Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Drama Korea Typhoon Family, Membahas yang Terlewat dalam Debat Perintis vs Pewaris di Media Sosial

Karina Londy oleh Karina Londy
13 November 2025
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Saya muak sekali dengan perdebatan perintis vs pewaris yang belakangan beredar di media sosial kita. Kok kesannya, hidup itu selalu tentang adu nasib, sih? Saya muak, betapa orang-orang menganggap bahwa perintis vs pewaris itu adalah komparasi antara miskin vs kaya, struggle vs leyeh-leyeh. 

Hei, tidak semua pewaris itu antagonis ya. Kalian nggak punya teman yang merupakan pewaris perusahaan menengah atau bahkan kecil ya? Saya punya beberapa, dan percayalah, hidup mereka nggak segampang itu.

Makanya saya senang sekali ketika muncul drama Korea (drakor) Typhoon Family. Drakor ini seperti menjabarkan semua ketidaksetujuan saya akan stigma negatif yang terlanjur melekat sama label “pewaris”.

Typhoon Family, pewaris perusahaan yang sakit dalam ekonomi yang sulit

Bayangkan, kamu adalah seorang calon pewaris perusahaan yang dirintis ayahmu. Usiamu dan perusahaan itu sama persis. Sebab, ayahmu mendirikan perusahaan tepat sehari setelah kamu lahir.

Selama 25 tahun, kamu terbiasa hidup cukup. Bahkan, bisa berfoya-foya. Namun krisis moneter 1998 melanda dan perusahaan ayahmu terkena imbasnya. Di tengah kekacauan itu, ayahmu kena serangan jantung dan meninggal. Tanpa aba-aba, kamu kini menjadi kepala keluarga sekaligus penanggung jawab perusahaan.

Begitulah awal kisah Kang Tae-poong (Lee Jun-ho) dalam drakor Typhoon Family. Seorang pewaris perusahaan menengah yang nyaris bangkrut dalam situasi ekonomi negara yang sedang kacau. Kalau kamu di posisi dia, nggak bakal tuh terlintas dalam benakmu bahwa, “Wah, enak ya jadi pewaris!”

Tanggung jawab berat di luar kemampuan, sebelum waktunya, dan tanpa diminta

Bagaimana bisa kamu terpikir jadi pewaris itu enak, ketika kamu harus menanggung beban di luar kemampuanmu ecara prematur dan tanpa diminta pula. 

Kang Tae-poong dalam Typhoon Family punya kesenangan pribadi seputar bunga. Dia bermimpi menjadi plant breeder yang sukses. Tangannya lihai dalam mengawinkan silang bunga, bukan dalam menghitung neraca bisnis. 

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Akan tetapi karena kondisi, dia harus memikirkan bagaimana cara menjaga sejumlah karyawan beserta keluarga mereka tetap punya uang untuk makan. Dan bagaimana agar kantor ayahnya bisa bertahan.

Dia tak pernah meminta tanggung jawab itu. Beda dengan Perintis yang memang sudah paham segala konsekuensi dari pilihan hidupnya. Pewaris tak pernah memilih dari keluarga apa dia dilahirkan. 

Ya, memang dia punya pilihan antara menerima atau menolak warisan ayahnya. Tapi, anak macam apa sih yang tega melepaskan hasil jerih payah orang tuanya dengan semudah itu? Secara, sejak lahir sampai di usia layak punya anak, dia dapat penghidupan dari usaha ayahnya itu. Hatinya pasti memaksanya untuk paling tidak mencoba berjuang mempertahankan perusahaan ayahnya.

Jangan lupa, utang juga bisa diwariskan

Kalau menurutmu perjuangan mempertahankan “magnum opus” orang tuamu itu heroik. Dan, entah bagaimana, itu bikin kamu berpikir bahwa menjadi pewaris itu “enak” atau “seru”, satu hal ini pasti bisa membuat khayalanmu turun lagi ke bumi. Satu hal itu adalah utang. 

Pewaris itu bukan cuma mewarisi harta dan aset perusahaan. Tapi, seringkali (bukan kadang lho ya, sering) disertai dengan utang. Itulah yang dihadapi Kang Tae-poong dalam Typhoon Family. Karena utang yang menunggak, dia sampai kehilangan rumah beserta isinya. Ia bahkan tak bisa melangsungkan pemakaman ayahnya dengan tenang. Soalnya ada rekan bisnis ayahnya yang datang mencak-mencak minta utangnya dibayar saat itu juga. Sampai-sampai kotak uang takziah pun mau diembat buat menutup utang.

