peringkat tiga, tepat di bawah Bayern Munich dan Benfica. Hal ini pun membuat Gerard Pique dkk. harus rela “turun kasta” dan bermain di kompetisi UEFA Europa League, atau kerap disebut pula, Liga Malam Jumat—karena kompetisi ini berlangsung pada malam Jumat.

Akan tetapi, menurut hemat saya, sejatinya hal tersebut merupakan sebuah blessing in disguise bagi masa depan klub yang bermarkas di Camp Nou tersebut. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Kompetitor yang tidak setangguh UCL

Dalam beberapa tahun terakhir, kita harus mengakui bahwa Barcelona tidak memiliki torehan yang benar-benar mentereng dalam kompetisi UEFA Champions League. Prestasi tertinggi yang mampu mereka capai adalah babak semifinal, tepatnya pada musim 2018/2019. Selain itu, mereka hanya mampu mencapai babak 16 besar atau 8 besar. Bagi tim sehebat Barca, yang dihuni oleh pemain-pemain bintang dengan gaji selangit, hal itu tentu cukup memalukan.

Namun, semua itu telah berada di masa lalu. Di musim ini, Barca dapat dikatakan sudah mulai ditinggal oleh para bintangnya. Lantas hanya menyisakan para punggawa veteran dan deretan pemain muda yang masih “bau kencur”. Meski pedih, tetapi saya harus mengatakan bahwa level permainan mereka memang belum cukup tinggi untuk mampu bersaing dan memperebutkan Si Kuping Besar bersama tim-tim besar lainnya. Dan Europa League, dengan level kompetisi yang setingkat di bawah UCL; dengan lawan-lawan yang terbilang masih mampu “ditangani”, tampaknya merupakan tempat yang tepat bagi Blaugrana untuk menguji kemampuannya; untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki taji di Benua Biru.

Xavi yang perlu mencari pengalaman

Tidak dapat dimungkiri, salah satu alasan yang membuat para Cules sedikit meragukan penunjukkan Xavi sebagai juru taktik Barcelona adalah minimnya pengalaman. Seperti yang diketahui, satu-satunya rekam jejak yang ia miliki sebagai seorang entrenador adalah ketika ia dipercaya untuk menukangi Al-Sadd SC, sejak 1 Juli 2019 hingga 5 November 2021.

Di sana, Xavi memang mampu memenangi beberapa kompetisi dengan catatan yang cukup memukau. Akan tetapi, dengan segala hormat kepada klub asal Qatar tersebut, kita tetap harus mengakui bahwa level kompetisi di Timur Tengah tidaklah setinggi level di Eropa.

Oleh sebab itu, saya merasa bahwa Europa League merupakan kompetisi yang tepat bagi Xavi untuk menguji ramuan strateginya. Di sana, ia tentu dapat lebih leluasa untuk mencoba-coba berbagai macam variasi taktik, pemain yang akan diturunkan, serta sistem permainan seperti apa yang akan benar-benar menjadi identitasnya. Singkatnya, Liga Malam Jumat merupakan tempat yang tepat bagi Xavi untuk “test drive”.

Lumayan dapat trofi, daripada tidak sama sekali

Barcelona terakhir kali berhasil menjuarai UEFA Champions League pada musim 2014/2015, ketika klub ini masih berada di puncak kejayaan. Setelah itu, meraih kembali Si Kuping Besar hanya menjelma angan-angan yang didambakan oleh seluruh fans Barca; angan-angan yang terkadang so close, yet so far. Itulah mengapa, saya merasa bahwa dengan bermain di Europa League, kans Barca untuk kembali memenangi kompetisi Eropa sedikit lebih terbuka.

Baca Juga:

Apa pun Bencana yang Menimpa Barcelona, Real Madrid lah (yang Dituduh Jadi) Penyebabnya

Real Madrid, Klub yang Tidak Punya Zaman

Anggap saja, saat ini mereka berada di level yang sama dengan Sevilla; selalu gagal di UCL, tetapi sukses menjadi raja di UEL. Bila dipikirkan kembali, tampaknya hal itu tidak begitu buruk, bukan? Daripada terus-terusan berharap untuk menggapai ekspektasi, ada baiknya bila Barca sejenak berhenti bermimpi dan mulai mengejar realitas. Jadi, apakah Liga Malam Jumat merupakan habitat yang tepat bagi Barcelona? Kita lihat saja nanti ketika Blaugrana resmi memulai petualangannya di sana.

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2021 oleh

Tags: barcelonaUELxavi
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

3 Hal yang Bikin Pendukung Barcelona Optimis meski Habis Dikalahkan Real Madrid laporta

Barcelona yang Selalu Bikin Mata Berkaca-kaca

24 Februari 2023
Tetaplah Berdansa, Vinicius Junior! atletico madrid barcelona joan laporta real madrid

Joan Laporta Menggonggong, Real Madrid Berlalu

18 April 2023
Barcelona

5 Alasan Kita Nggak Perlu Kaget kalau Akhirnya Barcelona Terjun ke Liga Europa

5 Desember 2021
Jules Kounde, Pembelian Terbaik Barcelona Musim Ini

Jules Kounde, Pembelian Terbaik Barcelona Musim Ini

29 Juli 2022
ansu fati barcelona bangkrut fcb femeni la masia arthur melo barcelona pjanic juventus MOJOK

Menolak Perpanjangan Kontrak Adalah Cara Lionel Messi Mengkritik Barcelona

5 Juli 2020
Tak Hanya Tsubasa Ozora, Kawan-kawannya juga Berhak Bermain di Eropa terminal mojok.co

Menghitung Penghasilan Tsubasa Ozora di Barcelona

2 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026
6 Alasan Perantauan seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo Mojok.co

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

12 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
Alasan Orang Lebih Memilih Menu Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe Mojok.co

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

12 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.