Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Suci Amalia oleh Suci Amalia
29 October 2025
A A
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika berkenalan dengan orang baru, saya pasti memperkenalkan nama dan asal daerah. “Saya Suci, asal Brebes, Jawa Tengah.” Begitu kira-kira. Biasanya lawan bicara langsung merespons dengan, “Wah, berarti ngapak ya?” atau langsung nyamber pakai bahasa Jawa.

Sayang beribu sayang, tak semua warga Jawa Tengah itu sukunya Jawa. Ada beberapa suku Sunda di daerah perbatasan Jawa Barat yang sering dianggap marginal. Termasuk saya yang kebetulan tinggal di Kecamatan Ketanggungan, Brebes.

Nah, lucunya, nggak semua orang Brebes bisa bahasa Jawa ngapak. Di wilayah perbatasan, warganya bukan lagi suku Jawa, melainkan Sunda. Mirisnya, saat mereka ngaku Sunda, tak ada yang percaya karena tampang tak mendukung. Ngaku Jawa juga percuma, karena nggak paham sama sekali bahasa ngapaknya.

Brebes juga punya daerah yang pakai bahasa Sunda

Secara geografis, Brebes memang terletak di Jawa Tengah, bertetangga dengan Tegal di jalur Pantai Utara alias Pantura. Biasanya terkenal dengan telur asin dan bawang merahnya. Kalau cuma mampir di daerah Pantura, sudah pasti bakal ketemu wong-wong Jawa. Inyong (aku), rika (kamu), ngapa (apa) adalah beberapa contoh bahasa ngapak dengan pelafalan khasnya.

Tapi kalau jalan-jalan ke daerah selatan, budaya dan bahasanya jauh berbeda. Masyarakatnya berbahasa Sunda, dan keadaan alamnya masih didominasi bukit dan sawah, bukan industri. Setidaknya ada lima kecamatan yang masyarakatnya bersuku Sunda: Bantarkawung, Banjarharjo, Kersana, Losari, Ketanggungan, dan Larangan.

Meskipun begitu, tak semua desanya berbahasa Sunda. Misalnya, di Ketanggungan sendiri cuma ada tujuh desa Sunda dari total 21 desa. Pusat kecamatannya pun tetap mengikuti ibu kandungnya: Jawa.

Nggak ada yang percaya kalau ngaku Sunda karena muka tak mendukung

Masalah baru muncul ketika merantau. Kebetulan saya pernah tinggal di Tangerang (Banten) dan Depok (Jawa Barat), yang harusnya bahasa Sunda sudah familiar di telinga warganya.

Nah, kalau ketemu mamang-mamang cilor dan ngeh kalau dialeknya Sunda, saya pasti juga pakai bahasa Sunda. Ya bukan maksud apa-apa, setidaknya ada sense of belonging sesama wargi Sunda dan siapa tahu dapat diskon cilor.

Baca Juga:

10 Kosakata Pemalang yang “Ajaib” hingga Bikin Bingung Banyak Orang

Privilege Jadi Orang Cirebon yang Tidak Dimiliki Daerah Lain, Bisa Jadi Bunglon!

Tapi bukannya cilor yang didapat, malah mereka mempertanyakan asal. Begitu tahu saya dari Brebes, buru-buru mereka kaget karena bukannya Jawa, saya malah berbahasa Sunda.

Cerita lain datang waktu ngobrol dengan teman baru di kampus. Dengan bangga saya bilang kalau saya orang Sunda. Eh responnya malah mempertanyakan muka yang ‘nggak mendukung’ ini.

“Tapi muka kamu masih Jawa, loh. Bukan Sunda.”

Dipikir-pikir, memang ada benarnya juga. Kalau dibandingin dengan orang Sunda Bandung mah, muka kita beda banget. Sunda Bandung mah biasanya mulus, putih, mirip kaya si Eneng di film Si Entong . Kalau muka-muka Sunda Brebes, ya sebenarnya sama saja kaya Jawa Brebes lainnya. Yang baca pasti tau kalau punya teman orang Jawa.

Malu nggak bisa bahasa Jawa di tanah kelahiran sendiri

Sebenarnya, masalah terbesar warga Sunda perbatasan itu ya di tanah kelahirannya sendiri.
Gimana mau bikin jokes kalau bahasa daerah sendiri nggak bisa? Gimana mau ngobrol ngalor-ngidul sama penumpang angkutan umum, kalau nggak ngerti ngapak sama sekali?

Ini pengalaman berulang yang sering terjadi waktu saya naik elf dari kecamatan ke Stasiun Brebes. Masuk elf, semuanya pakai bahasa Jawa ngapak. Dari kernet yang nawarin bantuin angkat koper, sopir yang nanyain tujuan, sampai penumpang sebelah yang sok kenal.

Sebenarnya pasti seru kalau bisa ikut ngobrol ngalor-ngidul sama mereka, atau nimbrung dalam candaan khas kernet yang biasanya bikin suasana cair. Nahas, saya cuma bisa jadi penyimak. Bisa paham sih, tapi nggak bisa nimpali.

