Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
30 Juli 2026
A A
Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin Mojok.co

Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kapan ya bisa bangun sekolah sendiri ~

Kemarin saya baca tulisan Mas Iqbal AR yang berjudul Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku. Saya tidak habis pikir, Rp100 miliar kan duit yang nggak sedikit ya, dan jelas duitnya sisa banyak sekali kalau cuma membangun 3 usaha tadi.  

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, saya tidak mau berkomentar banyak. Sebab, in this economy, menyimpan duit dalam bentuk cash atau tunai memang  lebih baik daripada bikin usaha yang belum tentu bakal berkembang dan cuan.  

Saya jadi tertarik untuk ikut berandai-andai, kalau dapat rezeki nomplok duit Rp100 miliar, apa yang akan saya lakukan ya? 

Jujur, saya sih pengin buka sekolah sendiri ya. Dengan duit Rp100 miliar saya tidak hanya bikin sekolah yang punya fasilitas komplit, tapi juga bisa memuliakan guru dan karyawan. 

Berangkat dari fenomena sekolah elit, gaji guru sulit

Keinginan untuk membuka sekolah ini bukan semata karena saya punya latar belakang profesi di dunia pendidikan. Jauh dari itu, keinginan ini lahir dari rasa jengah yang menumpuk di dada. Saya jengah melihat berita-berita di media sosial soal sekolah swasta yang uang gedungnya sampai puluhan juta, SPP muridnya juga jutaan per bulan, tapi giliran bayar gaji guru? UMR pun nggak sampai.

Padahal, saya yakin pemilik yayasan paham betul bahwa tugas guru itu tidak sedikit. Apalagi, kalau sekolahnya adalah sekolah swasta elit. Mereka tidak hanya harus berjibaku memenuhi tuntutan administratif yang seolah tiada habisnya, tetapi juga harus berhadapan dengan tekanan psikologis dari orang tua murid yang merasa berhak menuntut kesempurnaan karena sudah membayar mahal.

Sebut saya menyimpan dendam kesumat pada ketidakadilan ini. Tapi, saya yakin siapa saja pasti akan setuju jika membiarkan institusi meraup keuntungan dari kantong wali murid tanpa mau menghargai keringat pendidiknya dengan upah layak adalah bentuk eksploitasi.

Baca Juga:

Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

Bangun sekolah yang mengerti kebutuhan siswa

Balik soal impian membangun sekolah.

Kalau bicara soal jenjang sekolah yang akan dibangun, pilihan saya jatuh pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pilihan ini bukan tanpa alasan, tapi berdasarkan fakta di lapangan. 

Saat ini, jumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) swasta berlabel unggulan sudah menjamur. Sebaliknya, jenjang SMA belum terlalu banyak. Padahal, masa SMA ini fase paling krusial bagi masa depan anak remaja.

Di fase ini mereka sering kali kebingungan menentukan arah hidup seusai lulus. Maka dari itu, di SMA yang akan saya bangun ini, sistem pendidikannya tidak akan disamaratakan secara kaku.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di gerbang kelas sepuluh, setiap siswa akan diajak mengenali potensi dan minatnya untuk diplot ke dalam jalur yang jelas: apakah mereka mantap ingin merintis jalur wirausaha, atau fokus penuh menembus gerbang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impian.

Nah, dengan penjurusan yang terarah sejak dini, pola pembelajarannya pun dibuat jauh lebih spesifik dan aplikatif. Anak-anak yang memilih jalur bisnis akan digembleng langsung dengan praktik kewirausahaan nyata, sementara mereka yang fokus akademik akan mendapat ekosistem belajar yang suportif untuk menaklukkan ujian masuk universitas.

Alokasi dana Rp100 miliar

Saya yakin dengan dana Rp100 miliar di tangan, mewujudkan SMA seperti apa yang saya impikan bukanlah perkara sulit.

Hitungannya begini, di tahap awal akan saya alokasikan sekitar Rp10 miliar rupiah untuk membeli lahan di kawasan pinggiran kota yang asri dan tenang. Lokasinya mungkin agak jauh dari bisingnya kendaraan, tapi tetap mudah diakses.

Selanjutnya, sekitar Rp30 miliar rupiah digelontorkan untuk pembangunan fisik bangunan sekolah yang fungsional, ramah lingkungan, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Dana ini mencakup ruang kelas ber-AC yang nyaman, laboratorium sains dan digital modern, perpustakaan representatif, lapangan olahraga terbuka, serta fasilitas penunjang bakat siswa lainnya.

Menjamin kebutuhan guru dan karyawan

Nah, sisa anggaran sebesar Rp60 miliar rupiah itu akan saya alokasikan untuk dana operasional dan cadangan kas strategis, termasuk untuk menggaji guru dan karyawan secara layak. Termasuk, dana untuk perlindungan kesehatan, tunjangan hari tua, serta subsidi khusus untuk pengembangan kompetensi para guru.

Dengan demikian, tidak akan ada lagi cerita guru harus mencari pekerjaan sampingan hingga larut malam demi menutupi kebutuhan dapur mereka. Waktunya pulang ya pulang. Istirahat di rumah supaya besok pagi bisa berangkat dengan kondisi badan fit dan hati bahagia.

Bagaimana? Mulia sekali kan rencana saya? Jadi, tolong doain supaya saya segera bisa dapat uang Rp100 miliar ya~

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Pesan dari orang tua untuk sesama orang tua, stop paksa anak yang baru masuk SD jadi juara kelas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2026 oleh

Tags: 100 miliarRp100miliarSekolahSekolah Menengah Atassekolah swastasma
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan (Unsplash)

Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan

20 Agustus 2023
Mas Wapres Benar, Sistem Zonasi Memang Sebaiknya Dihapus Saja karena Banyak Masalah

Mas Wapres Benar, Sistem Zonasi Memang Sebaiknya Dihapus Saja karena Banyak Masalah

26 November 2024
Guru Bimbel, Profesi Paling Pengertian di Dunia

Kalau Mau Anak Pintar Cukup Ikut Les atau Bimbel Saja, Sekolah Cuma buat Formalitas

23 Mei 2026
Guru Honorer Tetap Mengajar dengan Gaji Kecil Bukanlah Pengabdian, Itu Terjebak Keadaan Mojok.co

Guru Honorer Tetap Mengajar dengan Gaji Kecil Bukanlah Pengabdian, Itu Terjebak Keadaan

8 Desember 2023
yang menang lomba siswa, yang dapet piala sekolah

Siswa yang Menang Lomba, Sekolah yang Dapat Piala

21 Oktober 2021
Jakarta Japanese School (JJS), TK Jepang ala Shinchan di Jakarta: Kegiatannya Unik, Fasilitasnya Nomor Wahid

Jakarta Japanese School (JJS), TK Jepang ala Shinchan di Jakarta: Kegiatannya Unik, Fasilitasnya Nomor Wahid

23 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

26 Juli 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026
Bodoh! Ngapain iuran 100 ribu demi mengundang sound horeg (Pexels)

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

29 Juli 2026
7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026
Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos Mojok.co

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.