Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Desa Sriwulan Kendal Bangkit Tanpa Berisik, Kini Menjadi Desa Wisata dengan Omzet Hampir Rp1,5 Miliar per Tahun

Esha Mardhika oleh Esha Mardhika
25 Januari 2026
A A
Ilustrasi Desa Sriwulan Kendal, Desa dengan Omzet Rp1,5 Miliar per Tahun (Wikimedia Commons)

Ilustrasi Desa Sriwulan Kendal, Desa dengan Omzet Rp1,5 Miliar per Tahun (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa tahun yang lalu, orang datang ke Desa Sriwulan Kendal biasanya karena salah belok. Sudah begitu, mereka yang salah belok pasti memasang muka masam dan sumpah serapah pelan. 

Maklum, nama Desa Sriwulan seakan tenggelam di peta Jawa Tengah. Nasibnya juga tenggelam di bayang-bayang desa lain yang lebih mentereng dan punya nama.

Selama bertahun-tahun, Desa Sriwulan hidup dalam kenyamanan menjadi desa medioker pada umumnya. Sawah membentang tenang, jalan berkelok, dan rumah-rumah berdiri rapi. Nggak ada alesan buat dateng lagi, nggak ada cerita, apalagi foto-foto cantik untuk mewarnai media sosial.

Tapi hari ini, Sriwulan Kendal berubah menjadi wajah yang sama sekali berbeda. Seolah-olah desa yang selama ini “medioker” itu tiba-tiba tersinggung, terus ngebuktiin diri kalau ia lebih dari sekadar jalan pintas. 

Tanpa gemuruh, tanpa berisik, Sriwulan perlahan bangkit. Merapikan rambutnya, membersihkan wajahnya, dan menatap dunia dengan identitas baru. Sriwulan berubah dari desa medioker menjadi ujung tombak destinasi wisata Kabupaten Kendal.

Desa Sriwulan Kendal: Dari desa medioker, menjadi desa wisata favorit keluarga

Kadang, ada yang mengunjungi Desa Sriwulan di dataran tinggi Kendal, tepatnya di Kecamatan Limbangan, karena tersesat. Tapi, semua itu pelan-pelan berubah sejak satu nama mulai sering muncul di tongkrongan warung kopi, yaitu destinasi wisata Arenan Kalikesek.

Bukan karena Sriwulan Kendal mulai mendaku diri sebagai “desa wisata Favorit”. Justru sebaliknya, Kalikesek memang punya daya tarik sendiri. Air sungai bening, teduh pohon aren, dan suasana alam yang membuat orang yang rela datang untuk melepas beban pikiran.

Sejak resmi buka pada 16 Juni 2022, Kalikesek pelan-pelan mengangkat citra Desa Sriwulan Kendal. Pemerintah desa mulai merapikan akses jalan, menata area sekitar sungai, dan memberi warga ruang untuk berjualan.

Baca Juga:

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

Saya memandang kalau kerja pemerintah Desa Sriwulan Kendal ini sebagai wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berdampak. Mereka mampu mengelola aset desa dengan baik. Sejak 2022 dan kini 2026, nama Desa Sriwulan mulai terangkat.

Ketika Pemdes berhenti pamer rapat, dan BUMDes benar-benar kerja

Di banyak desa, Pemerintah Desanya sering keliatan kayak mesin administrasi yang ribet dan bertele-tele. Kegiatan mereka cuma rapat, tanda tangan, laporan, foto, lalu selesai. Tapi di Desa Sriwulan Kendal, polanya pelan-pelan bergeser. 

Saya melihat Pemdes nggak lagi cuma duduk di balik meja, tapi ikut kotor di lapangan mikirin akses jalan dan alur parkir. Perbaikan jalan ke arah Kalikesek memang bukan proyek megah, tapi langkah taktis yang terasa dampaknya.

Pemdes juga belajar kalau wisata desa bukan soal ngejar viral, tapi bikin ekosistem yang baik. Mereka bisa membuka ruang dialog dengan warga, pedagang, dan kelompok pemuda. Sehingga, pengembangan Kalikesek nggak kerasa kayak proyek formalitas, tapi terobosan bersama.

Kerja mereka cepat. Salah satunya ketika merespons keluhan pengunjung terkait sinyal internet. Tak butuh waktu lama Pemerintah Desa Sriwulan Kendal memperkuat sinyal jaringan di kawasan Kalikesek.

Di sisi lain, Pengurus BUMDes Sriwulan Makmur juga benar-benar keluar dari citra lembaga yang cuma hidup di papan nama. Mereka menjadi penggerak utama pengelolaan Kalikesek. Mulai dari pengaturan tiket, penataan fasilitas, hingga pendampingan warga yang mau berjualan.

BUMDes nggak cuma cari pemasukan, tapi memastikan manfaat wisata mengalir kembali ke masyarakat. Bukti paling konkret terjadi saat Lebaran 2024, waktu hasil pengelolaan Kalikesek memungkinkan BUMDes bersama Pokdarwis membagikan THR sebesar Rp500 ribu kepada sekitar 200 KK di Desa Sriwulan Kendal. 

Setahu saya, keberhasilan seperti ini jarang terjadi di Indonesia. Bayangin, institusi Pemerintahan Desa mana yang kepikiran ngasih THR buat warganya? Kalian yang punya Pemdes korup pasti cuma bisa gigit jari ketika mendengar ini.

Pemdes menjaga arah kebijakan dan BUMDes yang memastikan roda ekonomi berputar. Akhirnya warga mulai merasa kalau wisata bukan milik segelintir orang, tapi kepentingan bersama. Desa Sriwulan Kendal berubah bukan karena satu figur heroik, tapi karena kolaborasi yang matang.