Dalam skenario paling buruk, saya bahkan bablas nggak paham sama sekali. Bahasa Jawa ternyata serumit itu. Saya cuma paham bahasa Jawa yang dipakai buat maknani kitab gundul pas di pesantren. Tapi kalau turun ke lapangan wassalam. Bahasa Indonesia jadi satu-satunya pahlawan di saat-saat genting.

Warga Brebes perbatasan: krisis identitas atau malah dobel identitas

Dengan identitas yang saya miliki—KTP Jawa Tengah tapi ngomong Sunda—saya sering mikir: ini krisis identitas, atau malah dobel identitas?

Pengen gabung sama paguyuban orang Sunda Jawa Barat, tapi sadar diri: saya bukan orang Jawa Barat, meskipun rumah dekat dari Kuningan. Kan kalau gabung seru tuh bisa ngomong pakai Sunda di tanah rantau.

Kenapa gitu? Soalnya selama gabung paguyuban Jawa Tengah, saya malah bablas nggak bisa nimbrung. Kalau ada acara-acara, ujung-ujungnya mojok sendirian, nggak nyambung sama jokes bahasa Jawa.

Pada akhirnya, inilah rumitnya jadi warga Brebes. Merasakan banyak budaya dalam satu tempat itu bagus memang. Bisa bikin pikiran kita terbuka dan tidak gagap perubahan dan perbedaan. Tapi, ya, pusing juga dalam banyak hal. Dan kadang, pusingnya ada di bagian ngaku Sunda sulit, ngaku Jawa apalagi.

Penulis: Suci Amalia
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Saya Tinggal di Banjarharjo, Kecamatan Paling Nyaman di Brebes. Berasa Jadi Artis FTV Selama Tinggal di Sini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 October 2025 oleh

Tags: Bahasa JawaBahasa Sundabrebesdaerah jawa tengah berbahasa sunda
Suci Amalia

Suci Amalia

Santri yang nyasar di kampus internasional

ArtikelTerkait

Bahasa Sunda Sehari-hari untuk Orang non Sunda Supaya Lebih Nyunda terminal mojok.co

Bahasa Sunda Sehari-hari untuk Orang Non-Sunda Supaya Lebih Nyunda

5 February 2021
15 Istilah Bahasa Sunda yang Sering Digunakan Sehari-hari terminal mojok.co

15 Istilah Bahasa Sunda yang Sering Digunakan Sehari-hari

23 February 2022
Sejarah ‘Ayang-ayang Gung’, Lagu Anak Sunda tentang Bangsawan yang Haus Kekuasaan terminal mojok

Sejarah ‘Ayang-ayang Gung’, Lagu Anak Sunda tentang Bangsawan yang Haus Kekuasaan

7 June 2021
Nggak Semua Warga Kampung Arab Bondowoso Bisa Bahasa Arab, Jangan Berharap Ketinggian Mojok.co

Nggak Semua Warga Kampung Arab Bondowoso Bisa Bahasa Arab, Jangan Berharap Ketinggian

13 November 2023
15 Nama Tempat di Bandung yang Diambil dari Nama Tumbuhan

15 Nama Tempat di Bandung yang Diambil dari Nama Tumbuhan

24 December 2023
10 Kosakata Bahasa Sunda yang Sebenarnya Kasar, tapi Nggak Disadari Banyak Orang Mojok.co

10 Kosakata Bahasa Sunda yang Sebenarnya Kasar, tapi Nggak Disadari Banyak Orang

4 June 2024
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

10 Istilah Populer di Kampus Unpad yang Penting Diketahui Mahasiswa Baru Mojok.co

10 Istilah di Unpad yang Perlu Diketahui biar Nggak Dikira Kuper

7 January 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan

Organisasi Mahasiswa: Niat Mencari Pengalaman Berharga, tapi yang Terjadi Malah Boncos Setiap Bulannya, Nggak Lagi!

2 January 2026
Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 January 2026
Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang Mojok.co

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang

7 January 2026
BTN Membuat Saya Merasa seperti Nasabah Prioritas padahal Cuma Mahasiswa dengan Saldo Pas-pasan

BTN Membuat Saya Merasa seperti Nasabah Prioritas padahal Cuma Mahasiswa dengan Saldo Pas-pasan

3 January 2026
Buat Anak Organisasi Mahasiswa, Berhenti Bolos Masuk Kelas, Kegiatanmu Tidak Sepenting Itu!

Wajar Banget kalau Mahasiswa Sekarang Mikir 2 Kali Sebelum Masuk Organisasi Mahasiswa

7 January 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=SiVxBil0vOI

Liputan dan Esai

  • Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN
  • Usai 3 Dekade Bersama, Doraemon dan RCTI Akhirnya Berpisah. Terima Kasih Telah Temani “Inner Child” Saya yang Terluka
  • Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua
  • Saya Sadar Betapa “Mengerikannya” Judi Bola Tarkam Setelah Mengobrol dengan Bandar Lokal
  • Kantor Scammer Gito Gati Sleman: Punya 200 Karyawan, Korbannya Lintas Negara, dan Raup Rp30 Miliar Lebih Perbulan dari Konten Porno
  • Petaka yang Terjadi Saat Orang Tua Sibuk Mengejar Dunia dan Anak yang Terlalu Sering Menggunakan Gawai hingga Candu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.