Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Demi Nama Baik Kampus: Film Pendek tentang Kekerasan Seksual

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
31 Desember 2021
A A
Demi Nama Baik Kampus: Film Pendek tentang Kekerasan Seksual terminal mojok.co

Demi Nama Baik Kampus: Film Pendek tentang Kekerasan Seksual (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Kalau kamu baik sama saya, saya akan lebih baik lagi sama kamu.”

Sepintas, penggalan dialog yang diambil dari film pendek Demi Nama Baik Kampus ini terdengar biasa saja. Tapi, bagaimana jika yang mengucapkannya adalah seorang dosen laki-laki? Dan ini diucapkan pada mahasiswi perempuan yang saat itu tengah melakukan bimbingan skripsi. Dosen jahanam tersebut, mengucapkannya dengan sangat dekat, persis di telinga si perempuan.

Bayangkan jika kamu ada di posisi si mahasiswi. Apa yang akan kamu lakukan? Berteriak? Lari? Atau justru diam saja? Tapi, bukan diam karena setuju. Kala itu, tubuhmu justru merasa kaku karena diselimuti rasa takut yang sangat luar biasa.

Beruntung Sinta, tokoh utama dalam film pendek ini, berhasil kabur dari jerat dosen laknat yang berusaha mengambil alih paksa tubuhnya. Meski dalam kasus kekerasan seksual, tak ada istilah “beruntung”. Pasalnya, kekerasan seksual akan selalu menyisakan trauma mendalam bagi para korbannya.

Lantas, apa saja yang bisa kita temukan di film pendek Demi Nama Baik Kampus?

Banyak. Di film ini, kita akan dibawa untuk merasakan penderitaan psikis yang dialami penyintas kekerasan seksual. Bagaimana mereka menutup diri, dihantui ketakutan, punya keinginan untuk mengakhiri hidup, serta jalan panjang penyintas menemukan keberanian untuk melapor. Ini adalah sebuah perjuangan yang tak mudah dan terasa semakin berat karena para korban kekerasan seksual ini sering kali tidak mendapat dukungan.

Dari pihak kampus, misalnya. Alih-alih mengusut tuntas laporan kekerasan seksual yang diadukan mahasiswinya, mereka lebih memikirkan nasib nama baik kampusnya sendiri. Bukankah jika kasus kekerasan seksual ini mencuat, nama baik kampus akan tercoreng? Terlebih jika pelaku adalah dosen yang bekerja di sana. Maka, surat damai menjadi jalan keluar demi menyelamatkan wajah kampus.

Pun dari lingkungan sekitar penyintas sendiri. Dukungan sering kali tidak mereka dapatkan. Lihat saja bagaimana Sinta, yang notabene adalah korban, justru berbalik dituduh sebagai pelaku oleh lingkungan sekitar kampus. Sinta dianggap lebih dulu menggoda Pak Ari, si dosen cabul. Bahkan, Sinta dianggap yang mengancam akan melaporkan Pak Ari dengan tuduhan melakukan kekerasan seksual, jika Pak Ari tidak memberikan nilai skripsi yang sempurna pada Sinta.

Baca Juga:

Kekerasan di Pondok Pesantren Ditutupi Lagi, Sudah Saatnya Feodalisme di Pesantren Dibasmi, Sudah Saatnya Santri Kritis!

5 Rekomendasi Film Pendek tentang PNS yang Perlu Kamu Tonton biar Tahu Susahnya jadi Abdi Negara

See? Korban bisa berbalik jadi pelaku! Damn. Barangkali inilah sebabnya kenapa banyak korban kekerasan seksual enggan melaporkan hal buruk yang menimpa mereka. Posisi mereka lemah, terutama jika pelaku adalah sosok yang dianggap baik dan disegani oleh banyak orang. Sungguh, kalah mental.

Sebagai sebuah film edukasi, saya rasa film pendek Demi Nama Baik Kampus layak untuk dijadikan film wajib yang diputar saat tahun ajaran baru. Tujuannya, agar kesadaran akan kekerasan seksual yang berlangsung di lingkungan kampus semakin meningkat. Dari sisi korban, misalnya. Kita bisa belajar tentang keberanian dari tokoh utama dalam hal mengungkapkan tindak kekerasan seksual yang dialami. Lewat film ini, kita juga belajar support sistem yang sesungguhnya. Apa yang harus kita lakukan jika ada salah satu teman atau kenalan yang mendapatkan kekerasan seksual? Bagaimana kampus seharusnya bersikap?

Terakhir, sebagai sebuah film edukasi, mari kita apresiasi keberanian Kemendikbud mengangkat tema kekerasan seksual di kampus. Sudah cukup lama kekerasan seksual di lembaga pendidikan ini hanya berakhir sebagai rahasia dari mulut ke mulut. Sudah saatnya pelaku kekerasaan seksual di lingkungan pendidikan ini diusut tuntas. Pasalnya, nama baik kampus bukan dilihat dari banyaknya prestasi yang diraih, tapi ditentukan dari caranya menangani kasus dan membantu korban kekerasan seksual.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2022 oleh

Tags: Demi Nama Baik Kampusfilm pendekKekerasan Seksual
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Karya Sastra Boleh Jadi Alat Propaganda, Asal nggak Keliatan Bohongnya terminal mojok.co

Karya Sastra Bisa Jadi Alat Propaganda, Asal Nggak Kelihatan Bohongnya

6 September 2020
Stop Bilang Tapi kepada Penyintas Kasus Pelecehan dan Kekerasan Seksual, Biarkan Mereka Bersuara! MOJOK.CO

Stop Bilang “Tapi” kepada Penyintas Kasus Pelecehan dan Kekerasan Seksual, Biarkan Mereka Bersuara!

5 Agustus 2020
5 Rekomendasi Film Pendek tentang PNS yang Perlu Kamu Tonton biar Tahu Susahnya jadi Abdi Negara

5 Rekomendasi Film Pendek tentang PNS yang Perlu Kamu Tonton biar Tahu Susahnya jadi Abdi Negara

5 Oktober 2023
5 Film Indonesia tentang Kekerasan Seksual terminal mojok.co

5 Film Indonesia tentang Kekerasan Seksual

10 Desember 2021
Memahami Drama Penangkapan Pemerkosa di Pesantren Jombang dari Perspektif Mantan Santri  Terminal Mojok pondok pesantren

Memahami Drama Penangkapan Pemerkosa di Pesantren Jombang dari Perspektif Mantan Santri 

8 Juli 2022
Review Film Pendek Pria dan Penerimaan Masyarakat Terkait Homoseksual terminal mojok.co

Review Film Pendek ‘Pria’ dan Penerimaan Masyarakat Terkait Homoseksual

15 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  Mojok.co

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

18 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Publikasi Artikel: Saya yang Begadang, Dosen yang Dapat Nama publikasi jurnal

Publikasi Jurnal Kadang Jadi Perbudakan Gaya Baru: Mahasiswa yang Nulis, tapi Dosen yang Dapat Nama, Logikanya di Mana?

19 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.