Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Di Ospek Jurusan Saya, Kakak Tingkat Menyamar Jadi Intel

Ananda Bintang oleh Ananda Bintang
22 Agustus 2020
A A
IPDN ospek sekolah dinas sekolah kedinasan mojok.co

IPDN ospek sekolah dinas sekolah kedinasan mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pada setiap tahun ajaran baru, mahasiswa baru bakalan bertemu dengan yang namanya ospek. Sebuah kegiatan pengenalan lingkungan kampus dan hal-hal yang berkaitan dengan kampus yang diadakan oleh kakak tingkat di sebuah kampus.

Sebenernya hal ini bisa dilakuin sendiri sih sama mahasiswa baru, kan yang namanya udah kuliah apa-apa harus mandiri lah. Bukannya itu tujuan ospek? Untuk mengenalkan kehidupan kampus yang “mandiri.” Kecuali kalo masih anak sekolahan, masih logislah. Oh iya lupa ya, kan atas asas gotong royong dan nilai-nilai pancasilais, kegiatan ospek ini patutlah dilaksanakan. Kamu mau dianggap tidak nasionalis dan tidak patuh negara gegara nggak ngadain ospek heuh!?

Bagi yang belum tahu, ternyata ospek tuh warisan kolonial Belanda. Jadi dulu anak-anak kedokteran di STOVIA itu nyuruh adik-adik kelas yang pribumi buat ngebersihin ruang kelas. Mungkin biar pada kapok nggak sekolah di sekolah Belanda lagi kali ya, meskipun untungnya mereka-mereka ini nggak kapok dan malah jadi salah satu cikal bakal kemerdekaan Indonesia dengan Budi Utomonya.

Hmm, kalau dipikirin sih jadi bener tentang ungkapan bahwa sampe sekarang kita tuh nggak sepenuhnya merdeka. Wong warisan kolonial aja masih dilestarikan dan dibanggain sampe sekarang huehue.

Walau katanya orientasi siswa ini punya tujuan yang baik, bukan berarti itu bebas masalah. Ospek masih lekat dengan ajang kekerasan dan balas dendam kakak tingkat. Kegiatan ini tidak lepas dari meneruskan lingkaran setan yang seakan dipaksa tidak putus.

Tapi untungnya sih makin ke sini, ajaran sesat itu makin berkurang. Meskipun hal-hal kekerasan fisiknya berkurang, tapi banyak dari mereka juga yang pake cara “kekerasan lain”. Kaya teriak-teriak atau hal lain yang jadi pembenaran hanya untuk “kedisiplinan dan kebersamaan.”

Nah “hal lain” di dalam ospek ini pernah saya alamin waktu saya mengikuti rangkaian ospek jurusan dan jadi maba-maba gemes di salah satu kampus di Jatinangor.

Semua rangkaian ospek sebenernya udah bagus banget. Nggak ada kekerasan fisik, nggak ada nggundulin rambut, nggak ada aturan pake pita warna-warni di rambut yang bisa ngalahin ronggeng monyet. Bahkan si kating ini bikin maba-maba jadi lebih berani bersuara dan berdiskusi tanpa ada sekat yang menjorok antara kating dan maba.

Baca Juga:

3 Dosa yang Dilakukan Mahasiswa Baru Saat Ospek Kampus

Alumni Kampus Suka Ikut Campur dan Sok Ngatur, Ospek dan Pemira Jadi Hancur dan Ngawur

Cuman ada satu hal yang cukup mengganjal hati saya dan yang bikin malah jadi ngaruh ke kondisi mental saya. Sewaktu rangkaian ospek hampir beres, ternyata usut punya usut ada kakak tingkat yang sedari awal menyusup ke grup media sosial maba. Sebut saja katin itu Bunga.

Si Bunga ini bertugas untuk mengawasi maba dan mencatat apa-apa yang dibicarakan maba di grup maba itu. Siapa yang paling menonjol, dan lain sebagainya. Nah loh, udah kaya intel-intel orde baru gini kan. Untungnya para maba yang juga temen-temen saya ini nggak sampe diciduk dan diculik sih. Cuman diawasin aja. Tapi ya tetep aja sih, perasaan diawasin itu nggak enak. Saya makan diliatin orang aja nggak enak, ini sampe percakapan di chat juga diawasin, kebayang kan risihnya?

Selain itu, karena si Bunga ini terlihat kaya maba di angkatan saya—sampe punya namanya sendiri—dan nggak pernah dicurigain tindak-tanduknya karena nggak pernah ngobrol, dan bahkan kami spam chat pun nggak pernah dibales. Si Bunga ini juga bertugas untuk menuhin kuota kehadiran yang cuman 98%. Agar supaya kuota kehadiran yang diberikan tuh nggak pernah terpenuhi. Pada akhirnya nanti kita sebagai maba gemes disemprot sama komisi disiplin dengan dalih “udah diberi kelonggaran, kok ya nggak dipatuhi gitu loh.”

