Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Es Tebu, Minuman Nostalgia yang Terlupakan di Bulan Ramadan. #TakjilanTerminal42

Fanisa Putri oleh Fanisa Putri
6 Mei 2021
A A
Es Tebu, Minuman Nostalgia yang Terlupakan di Bulan Ramadan. #TakjilanTerminal42 terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Saya masih ingat waktu kecil dulu, mengisap sari-sari tebu dari batangnya adalah hal yang menyenangkan selepas pulang sekolah di siang hari. Tekstur batang tebu yang berserat namun mengandung banyak air dengan rasa yang manis jadi salah satu camilan favorit kala itu. Minuman es tebu dulu jadi minuman yang menjamur dan mudah ditemui di mana saja. Terutama saat bulan puasa tiba, hampir tiap dua meter selalu ada penjual es tebu dengan nama berbeda. Biasanya es tebu dijual di gerobak motor dengan mesin penggiling khusus untuk mengeluarkan sari tebu dari batangnya. Minuman tebu juga banyak ditemui karena budi daya tebu sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia, makanya jumlah penjual tebu cukup banyak.

Tahun demi tahun berlalu, tren minuman hits silih berganti mulai dari es kepal Milo, minuman jus mangga yang harganya setara dengan 3 kilogram mangga, thai tea mulai dari yang kental menggoda sampai yang encer tawar, es kopi gula aren dengan berbagai merek, dan yang saat ini sedang ramai minuman dengan boba yang terbuat dari tepung tapioka dan dibentuk bulat seperti biji pepaya. Semenjak penjual minuman boba semakin banyak, sejak saat itu penjual es tebu sangat sulit ditemui. Padahal es tebu adalah minuman yang murah meriah dan segar. Proses pembuatannya pun cukup sederhana sehingga tidak mengurangi kandungan alaminya.

Dibandingkan dengan minuman boba, es tebu memiliki sejumlah nutrisi yang terkandung dalam sari-sarinya, yaitu karbohidrat, protein, kalsium, kalium, magnesium, zat besi, dan gula. Kandungan gula alami yang terdapat dalam air tebu dapat menjadi sumber karbohidrat yang baik untuk menambah energi, lho. Apalagi jika diminun ketika buka puasa untuk menambah energi yang bikin kamu jadi lebih bersemangat dalam beraktivitas setelah seharian berpuasa. Air tebu juga terasa segar dan dapat mencegah dehidrasi juga. Selain itu, air tebu mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Tebu juga dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat gula pasir sebagai sumber rasa manis.

Es tebu bisa kamu kombinasikan dengan buah untuk menambah rasanya seperti lemon. Kombinasi antara manisnya air tebu dan asam lemon menjadi kombinasi asam dan manis yang pas dan menyegarkan untuk berbuka. Selain lemon, campuran air tebu dan kelapa juga bisa menjadi salah satu minuman segar penumpas dahaga. Kombinasi unik lainnya adalah air tebu dengan jahe dan kacang. Minuman ini cukup populer loh di Provinsi Riau, dikenal juga dengan nama air tebu nostalgia. Unik, kan?

Namun sayang, minuman tebu kini mulai sulit ditemukan. Padahal jika dibandingkan dari segi harga dengan minuman boba yang sedang hits sekarang ini, es tebu jauh lebih terjangkau. Hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp5 ribu saja kamu sudah bisa menikmati segelas es tebu segar.

Es tebu jadi minuman yang saya rindukan saat bulan puasa. Selain alami, minum es tebu saat berbuka puasa juga tidak membuat tenggorokan saya sakit. Rasanya pun manis dan segar dengan aroma yang mirip seperti rumput segar. Saat meminum segelas es tebu, saya jadi teringat ketika saya masih bermain lari-larian di lapangan rumput hijau dekat rumah dengan teman-teman. Di sekitar lapangan rumput itu terdapat pohon tebu yang cukup rimbun dan dulu mudah sekali ditemukan di dekat rumah. Karena terlalu asik bermain, saya dan teman-teman merasa lelah dan kehausan. Akhirnya kami menghilangkan rasa haus dengan memotong satu batang pohon tebu yang kemudian kami bagi untuk dimakan bersama. Saya masih ingat betul rasa sari tebu yang keluar ketika batang tebu itu dikunyah pelan-pelan. Glek, rasanya manis dan segar.

Minuman es tebu juga punya nostalgia tersendiri bagi sebagian orang. Manisnya es tebu seolah membawa kita kembali pada kenangan masa kecil yang terasa manis meskipun dengan hal-hal yang sederhana. Proses pembuatannya yang sederhana dengan cara digiling dan diperas sampai mengeluarkan sari-sarinya yang manis, sama seperti hidup ketika kita harus berjuang terlebih dahulu untuk mendapatkan kebahagiaan dan merasakan manisnya hidup.

Tren minuman mungkin akan terus berkembang setiap tahunnya silih berganti, tapi semoga minuman nostalgia ini selalu ada agar kita tetap dapat mengingat manisnya kenangan masa kecil dengan sederhana lewat segelas es tebu.

Baca Juga:

4 Varian Rasa Nutrisari yang Gagal dan Bikin Pembeli Kapok

Warak Ngendog, Mainan “Aneh” di Pasar Malam Semarang yang Ternyata Punya Filosofi Mendalam

Sumber Gambar: YouTube Kota Tape

BACA JUGA 4 Alasan Buka Bareng Harusnya Ditiadakan Saja. #TakjilanTerminal41 dan tulisan Fanisa Putri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2022 oleh

Tags: bulan ramadanesminumanTakjilan Terminal
Fanisa Putri

Fanisa Putri

Saya suka T-rex, berharap suatu hari nanti bisa membawanya jalan-jalan keliling kompleks perumahan. Kalau lihat T-rex kabari saya lewat instagram @fanisaput ya!

ArtikelTerkait

Ngaji Kilatan dan Tradisi Melancong Santri di Bulan Ramadan. #TakjilanTerminal30

Ngaji Kilatan dan Tradisi Melancong Santri di Bulan Ramadan. #TakjilanTerminal33

29 April 2021
Di Kampung Saya, Tarawih 8 Rakaat Dianggap Kurang Sopan. #TakjilanTerminal38

Di Kampung Saya, Tarawih 8 Rakaat Dianggap Kurang Sopan. #TakjilanTerminal38

2 Mei 2021
jajanan jaman dulu es mony es wawan es krim viennetta es potong es goyang mojok.co

Lupakan Viennetta, Jajanan Jaman Dulu Juga tentang Es Mony dan 6 Es Lainnya

9 April 2020
7 Minuman Penjaga Stamina dari Penjuru Nusantara, Cocok Dinikmati di Musim Hujan Terminal Mojok

7 Minuman Penjaga Stamina dari Penjuru Nusantara, Cocok Dinikmati di Musim Hujan

14 Oktober 2022
Pasar Ekologis Argowijil, Tempat Favorit Warga Gunungkidul Berburu Takjil Terminal Mojok

Pasar Ekologis Argowijil, Tempat Favorit Warga Gunungkidul Berburu Takjil

12 April 2022
Tradisi Ater-ater di Momen Ramadan yang Menguntungkan Sekaligus Merugikan. #TakjilanTerminal18

Tradisi Ater-ater di Momen Ramadan yang Menguntungkan Sekaligus Merugikan. #TakjilanTerminal18

21 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.