Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Dentist Song di Hometown Cha-cha-cha: Pendidikan Karakter Lewat Lagu Anak-anak

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
23 Desember 2021
A A
Dentist Song di Hometown Cha-cha-cha: Pendidikan Karakter Lewat Lagu Anak-anak terminal mojok.co
Share on FacebookShare on Twitter

Drama Korea kenamaan 2021, Hometown Cha-cha-cha, hingga kini masih banyak diramaikan oleh para penggemarnya. Sebab, meski drama ini sudah menayangkan episode final pada 17 Oktober, drama yang kaya akan pesan moral ini masih relevan untuk ditonton.

Pada episode kelima drama Hometown Cha-cha-cha, Hong Du Shik menjadi asisten Yoon Hye Jin yang sedang mengadakan penyuluhan kesehatan gigi di SD. Yoon Hye Jin menggunakan metode konvensional dalam menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan gigi. Jelas dong presentasi yang membosankan bikin anak-anak jadi ngantuk. Oleh karenanya, Hong Du Shik berinisiatif mengajak anak-anak bernyanyi dan menari. Kentara sekali anak-anak SD menjadi jauh lebih riang dan bersemangat setelah Du Shik memimpin sesi sing-along “Dentist Song”. Lirik “Dentist Song” tersebut sebagai berikut.

Chocolate satang jakku meogeoseo chigwa-e gatjyo

Aku pergi menemui dokter gigi karena terus-terusan makan permen cokelat

Museopjiman nunmulnajiman

Meski aku merasa takut dan menangis

Naneun naneun naneun naneun yonggamhanikkan Ha!

Tapi aku aku aku aku anak yang pemberani Ha!

Baca Juga:

Belajar Sikapi Cinta Sesama Jenis dari Yeo Hwa-jung di Hometown Cha-cha-cha

Hong Du Shik di Hometown Cha Cha Cha: Jack of All Trades dengan Kompetensi Kelas Premium

Ttukttak ttukttak ttukttak ttukttak chiryobadatjyo Ha!

Jadi aku mendapatkan perawatan gigi Ha!

Ijen ijen ijen an-apa

Sekarang sekarang sekarang tak lagi sakit

Geon-ganghago teunteunhan nae i

Gigiku sehat dan kuat

Chikachikachika yangchijil

Harus menggosok gigi

Kkok kkok haru sebeon yangchijil

Harus menggosok gigi tiga kali sehari

Selain punya nada dan lirik yang mudah diikuti, “Dentist Song” juga punya koreografi yang lucu dan memorable. Misalnya pada penggalan lirik “…chigwa-e gatjyo” Hong Du Shik meletakkan tangan yang terkepal ke dahi, seakan-akan mengekspresikan rasa terkejut, kecewa, sekaligus panik karena harus pergi ke dokter gigi.

Sosialisasi yang menyenangkan dengan mengajak anak-anak bergembira sangatlah efektif. Menurut Sri Wahyuningsih dalam publikasi artikelnya, musik dan lagu punya peran penting dalam sosialisasi. Anak-anak yang secara intensif dan kerap mendengar atau menyanyikan lagu-lagu yang sarat akan nilai-nilai karakter akan lebih paham arti kerja sama, bersyukur, dan karakter-karakter lain yang memengaruhi mereka. Penting juga untuk mengakrabkan anak dengan lagu-lagu yang memang diperuntukkan untuk anak seusianya.

Misalnya saja dalam drama Hometown Cha-cha-cha, dengan mendengar dan menyanyikan “Dentist Song”, anak-anak memahami bahwa ada dampak dari melakukan sesuatu. Terlalu banyak makan permen cokelat bisa membuat gigi sakit dan harus pergi ke dokter gigi guna mendapatkan perawatan.