Iya bagian itu terlalu drama sih, namanya juga drama Korea. Namun, itu tak melepas kenyataan bahwa pewaris memang punya tanggung jawab menuntaskan utang yang diwariskan kepadanya. Baik secara pribadi ataupun dalam perusahaan. Dan, ini bukan beban yang enteng. 

Kalau kamu ditagih utang Rp1 juta aja pusing, menurutmu gimana rasanya ditagih utang sebesar Rp1 miliar?

Aktualisasi jati diri yang tertunda

Gimana, sudah mulai jelas kan, betapa jadi pewaris itu hidupnya nggak selalu senikmat stigma orang kebanyakan? Selain itu, ada satu lagi sisi nggak enak hidup sebagai pewaris, yaitu mesti mengesampingkan passion kamu yang sebenarnya.

Seperti yang saya ceritakan di atas. Kang Tae-poong punya mimpi jadi plant breeder. Tapi, ketika dia kewalahan dengan segala tanggung jawab barunya, dia harus merelakan mimpinya itu. Bunga-bunga yang memenuhi rumah kaca Tae-poong yang tadinya indah, kini meranggas semua. 

Saya yang punya kebun kecil di rumah merasa pilu melihat adegan itu. Terbayang segala usaha dan perhatian yang sudah dicurahkan pada tanaman itu kini sia-sia. 

Mimpi Tae-poong harus dikesampingkan begitu saja. Soalnya kini dia mewarisi tanggung jawab yang “lebih besar”. Lagipula, ia memang tak punya uang untuk terus mengurus tanamannya.

Bagi pewaris, passion tidak bisa menjadi kompas dalam hidup. Namun, warisannya yang mau tak mau harus menjadi passion dalam hidupnya. Menjadi perintis itu susah, tapi jadi pewaris pun tak seindah yang kamu bayangkan.

Typhoon Family mengajak melihat kembali perdebatan perintis vs pewaris

Maksud saya menulis ini bukan sekadar mengulas drama Korea. Namun, agar tren debat kusir komparasi perintis vs pewaris yang memuakkan itu segera berakhir. Dengan cara memperkuat pesan dalam drakor Typhoon Family yang memperlihatkan bahwa hidup sebagai pewaris itu juga penuh tantangan.

Tiap orang, baik perintis maupun pewaris, punya beban masing-masing yang tidak selalu diumbar. Hanya karena kita tidak bisa lihat beban orang lain, bukan berarti orang itu tak punya beban. 

Menjadi perintis itu susah, tapi percayalah menjadi pewaris juga susah. Tipe susahnya memang beda. Tapi kalau kamu di posisi orang lain, belum tentu juga kamu sanggup menanggung kesusahannya itu.

Mentalitas adu nasib antara perintis vs pewaris ini bikin diskusi online kita mentok di kompetisi “siapa paling keren” saja. Bukannya nambah wawasan dan mengasah empati, banyak dari kita yang malah mempertebal dinding echo chamber masing-masing. Kalau begini terus, ya jangan pake nanya lagi, kenapa bentrok horizontal jadi lebih sering terjadi di antara kita belakangan ini. 

Penulis: Karina Londy
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Drama Korea Terbaru yang Sebaiknya Jangan Ditonton demi Kesehatan Mental.  

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2025 oleh

Tags: drakordrama koreakoreaTyphoon Family
Karina Londy

Karina Londy

Lulusan komunikasi yang bekerja di industri penerbangan. Fotografer dan pegiat olahraga alam bebas. Pengelola taman baca swadaya di Jakarta Timur.

ArtikelTerkait

6 Drama Korea Gore No Sensor, buat yang Kuat-Kuat Aja

6 Drama Korea Gore No Sensor, buat yang Kuat-Kuat Aja

30 April 2024
Hal yang Dapat Dipelajari dari Marga Han dalam Drama Korea yang Tersakiti terminal mojok.co

Hal yang Dapat Dipelajari dari Marga Han dalam Drama Korea yang Tersakiti

6 Februari 2021
7 Drama Korea yang Tayang Januari 2022 terminal mojok.co

7 Drama Korea yang Tayang Januari 2022

10 Januari 2022
5 Drama Korea Balas Dendam Terbaik yang Sayang Dilewatkan

5 Drama Korea Balas Dendam Terbaik yang Sayang Dilewatkan

9 April 2025
5 Karakter Wanita Antagonis dalam Drama Korea yang Paling Ngeselin Terminal Mojok

5 Karakter Wanita Antagonis dalam Drama Korea yang Paling Ngeselin

27 Juni 2022
5 Drama Korea Underrated dengan Cerita Seru, Pencinta Drakor Wajib Nonton Terminal Mojok

5 Drama Korea Underrated dengan Cerita Seru, Pencinta Drakor Wajib Nonton!

8 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”
  • User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi
  • Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa
  • Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara
  • Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.