Kuota kehadiran ini sebenernya bertujuan baik, supaya setiap orang di angkatan saya itu hadir di ospek. Tapi, karena dari masing-masing maba pasti punya keperluan masing-masing yang mengharuskan mereka izin dari ospek. Jadi satu sampe empat orang dari satu angkatan kami tuh diperbolehkan untuk izin dan nggak hadir di ospek.

Tapi karena si Bunga ini hadir dan menuhin kuota kehadiran, maba-maba yang punya kepentingan yang sebenernya lebih penting ini harus memaksakan diri untuk ikut ospek. Tapi ya, salah sendiri sih, kan tidak ada yang lebih penting ketimbang ospek jurusan ini1!1!

Setelah melodrama ini selesai, akhirnya terkuak sudah bahwa si Bunga ini emang beneran kating. Hal ini dibuktikan dengan berbagai bukti yang faktual dan sistematis. Soalnya saya sama temen saya sampe ngecek ke dekan, apakah benar yang namanya Bunga ini terdaftar sebagai mahasiswa baru di jurusan saya. Si Bunga mahasiswa ghoib ini ternyata hanya skenario belaka, hadeuh bikin cape otak dan hati sih ini.

Kalau dipikir-pikir, bisa jadi ospek di jurusan saya ini udah kaya rekrutan BIN yang siap jadi tukang bakso beserta HT nya untuk mengawasi orang-orang yang menonjol dan mengkritik pemerintah gitu loh.

Walaupun emang ini keliatan rame dan menegangkan bagi para kating soalnya udah kaya James Bond Kijang 1 Kijang 2, tapi kejadian ini ternyata malah bertambah buruk. Baik dari segi mental, juga konsep yang orba banget. Bukti konkretnya, gara-gara skenario begini, ada satu maba yang juga temen saya di angkatan, tiba-tiba ngilang dan beneran nggak ada kabar lagi. Usut punya usut, si maba ini tertekan mentalnya karena melakukan kesalahan yang ngerugiin angkatan kita.

Bahkan beliau sampe nggak masuk kuliah. Bukannya ospek itu bertujuan buat mengenalkan kehidupan kampus? lah ini malah bikin trauma sama kampus. Padahal mah menurut saya sih dia nggak salah-salah amat juga. Nah loh kalo udah gini siapa coba yang disalahin? Bingung sendiri kan.

Tapi bukannya belajar dari kesalahan itu, ospek dengan skenario intel ini katanya bakalan diadain lagi sama angkatan saya.

Haduh jadi de javu lagi nih, lama-lama jurusan saya udah kaya kaki tangan departemen penerangan orba. Atau janga-jangan selama ini saya emang salah jurusan ya? Jangan-jangan ini semua hanyalah akal-akalan new orba besera kroni-kroninya? Haduh takut. Tapi ya semoga teman-teman tercinta saya ini berubah pikiran lah dan mempertimbangkan kembali rencananya itu.

BACA JUGA Kamu Kila Cadel Itu Lucu? Sembalangan! dan tulisan Ananda Bintang lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2020 oleh

Tags: Intelospek
Ananda Bintang

Ananda Bintang

ArtikelTerkait

Pengalaman Saya Menjadi Maba Universitas Negeri Surabaya UNESA: Rambut Digunduli hingga Disuruh Berendam di Sungai. Terlihat Menderita, tapi Tetap Bisa Tertawa

Pengalaman Saya Menjadi Maba UNESA: Rambut Digunduli hingga Disuruh Berendam di Sungai. Terlihat Menderita, tapi Tetap Bisa Tertawa

6 Agustus 2023
madu baduy

Penjual Madu Baduy Adalah Intel dan Kamu Harus Percaya Itu

6 Mei 2019
Ospek Marah-marah Nggak Jelas ke Mahasiswa Baru Itu Udah Nggak Zaman terminal mojok

Ospek Marah-marah Nggak Jelas ke Mahasiswa Baru Itu Udah Nggak Zaman

15 September 2020
Surat Terbuka dari Tukang Bakso Keliling untuk para Intel di Indonesia

Kenapa sih Intel kalau Menyamar Seringnya Jadi Tukang Bakso? Kan Bisa Jadi yang Lain Gitu

9 November 2022
Berkaca dari Kasus Untirta, Hanya Panitia Ospek Goblok yang Melanggengkan Gojlokan

Berkaca dari Kasus Untirta, Hanya Panitia Ospek Goblok yang Melanggengkan Gojlokan

15 Agustus 2022
Soe Hok Gie dan Mohammad Roem saja Setuju dengan Perpeloncoan Ospek terminal mojok.co

Kemunculan Akun @polisimaba Menunjukkan Ospek Lebih Baik Ditiadakan

12 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.