Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Dosa Kota Pekalongan: Membiarkan Warganya Percaya kalau Gaji UMR Termasuk Sudah Tinggi, Padahal Itu Upah Minimum!

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
3 Agustus 2023
A A
Pekalongan Berdosa ketika Gaji UMR Sudah Dianggap Tinggi! (Unsplash)

Pekalongan Berdosa ketika Gaji UMR Sudah Dianggap Tinggi! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Gaji selalu menjadi topik obrolan yang tidak bisa dilewatkan. Suatu siang saya membicarakan perkara ini dengan teman saya. Seorang teman bilang kalau UMR di Kota Pekalongan ini terbilang cukup rendah. Gaji UMR menurutnya pas-pasan, jika tidak menyebutnya tak cukup, untuk kebutuhan sebulan.

Saya mengerti betul keluhannya itu. Tapi, kenyataannya, bagi kebanyakan warga Pekalongan, gaji UMR sudah terbilang sangat tinggi. Gampangnya, UMR Kota Pekalongan adalah gaji yang diidam-idamkan warga sini.

Ketika saya menyampaikan fakta itu, kami tertawa kecut. Teman saya heran, kok bisa gaji minimum dianggap tinggi? Kebetulan teman saya itu bukan warga asli. Dia juga belum lama bekerja di Kota Batik.

Di Pekalongan, gaji UMR sudah dianggap tinggi. Sungguh memprihatinkan.

Hal tersebut sudah saya rasakan sejak terjun di dunia kerja. Warga Kota Pekalongan itu memang masih menganggap bahwa gaji UMR sangatlah tinggi.

Betul sih, Pekalongan adalah salah satu kota/kabupaten dengan UMR yang cukup tinggi di Jawa Tengah. Pada 2023, UMR Kota Pekalongan adalah Rp2,3 juta sekian. Angka itu lebih tinggi dari tetangganya, Kabupaten Pekalongan, yang UMR-nya hanya Rp2,2 juta sekian. Sementara itu, Kabupaten Batang, juga kurang lebih sama seperti Pekalongan.

Bahkan, Kota Pekalongan menjadi daerah dengan UMR tertinggi ketujuh di Jawa Tengah. Barangkali atas dasar inilah warga sini menganggap gaji UMR itu sangat tinggi. Karena dianggap tinggi, orang sini merasa sudah sangat mapan.

Saya pernah menerima stereotip semacam itu. Ketika bilang gaji saya UMR, semua langsung menganggap bahwa saya bisa ini-itu. Bahkan bapak saya bilang, saya bisa kredit KPR.

Saya akui, tidak sedikit anak muda yang sudah berani ambil cicilan KPR. Saya mendapat cerita itu dari orang-orang yang suka promosi KPR. Namun, saya pikir, kecil kemungkinannya orang yang mengambil KPR hanya mengandalkan gaji UMR. Kalaupun gaji UMR, harus ditopang oleh dua orang yang juga sama-sama bergaji UMR. Sudah begitu, tidak menutup kemungkinan kalau cicilan bakal macet dan ujungnya oper kredit.

Baca Juga:

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

Pemandangan semacam itu berkali-kali saya temui. Wong saya pernah ditawari oper kredit KPR! Saya menduga orang-orang yang mengambil KPR dengan modal gaji UMR Kota Pekalongan termakan ajian cocot kencono tukang promosi dan anggapan kalau gaji UMR itu tinggi.

Masih banyak pekerja di Kota Pekalongan mendapat gaji di bawah UMR

Saya paham, gaji UMR di Kota Pekalongan sering dibilang tinggi muncul lantaran masih banyak pekerja mendapat upah yang jauh di bawah standar. Misalnya buruh batik.

Buruh batik adalah pekerjaan yang menurut saya menyedihkan. Mereka ikut melestarikan budaya batik. Tapi, soal kesejahteraan, sama sekali tidak terjamah. Gajinya tidak menentu. Setelah saya menelusuri lewat beberapa literatur dan bertanya kepada buruh batik, gaji mereka untuk 2023 ini sekitar Rp70 hingga Rp100 ribu per hari.

Memang, ketika mendapat gaji Rp100 ribu per hari, buruh batik bisa memperoleh sekitar Rp2,6 juta. Jauh lebih tinggi dari UMR. Tapi, Rp100 ribu per hari adalah batas tertinggi. Dan, juragan batik belum tentu menggaji buruh batik dengan batas tertinggi. Jika kita ambil yang Rp70 ribu per hari, sebulan gajinya tidak sampai Rp2 juta.

Masalahnya, gaji segitu acap hanya diperuntukkan bagi buruh batik usia produktif. Banyak dari bos-bos batik besar tidak hanya mempekerjakan mereka, tapi juga orang-orang sepuh. Dan buruh batik yang sepuh ini digaji sekitar Rp50-60 ribuan per hari. Tidak peduli mandor atau bukan. Itu baru buruh batik.