Bagi sebagian anak, dokter adalah figur yang menakutkan. Teror suntik dan rasa sakit membayang-bayangi mereka. Tapi dalam lagu disebutkan bahwa meski ada rasa takut dan air mata yang mengalir, sosok anak yang ada dalam lagu tetap memberanikan diri untuk mendapatkan tindakan medis.

Dengan mengaitkan situasi yang ada dalam lagu, anak-anak juga bisa mengerti bahwa gara-gara tindakannya sendiri, ia mengalami hal yang menyakitkan. Untuk menyembuhkannya, ia harus berhadapan dengan hal yang tak disukainya. Dan untuk menghindari kejadian itu terulang kembali, ia harus rajin menggosok gigi.

Lagu yang sederhana seperti “Dentist Song” ini sangat bergizi dalam hal pendidikan karakter, kan? Lagu-lagu edukatif serupa tapi berbahasa Indonesia dan cocok untuk diperdengarkan pada anak-anak jumlahnya juga banyak sekali. Bahkan mungkin kita perlu waktu berhari-hari untuk mendengarkan semua mahakarya Pak Kasur atau Ibu Sud. Tapi mirisnya, anak-anak sekarang cenderung lebih familier dengan lagu-lagu orang dewasa.

Anak-anak di lingkungan rumah bude saya malah lebih menyukai lagu-lagu BTS dan merasa canggung saat menyanyikan lagu anak-anak. Padahal mereka masih seusia anak TK hingga awal-awal masuk SD. Mereka perlu lebih banyak mendapatkan asupan pendidikan karakter yang salah satu sarananya adalah dengan mendengarkan lagu anak-anak. Kan nggak lucu kalau mereka ikut-ikutan nangis tengah malam karena mentally exhausted menghadapi tuntutan duniawi setelah mendengarkan lagu dan menonton MV Zero O’Clock.

Anak-anak yang lebih akrab dengan lagu-lagu populer ini disebabkan oleh penggunaan gawai dan internet yang makin masif. Di masa digital ini internetlah yang cenderung menjadi media sosialisasi paling utama. Anak-anak, terutama yang dibebaskan oleh orang tuanya dalam mengakses gawai, cenderung lebih senang dan intens belajar hal baru lewat internet.

Anak-anak perlu diakrabkan lagi dengan lagu-lagu edukatif yang membuat mereka bisa belajar nilai-nilai dan karakter-karakter yang membantu perkembangan akalnya. Biar hal ini bisa terwujud, agen-agen sosialisasi di sekitar anak perlu terlibat. Agen-agen inilah yang berperan dalam membantu proses internalisasi nilai, norma, dan tata kelakuan pada anak.

Dalam drama Hometown Cha-cha-cha, tampak bahwa agen-agen sosialisasi yang saling berkolaborasi. Sekolah, keluarga, hingga teman berperan besar dalam pembentukan karakter. Dalam mentransmisikan karakter pada anak, agen-agen sosialisasi dalam adegan drama tersebut menggunakan lagu sebagai medianya.

Jadi, lagu-lagu yang edukatif ini juga memerlukan peran dari agen-agen sosialisasi agar pesannya tersampaikan. Jika anak-anak cuma mendengarkan lagunya tanpa diajarkan maksud dari lirik maupun diajak menginternalisasikan nilai dari lagu tersebut, sama saja percuma.

Sumber Gambar: Unsplash

Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Desember 2021 oleh

Tags: Dentist SongHometown Chachacha
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Hong Du Shik di Hometown Cha Cha Cha: Jack of All Trades dengan Kompetensi Kelas Premium

15 Oktober 2021

Hometown Cha-Cha-Cha: Calon Drama Kesayangan yang Ternyata Kayak FTV

13 September 2021
Belajar Sikapi Cinta Sesama Jenis dari Yeo Hwa-jung di Hometown Cha-cha-cha terminal mojok.co

Belajar Sikapi Cinta Sesama Jenis dari Yeo Hwa-jung di Hometown Cha-cha-cha

20 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.