Dari ekonomi bocor, menjadi ekonomi yang berdampak untuk masyarakat

Kalikesek mungkin keliatan sederhana, tapi dampak ekonominya jauh dari sederhana. Dengan tiket masuk yang cuma sekitar Rp2.000 per orang, destinasi ini justru jadi bukti bahwa wisata murah bisa tetap produktif. 

Kalikesek tercatat mampu menghasilkan sekitar Rp1,5 miliar per tahun, atau lebih dari Rp100 juta per bulan. Jelas, ini angka yang cukup mencengangkan buat ukuran desa yang dulu nyaris nggak masuk radar pariwisata.

Cerita heroik yang sebenarnya bukan cuma soal angka pendapatan, tapi ke mana uang itu mengalir. Dulu, ekonomi Desa Sriwulan Kendal cenderung bocor ke luar. Kalau mau bekerja atau belanja, warga harus ke luar kota.

Sekarang, arusnya mulai berbalik. Warung-warung lokal hidup kembali, ibu-ibu desa berjualan jajanan tradisional, dan anak muda yang dulu ingin merantau mulai melihat peluang di kampung sendiri. Entah sebagai penjaga loket, pengelola parkir, penjual kopi aren, atau pedagang kuliner.

BUMDes sebagai penghubung, memastikan bahwa hasil wisata nggak cuma berhenti di kas desa, tapi berputar ke banyak tangan. UMKM lokal dapat ruang di sekitar Kalikesek, dari penjual gula aren, tiwul, hingga makanan tradisional yang jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pasar kuliner akhir pekan bikin desa jadi lebih hidup, bukan cuma untuk pengunjung, tapi juga untuk warga Desa Sriwulan Kendal sendiri.

Warga Desa Sriwulan Kendal bukan penonton

Yang paling penting, perubahan ini nggak kerasa kayak eksploitasi wisata. Warga Desa Sriwulan Kendal nggak cuma jadi penonton, tapi ikut terlibat dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan. Mereka mulai paham bahwa wisata bukan cuma mendatangkan orang luar, tapi juga cara menjaga alam, budaya, dan ekonomi desa biar tetap berkelanjutan.

Pada akhirnya, Kalikesek bukan cuma hidden gem yang bagus di Instagram. Ia jadi ruang ekonomi baru, tempat Desa Sriwulan Kendal menemukan kembali martabatnya sebagai desa yang bisa menghidupi dirinya sendiri.

Kalikesek mungkin jadi wajahnya, tapi jiwa perubahan Sriwulan ada pada keberanian warganya untuk bekerja bersama. Mereka menunjukkan kalau ekonomi desa nggak selalu harus nunggu investor besar. Kadang cukup memulainya dari sungai, sawah, dan kemauan untuk bergerak bersama.

Desa Sriwulan Kendal adalah pengingat paling sederhana kalau pemerintah memberi ruang, dukungan, dan kepercayaan kepada desa, mereka bisa tumbuh jauh melampaui ekspektasi.

Penulis: Esha Mardhika

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kendal, Daerah Medioker yang Masih Punya Hal-hal Baik di Dalamnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2026 oleh

Tags: Desa SriwulanDesa Sriwulan Kendalkendalwisata alam Desa Sriwulan Kendalwisata alam Kalikesekwisata Kalikesekwisata kendal
Esha Mardhika

Esha Mardhika

pemuda yang mencintai seni lebih dari apapun. terjebak dalam birokrasi tapi tetap berjuang menjaga pikiran agar tetap menjadi putra bangsa bebas merdeka

ArtikelTerkait

5 Hal Terkait Kendal yang Perlu Diketahui agar Lebih Kenal Terminal Mojok

Dear Kendal, Sampai Kapan Mau Jadi Daerah Medioker?

13 Februari 2023
Banjir Kendal Persoalan yang Sudah Lama Ada dan Pemda Selalu Gagap Mengatasinya Mojok.co

Banjir Kendal Persoalan yang Sudah Lama Ada dan Pemda Selalu Gagap Mengatasinya

4 Februari 2025
3 Alasan Orang Kendal Terpaksa Mengaku Asli Semarang di Perantauan

3 Alasan Orang Kendal Terpaksa Mengaku Asli Semarang di Perantauan

25 Januari 2022
Derita Hidup di Lokalisasi JBL, Dikira Mucikari dan Bos Karaoke (Unsplash)

Derita Hidup di Lokalisasi JBL Semarang-Kendal, Sering Dikira Mucikari dan Bos Karaoke Padahal Cuma Numpang Tinggal

13 Agustus 2025
Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan

Taman Hutan Klorofil Kendal: Dibangun dengan Anggaran 4 Miliaran, Berakhir Jadi Tempat Orang Pacaran dan Buang Sampah Sembarangan

17 Februari 2024
Kendal, Daerah Medioker yang Masih Punya Hal-hal Baik di Dalamnya

Kendal Itu Persis kayak MU: Punya Kekayaan, tapi Nggak Bisa Apa-apa, Alih-alih Berjaya, Malah Konsisten Jadi Medioker!

25 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

18 Februari 2026
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

14 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026
7 Makanan Khas Sunda yang Sekali Saja WAJIB Kamu Coba (Wikimedia Commons)

7 Makanan Khas Sunda Paling Favorit dan Melegenda, Coba Aja Dulu Sekali karena Setelah Itu Kamu Pasti Jatuh Hati

13 Februari 2026
Wisata Wonosobo Enak Dinikmati, tapi Tidak untuk Ditinggali (Unsplashj)

5 Wisata Wonosobo Selain Dieng yang Tak Kalah Indah untuk Dinikmati, meski Nggak Enak untuk Ditinggali

14 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”
  • Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam
  • Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.