Di Kota Pekalongan ada pekerja yang bahkan mendapat gaji Rp30 ribu saja per hari, lho! Bayangkan, sebulan gajinya nggak nyampe sejuta! Hal-hal yang begini jarang tersentuh, bahkan oleh serikat pekerja. Biasanya para pekerja cuma bisa ikhlas saja.

UMR Itu ya upah minimum. Titik!

Padahal, UMR itu ya upah minimum. Baca sekali lagi baik-baik. M-I-N-I-M-U-M. Sejak kapan upah minimum malah jadi upah tertinggi? Inilah yang tak disadari warga Kota Pekalongan. Kebanyakan dari mereka sering lebih memilih nrimo ing pandum.

Warga sini sudah terbiasa mendapat gaji kecil. Mereka, barangkali, sudah terpapar anjuran supaya menjadi makhluk yang senantiasa tabah dan bersyukur. Gaji berapa saja disyukuri. Lucunya, yang sering bilang begitu adalah penguasa dan pengusaha yang sering bersembunyi di balik topeng agama.

Alhasil, ketika ada orang bekerja dengan gaji UMR, seolah-olah dianggap sudah kaya. Mereka dianggap pasti bisa memenuhi kebutuhan hidup. Padahal, jika untuk kebutuhan hidup saja, gaji UMR hanya ngepas. Atau malah kadang besar pasak daripada tiang.

Biaya hidup di sini terbilang tinggi

Gimana lagi? Kebutuhan hidup di Kota Pekalongan juga terbilang tinggi. Harga makanan di sini, sekali makan itu Rp15 ribu. Murah-murahnya Rp10 ribu. Dikalikan sebulan sudah habis Rp900 ribu.

Itu belum termasuk bayar listrik, air, WiFi, kuota internet, dan tetek-bengek lainnya. Kalau belum ada tanggungan sih masih cukup ringan. Ha kalau sudah ada tanggungan ya bonjrot juga. Misalnya buat bayar sekolah. Ya kalau sekolahnya negeri. Kalau swasta? Eh, tapi, sekolah negeri saja sekarang kebutuhannya banyak. Ini saya belum bilang biaya kuliah, lho.

Biaya kuliah di kampus-kampus di Pekalongan juga sangat mencekik leher. Contoh di UIN KH Abdurrahman Wahid atau UIN Pekalongan UKT-nya rata-rata sekitar Rp3,5 jutaan ke atas per semester. Sebulan berarti harus menyisihkan uang sekitar Rp800 ribu lebih.

Belum termasuk biaya lainnya seperti ngeprint tugas. Terus, emang bocah mau ke kampus suruh jalan kaki? Ya pasti naik kendaraan. Kendaraan butuh apa? Bensin? Ha modyar!

Gaji UMR Kota Pekalongan yang hanya Rp2,3 jutaan sebetulnya buat hidup kembang-kempis. Eh, lha kok oleh warganya sendiri malah dibilang itu gaji yang sangat tinggi. Sama sekali nggak masuk akal!

Penulis: Muhammad Arsyad

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2023 oleh

Tags: biaya kuliah di pekalongangajigaji pekalongangaji umrkota batikKota Pekalonganpekalonganumr pekalongan
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Menebak Alasan Kota Pekalongan Jarang Ada Bazar Buku meski Angka Literasinya Tinggi

Menebak Alasan Kota Pekalongan Jarang Ada Bazar Buku meski Angka Literasinya Tinggi

9 Mei 2023
Tumpukan Sampah di Jembatan Se'an Simbang Gagal Merepresentasikan Pekalongan Kota Santri

Tumpukan Sampah di Jembatan Se’an Simbang Gagal Merepresentasikan Pekalongan Kota Santri

20 Juni 2025
Pekalongan Bikin Orang Purbalingga Lebih Bersyukur, Kotanya Problematik Bikin Nggak Betah Mojok.co

Pekalongan Bikin Orang Purbalingga Lebih Bersyukur, Kotanya Problematik Bikin Nggak Betah

19 Maret 2024
Guru Swasta Menderita, Harus Serba Bisa tapi Gaji Bercanda (Unsplash) kabupaten bandung barat

Nasib Guru Swasta di Kabupaten Bandung Barat: Dituntut Membuat Siswa Bahagia meski Nasib Mereka Begitu Menyedihkan

7 Juli 2024
kerja keras cara mendapatkan uang dari internet uang pulsa 50 ribu dari kampus UNS, gaji umr tabungan penghasilan milenial uang pekerja boros mojok.co

Kenapa Gaji di Atas UMR tapi Masih Merasa Miskin?

7 Mei 2020
Hal-hal Mengerikan yang Bisa Saja Menimpa Pekerja Jalur Yayasan Kerja

Hal-hal Mengerikan yang Bisa Saja Menimpa Pekerja Jalur Yayasan Kerja

24 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya Mojok.co

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

28 Januari 2026
4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

4 Alasan Freezer Nugget Lebih Membingungkan daripada Kulkas Minuman di Indomaret

26 Januari 2026
5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

26 Januari 2026
Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang (Foto milik Hammam Izzudin)

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

26 Januari 2026
Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

27 Januari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.