Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Lulusan S2 Kesulitan Cari Kerja di Jogja: Ditolak Puluhan Sekolah karena NU dan Tidak Punya KTA Muhammadiyah Sampai Nggak Tega Ngasih Gaji Kecil

Abd. Muhaimin oleh Abd. Muhaimin
3 Agustus 2025
A A
Derita Lulusan S2 Jogja, Dikasihani dan Ditolak Puluhan Sekolah (Unsplash)

Derita Lulusan S2 Jogja, Dikasihani dan Ditolak Puluhan Sekolah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Lulusan S2 ditolak sekolah Muhammadiyah karena NU

Dari sekian wawancara yang saya Jalani, ada sekian alasan yang saya kira membuat mereka menolaknya. Jika hanya karena kurang cocok, entah karena tidak linier dengan jurusan atau memang kemampuan tidak memadai, saya bisa memaklumi. Tapi, alasan karena beda aliran, tentu saja itu bikin saya patah hati.

Tahan dulu, biar saya jelaskan. 

Pertama, banyak lembaga pendidikan yang berbasis Muhammadiyah di Jogja mensyaratkan punya KTA Muhammadiyah bagi pendaftar. Saya, sebagai seorang NU, pasti tidak akan mengajukan lamaran di lembaga tersebut. 

Namun, saya menemukan beberapa lembaga yang tidak memasukkan KTA sebagai syarat. Saya kira mereka “mungkin” lebih terbuka. Namun, dugaan saya salah. Mereka tetap saja tanya apakah saya Muhammadiyah atau tidak.

Kedua, dan ini menambah perih patah hati saya. Ketika membaca CV saya, mereka seharusnya tahu bahwa saya dari Madura. Sebagian besar warga Madura, pasti NU. Apakah mungkin mereka nggak tahu anekdot lucu: “NU adalah agamanya orang Madura”? 

Nah, sudah begitu, mereka tetap menerima lamaran saya dan mengundang saya ke sesi wawancara. Eh, saat wawancara mereka nanya saya ormas mana. Tahu gitu kan saya nggak perlu capek ikut tes tulis dan microteaching.

Dikasihani karena nggak tega menggaji lulusan S2 dengan gaji kecil

Alasan yang ini membuat saya tambah bingung. Entah mau respect sama kepala sekolahnya atau malah kasihan sama diri sendiri. 

Jadi, suatu kali seorang staf sekolah mengabari saya. Isinya adalah penolakan. Alasannya adalah mereka kasihan kepada saya, seorang lulusan S2, apabila menerima gaji yang terlalu kecil.

Baca Juga:

Sebagai Anak Madura, Saya Cemburu dengan Anak Sumatera yang Tak Perlu Susah Payah Menyembunyikan Identitas

Mati Listrik di Jogja Membuka Kenyataan Bahwa Orang Miskin Membayar Lebih Mahal dari Masalah yang Tidak Mereka Ciptakan

Awalnya saya mau sedih. Tapi kok alasan itu tampak seperti tidak ingin merendahkan lulusan S2 yang seharusnya dapat gaji layak di Jogja. Mau bangga, tapi saya sudah mewanti-wanti tidak masalah dengan gaji kecil itu saat wawancara.

Tapi, ya sudah, mungkin itu adalah bagian dari jalan terjal kehidupan yang harus saya lewati dengan tabah dan hati-hati. Saya tetap bersyukur masih bisa bertahan dengan menjadi guru privat di Jogja. Setidaknya saya masih bisa bertahan di tanah rantau tanpa bantuan orang tua. Itu adalah suatu kebanggaan tersendiri.

Ada 1 hal yang saya tahu dari opini beberapa teman, yang sampai hari ini saya setengah percaya setengah tidak. Katanya gini:

“Mau pintar dan tinggi ijazahmu, bakal kalah sama yang punya orang dalam.” Meskipun saya tahu bahwa sekelas wapres dibantu bapaknya, saya tetap tidak sepenuhnya percaya dalam pendidikan ada tradisi semacam itu.

Mungkin saya terlalu idealis tentang pendidikan. Dan kalian bisa memarahi saya tentang itu!

Penulis: Abd. Muhaimin

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Malangnya Lulusan S2 UGM yang Kesulitan Bertahan Hidup di Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2025 oleh

Tags: gaji guruguru smaJogjakampus islamkampus negerilowongan dosenlowongan kerja di jogjalulusan S2Muhammadiyahnu
Abd. Muhaimin

Abd. Muhaimin

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Bekerja di Penerbit Erlangga. Asli Sumenep, pemerhati isu sosial dan mahasiswa.

ArtikelTerkait

Berwisata ke Tumpeng Menoreh Kulon Progo yang Dikelola Swasta Lebih Murah daripada Malioboro Jogja yang Dikelola Pemerintah Mojok.co

Berwisata ke Tumpeng Menoreh Kulon Progo yang Dikelola Swasta Lebih Murah daripada Malioboro Jogja yang Dikelola Pemerintah

17 Juni 2024
4 Tipe Mahasiswa yang Cocok Kuliah di Kota Semarang, Nggak Sembarang Orang Sanggup  Mojok.co jogja

Meski Banyak Orang Mencerca Kota Lumpia, Saya Memilih Menetap di Semarang ketimbang Jogja, Kota yang Pernah Saya Tinggali Belasan Tahun

9 Juli 2024
4 Perbedaan Gado-gado Jogja dan Gado-gado Jakarta yang Bikin Lidah Orang Ibu Kota seperti Saya Kaget Mojok.co

4 Perbedaan Gado-gado Jogja dan Gado-gado Jakarta yang Bikin Lidah Orang Ibu Kota seperti Saya Kaget

22 Agustus 2025
Aksi Kejahatan Klithih yang Ternyata Masih Saja Meresahkan Warga Jogja

Aksi Kejahatan Klitih yang Ternyata Masih Saja Meresahkan Warga Jogja

17 Januari 2020
Jogja Kini Sudah Menjadi Kota Pendidikan Premium (Unsplash)

Jogja Kini Sudah Menjadi Kota Pendidikan Premium: Manis di Depan, Pahit di Tagihan

16 Desember 2024
UNY, Kampus Pendidikan yang (Tidak Selalu) Mendidik Mojok.co

UNY, Kampus Pendidikan yang (Tidak Selalu) Mendidik

4 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Punya Usaha Rumahan di Apartemen Kelas Menengah (Unsplash)

Pengalaman Pahit Buka Usaha Rumahan Kios Makanan di Apartemen Kelas Menengah Jaktim, Mulai dari Rekan Bisnis Berkonflik sampai Menu Jualan Selalu Ditiru Pesaing

18 Juni 2026
3 Hal yang Jarang Orang Katakan Soal Berkendara di Semarang, Tantangannya Tak Hanya Banjir Rob dan Banjir Dadakan Mojok

3 Hal yang Jarang Orang Katakan Soal Berkendara di Semarang, Tantangannya Tak Hanya Banjir Rob dan Banjir Dadakan

18 Juni 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar

Jogja Kota Pelajar Bukan Cuma Soal UGM, tapi Soal Standar Pendidikan dari SD yang Sudah Kompetitif

17 Juni 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026
Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri Mojok.co

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

19 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.