Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Derita Lulusan ISI Jogja, Lulus Tak Menjamin Langsung Bisa Menafkahi Diri karena Sarjana Seni Kurang Dibutuhkan Industri

Lintang Pramudia Swara oleh Lintang Pramudia Swara
13 Juni 2025
A A
Derita Lulusan ISI Jogja, Lulus Tak Menjamin Langsung Bisa Menafkahi Diri karena Sarjana Seni Kurang Dibutuhkan Industri

Derita Lulusan ISI Jogja, Lulus Tak Menjamin Langsung Bisa Menafkahi Diri karena Sarjana Seni Kurang Dibutuhkan Industri

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak hal menguntungkan yang bisa didapat jika masih menyandang status sebagai mahasiswa. Sebagai alumni ISI Jogja, ada penyesalan kecil karena lulus kuliah tepat waktu, bahkan mendahului teman-teman sendiri.

Saya dulu selesai kuliah dalam waktu 3,5 tahun, sebuah anomali bagi anak kampus seni. Ada beberapa derita yang dirasakan oleh lulusan ISI Jogja, atau malah disadari oleh mahasiswa on-going yang sudah terlanjur nyemplung.

ADVERTISEMENT

Berbuat salah itu lumrah, kan mahasiswa masih belajar

Mengapa lebih menguntungkan jika masih berstatus mahasiswa terutama di ISI Jogja? Jawabannya karena banyak proyek kesenian, magang, dan banyak kegiatan lainnya mensyaratkan peserta masih mahasiswa. Status tersebut meligitimasi banyak hal, termasuk bahwa mahasiswa masih belajar dan diperbolehkan membuat kesalahan. Kalau ada honorarium pun nggak perlu dalam hitungan yang profesional.

Perbedaan yang terasa itu kalau statusnya sudah lulus, jadinya merasa bertanggungjawab dan harus berbuat hal yang benar. Dalam hal apa pun, lulusan ISI Jogja (dan ya lulusan kampus lain pada umumnya) dianggap punya keilmuan yang tinggi sehingga tidak berhak melakukan kekeliruan seperti para mahasiswa. Tidak ada ruang untuk kesalahan, sekalipun itu untuk pemula.

Tidak semua lowongan kerja butuh sarjana seni

Kenyataan pahit yang harus ditelan para lulusan ISI Jogja adalah tidak semua perusahaan di dunia kerja membutuhkan sarjana seni. Mungkin lulusan dari program studi desain, animasi, film, dan yang berbasis digital lainnya masih peluang mendapat kerjaannya lebih tinggi. Tapi yang lain, beda cerita.

Di luar kebutuhan tenaga yang tadi saya sebutkan, lulusan dari program studi seni yang lain tidak punya tempat, atau bisa dikatakan sangat sedikit. Mau jadi aktor dan penari, saingannya banyak. Mau jadi perupa dan musisi ternama juga prosesnya lama. Pokoknya nggak masuk akal lah, bikin pening. 

Dilema mahasiswa ISI Jogja: kalau pulang nyusahin ortu, mending cuti dan kerja apa pun

Saya kenal beberapa teman, bahkan seangkatan saya yang menolak untuk menyelesaikan studi, tapi juga enggan untuk membulatkan keputusan dan pulang ke kampung halaman. Walau sudah lazim terjadi, itu sangat disayangkan. Mereka merasa kuliah di ISI Jogja tidak sesuai dengan passion. Pembelajarannya nggak masuk, mending bolos aja dan cari kegiatan lain.

Saya serius, beberapa sudah putus asa dan nggak mau pulang ke orang tua. Kembali ke kampung halaman hanya akan menjadi beban dan menyusahkan orang tua. Menyelesaikan seluruh SKS dan skripsian juga nggak berminat, akhirnya milih menetap dan ambil cuti, setelah itu cari kerja serabutan. Mereka terombang-ambing dalam pusara ketidakpastian.

Baca Juga:

ISI Jogja Menjelma Jadi Kampus Medioker, Mahasiswa Tambah Banyak tapi yang Merugi Juga Makin Banyak

Sisi Baik Kuliah di ISI Jogja, Kampus Seni Terbaik dengan Banyak Kelebihan yang Menyertai

Baik yang lulus atau pun belum lulus, banyak teman yang saya kenal akhirnya menyerah dan tidak mengabdi lagi pada dunia seni. Ada yang lulus akhirnya pilih menjadi barista, admin sosial media, begitu juga koki dan waitress. Itu semua demi membiayai hidup, menyambung hari demi hari, dan bulan demi bulan entah hingga kapan di perantauan yang kejam dan tak kenal ampun.

Baca halaman selanjutnya

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

ISI Jogja harus berbuat sesuatu

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2025 oleh

Tags: alumni ISI JogjaISI Jogja
Lintang Pramudia Swara

Lintang Pramudia Swara

Lulusan S1 ISI Yogyakarta. Minat menulis seputar isu sosial, literasi dan pendidikan seni. Sehari-hari mengasuh toko buku yang letaknya di Kotagede, Jogja.

ArtikelTerkait

Membayangkan Sewon Bantul Tanpa ISI Jogja, Cuma Jadi Daerah Antah-berantah Mojok.co

Membayangkan Sewon Bantul Tanpa ISI Jogja, Cuma Jadi Daerah Antah-berantah

19 Mei 2025
DKV ISI Jogja, Kuliahnya Santai dan Tidak Membosankan Mojok.co

Pengalaman Kuliah di DKV ISI Jogja: Ternyata Santai, Nggak Seram seperti yang Dikira

29 Oktober 2023
Membayangkan Sewon Bantul Tanpa ISI Jogja, Cuma Jadi Daerah Antah-berantah Mojok.co

Sisi Baik Kuliah di ISI Jogja, Kampus Seni Terbaik dengan Banyak Kelebihan yang Menyertai

4 Juni 2025
ISI Jogja Menjelma Jadi Kampus Medioker, Mahasiswa Tambah Banyak tapi yang Merugi Juga Makin Banyak

ISI Jogja Menjelma Jadi Kampus Medioker, Mahasiswa Tambah Banyak tapi yang Merugi Juga Makin Banyak

12 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

9 Juli 2026
4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah Mojok.co

4 Kuliner Populer Palembang yang Nggak Cocok untuk Semua Lidah

6 Juli 2026
5 kuliner Jogja enak dan murah, bukti kota ini nggak mahal Brigitta Adelia/Mojok.co)

5 rekomendasi kuliner Jogja enak dan murah bukti kalau kota ini nggak mahal kalau soal makan

8 Juli 2026
Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera (Unsplash)

Jika Berani Berbenah, Malang Bakal Sejahtera karena Potensi Wisata Kota Ini Begitu Besar tapi Terbentur Tembok Birokrasi

5 Juli 2026
Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain Mojok.co

Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain

9 Juli 2026
5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal

5 kebiasaan buruk saat ada orang meninggal, salah satunya bikin malu saja

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.