Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Dunia Butuh Pendengar yang Baik, Bukan Orang yang Terlalu Banyak Bicara

Mishbaakhul Munir oleh Mishbaakhul Munir
26 September 2021
A A
pendengar yang baik

pendengar yang baik

Share on FacebookShare on Twitter

Terkadang kita ini lucu, ingin didengar, namun tak mau jadi pendengar.

Sejak kecil kita sering didorong untuk berani berbicara di depan umum dan senang ketika mendapat tepuk tangan setelah mengemukakan pendapat. Ketika ada teman yang cerita, kita cenderung tidak sabaran mendengarkannya, terburu-buru memotong cerita kemudian memberikan tanggapan dan tidak jarang malah “beradu nasib”, seperti:

“Bro, aku mau cerita, bla bla bla, gitu bro”

“Lah, lu masih mending, la gue lebih parah bro bla bla”

Kita juga sering menanggapi hal yang harusnya itu hanya perlu diiyain dan didengarin. Kita ini terlalu banyak bicara. Sementara itu kita jarang sekali untuk menjadi pendengar yang baik, pendengar yang mampu mendengarkan cerita dengan saksama, mencoba memahami, dan berempati dengan lawan bicara kita.

Padahal nih ya, secara biologis kita punya kemampuan untuk mendengar tiga kali lebih cepat dibanding berbicara. Hal ini menandakan kita memiliki kapasitas berlebih di dalam otak untuk mendengarkan suatu hal tapi kita jarang menggunakan kemampuan itu.

Padahal ketika kita menjadi seorang pendengar yang baik, kita bisa dapet banyak benefit. Inilah benefit yang dimaksud:

Menjaga kondisi kesehatan mental orang terdekat

Ketika menjadi seorang pendengar yang baik, kita bisa menjaga orang-orang terdekat kita agar mentalnya tetap sehat. Dan tentu saja, kita bisa menjadi tempat untuk menyalurkan emosi.

Baca Juga:

Lingkungan Kerja Toxic Membuat Karyawan Tidak Sejahtera Jiwa dan Raga

Ketika ODGJ Harus Merawat Orang Sakit: Berusaha Tetap Tegar meski Diri Benar-benar Ambyar

Menjadi tempat yang nyaman untuk bercerita

Menjadi pendengar yang baik akan memberikan kenyamanan bagi lawan bicara karena lawan bicara merasa diperhatikan dan dihargai.

Melatih kesabaran

Dengan tidak terburu-buru memotong pembicaraan dan mendengar dengan seksama hal itu akan membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih penyabar

Tidak gampang menghakimi orang

Menjadi pendengar yang baik akan membuat kita mendengar, mengerti, dan memahami cerita lawan bicara kita. Hal itu mampu membuka perspektif kita mengenai berbagai sudut pandang. Hal ini akan menjadikan kita untuk tidak mudah menjudge suatu hal

Bisa bikin kenyang

Jadi pendengar yang bisa bikin kenyang loh. Bayangin aja ketika kita beli nasi goreng terus kita diajak ngobrol sama yang jualan. Kita dengerin cerita dari beliau dan kita jadi akrab, pasti penjualnya nggak sungkan buat nambahin porsi pesanan kita.

Lah terus gimana sih caranya jadi pendengar yang baik? Waktu kuliah kemarin saya dapet nih beberapa cara untuk jadi pendengar yang baik. Cara tersebut adalah:

Encouraging

Jadi ketika lawan bicara kita sedang cerita kemudian ada jeda kita bisa menjawab dengan “umm”, “hmm”, “yaa”, kita juga bisa menggunakan gestur tubuh seperti mengangguk-angguk dan ekspresi wajah yang positif sesuai kondisi. Cara yang pertama bertujuan untuk mendorong dan mejaga lawan bicara kita tetap bercerita, dan membuat lawan bicara merasa diperhatikan.

Paraphrasing

Ketika kita sedang ngobrol nih, kemudian lawan bicara diem, kita bisa ngajuin pertanyaan dengan cara mengulang apa yang lawan bicara kita sampaikan. Kita juga bisa meringkas hal-hal penting yang dikatakan oleh lawan bicara kita kemudian memastikan apakah hal tersebut sesuai atau tidak dengan yang ia bicarakan.

Contohnya nih lawan bicara lagi cerita soal kendalanya kuliah. Kemudian, muncul statement bahwa dia lagi pusing banget gara-gara tugas yang menumpuk dan deadlinenya yang mepet. Kita bisa nih jawab kayak gini,  “Wah kamu lagi banyak tugas ya dan kebetulan juga deadlinenya mepet?”

Kira-kira begitu lah, kalian harusnya paham. Jadi temen mbok ya peka gitu.

Summarizing

Summarizing adalah merangkum semua isi percakapan yang udah disampein. Biasanya digunakan di akhir sesi. Dengerin baik-baik cerita temanmu, ambil intinya, lalu rangkum, sampaikan di akhir. Meski kayak mengulang, setidaknya hal ini memberi kesan bahwa kamu peduli dengan ceritanya. Hal itu berarti banget, loh.

Menjadi pendengar yang baik merupakan sebuah proses dan harus kita latih. Selama proses tersebut pastinya kita akan dihadapkan rasa males, nggak sabaran, capek, dan ngerasa cerita yang disampein nggak penting. Tapi, percayalah, temen-temen, ketika kita bisa menolong dan berbuat baik untuk orang lain, itu sama saja berbuat baik untuk diri sendiri.

Selain itu Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut yang artinya kita diperintahkan untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara. Akhir kata, salam sayang, semoga harimu menyenangkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 September 2021 oleh

Tags: Kesehatan Mentalpendengar
Mishbaakhul Munir

Mishbaakhul Munir

Mahasiswa psikologi yang hobi nongkrong di warung nasgor.

ArtikelTerkait

Lingkungan Kerja Toxic Membunuh Jiwa dan Raga Karyawan (Unsplash)

Lingkungan Kerja Toxic Membuat Karyawan Tidak Sejahtera Jiwa dan Raga

28 November 2023
Ketika Babarsari Jadi Lokasi Syuting Film Joker joker korban

Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti: Joker Bukan Orang Baik, Stop Bermental Korban!

7 Oktober 2019
joker

Joker dan Viktimisasi

8 Oktober 2019
Berani Konsultasi Psikologi untuk Pertama Kali Adalah Langkah Besar untuk Masalahmu terminal mojok.co

Berani Konsultasi Psikologi untuk Pertama Kali Adalah Langkah Besar untuk Masalahmu

30 Maret 2021
Seseorang yang menyeting boundaris pada dirinya sendiri

Setting Boundaries: Bukan Egois, Hanya Tak Mau Menyakiti Diri Sendiri

29 Juni 2022
Melestarikan Budaya Petan, Ajang Sambat dan Gibah untuk Menjaga Kesehatan Mental

Melestarikan Budaya Petan, Ajang Sambat dan Gibah untuk Menjaga Kesehatan Mental

22 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.