Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Definisi Cowok Versi Iklan Rokok U-Mild

Andrian Eksa oleh Andrian Eksa
14 Mei 2019
A A
iklan rokok

iklan rokok

Share on FacebookShare on Twitter

Membicarakan tentang rokok di Indonesia selalu menarik, terlebih iklan rokok yang bersliweran di TV. Petani tembakau melimpah. Begitupun dengan pabrik-pabrik yang mengolahnya menjadi rokok. Lucunya, meskipun pabrik-pabrik besar ini begitu berjasa bagi Indonesia, tetap saja dimusuhi oleh beberapa pihak. Beberapa waktu lalu, bahkan sempat mencuat isu diharamkan.

Kita berhutang budi yang keterlaluan dengan pabrik-pabrik rokok itu. Tidak bisa dipungkiri, pabrik-pabrik tersebut telah memberi salam damai dalam ranah yang luas. Beasiswa pendidikan formal dari rokok. Beasiswa olahraga dari rokok. Pentas-pentas musik dari rokok. Kegiatan-kegiatan kebudayaan dari rokok. Baru-baru ini, penyedia jasa kesehatan pun disokong oleh rokok. Mau mangkir ke alasan mana lagi?

Pabrik-pabrik rokok tersebut memang seolah tidak pernah kehilangan akal. Ketika gadang-gadang pelarangan rokok digaungkan karena merusak kesehatan, pabrik-pabrik tersebut tampil dermawan di depan BPJS. Siasat yang cerdas, bukan? Perokok akhirnya semakin banyak alasan untuk tetap merokok. Setidaknya, ketika membeli rokok, perokok telah memberi sumbangsih kepada BPJS.

Saya sendiri, meskipun bukan perokok, tidak merasa terganggu oleh rokok. Malahan, saya kagum dengan cara cerdas orang-orang di balik industri rokok. Kekaguman saya bertambah setelah mengetahui kalau dalam iklan rokok banyak sekali larangannya. PP 109 Tahun 2012 pasal 39 menyebutkan seperti berikut ini.

“Setiap orang dilarang menyiarkan dan menggambarkan dalam bentuk gambar atau foto, menayangkan, menampilkan atau menampakkan orang sedang merokok, memperlihatkan batang Rokok, asap Rokok, bungkus Rokok atau yang berhubungan dengan Produk Tembakau serta segala bentuk informasi Produk Tembakau di media cetak, media penyiaran, dan media teknologi informasi yang berhubungan dengan kegiatan komersial/iklan atau membuat orang ingin merokok.”

Tidak hanya itu sih, masih banyak lagi. Saya tidak akan menyantumkan semuanya. Lagipula, di mesin pencarian seperti Google, telah menyimpan semuanya. Kamu dengan  mudah dapat membacanya sendiri. Saya hanya ingin menambahkan kalau penayangan iklan tersebut pun masih dibatasi waktu. Sesuai dengan pasal 29 di PP yang sama, penayangan iklan rokok hanya boleh dilakukan dari pukul 21.30 sampai pukul 05.00 waktu setempat.

Dengan sebegitunya peraturan terhadap iklan rokok, pekerja kreatif di baliknya patut diacungi jempol. Saya menaruh hati pada beberapa iklan rokok. Salah satunya dengan iklan rokok U-Mild, terutama versi Cowo Tau.

Versi tersebut ditayangkan beberapa kali dengan narasi yang berbeda-beda. Setidaknya, saya mencatat empat narasi pilihan. Narasi-narasi ini, kalau dilihat dan dibaca-baca lagi, ternyata bisa jadi definisi “cowo” versinya rokok U-Mild. Mari kita cermati berdua bersama.

Baca Juga:

Tulungagung, Kota yang Siap Bersaing dan Menggeser Kudus sebagai Pemilik Takhta Kota Kretek

Kemasan Rokok Polos Bukti Pemerintah Tidak Mengenal Rakyatnya. Pasti Gagal, dan yang Untung Justru Rokok Ilegal!

  1. Cowo Tau: Peluk Boleh, Lama Jangan

Dua cewek berpegangan tangan atau berpelukan, wajar. Sementara itu, dua cowok berpegangan tangan atau berpelukan, Homo. Entah mengapa saya begitu yakin, kalau stigma tersebut pernah mampir di pikiranmu.

Dunia kita memang punya banyak stigma-stigma. Itulah yang terkadang, secara tidak sadar,  menyitir dan menyetir pola pikir seseorang. Pikiran menjadi dikotak-kotakkan—dikandangkan pada tempatnya masing-masing. Tidak boleh saling menyeberang dan akhirnya berselisih.

Visual dari iklan ini adalah dua orang cowok anggota geng motor yang berpelukan sebentar, lalu saling melepaskan dengan cepat. Kemudian, keduanya memilih untuk berjabat tangan dengan citraan yang lebih macho.

Mencermati narasi yang dibangun rokok U-Mild di atas, cowok baginya, mesti paham stigma tersebut. Cowok tetap boleh berpelukan, asalkan tahu batasan. Batasan-batasan tersebut tidak lain adalah hasil dari stigma-stigma yang dibangun masyarakat.

  1. Cowo Tau: Kalo Cinta Gak Pandang Bulu

Visual dari iklan versi ini cukup menarik. Seorang cowok yang baru tiba di rumah dan langsung mencopot jaket. Cowok ini kemudian membuka kulkas, mengambil sebotol susu, dan membukanya. Alih-alih ditenggak habis, susu tersebut malah dituangkan ke dalam mangkuk minum kucing peliharaannya. Kemudian, kucing-kucing ras dengan bulu-bulu panjangnya mendekat.

Pemilihan kucing ras seolah mengarahkan pada keterwakilannya subjek cewek. Kucing ras identik dengan tubuh yang terjaga, bulu-bulu halus, mata bening, dan suara manja. Hal-hal tersebut melekat pada cewek cantik dalam konstruksi masyarakat.

Pada akhir scene, rokok U-Mild menyampaikan narasinya tentang cowok. Baginya, kalau sudah terlanjur cinta, cowok tidak akan pandang bulu. Artinya, tidak akan peduli bulumu sepanjang apa dengan visual subyek yang dicintainya tersebut.

  1. Cowo Tau: Tau Kapan Harus Bohong

Iklan ini ditampilkan dengan visual seorang cowok yang kencan dengan seorang cewek. Cewek tersebut kemudian menyuguhkan makanan yang dimasaknya sendiri. Ketika diminta memberi tanggapan atas makanan tersebut, si cowok mengacungkan tangan kirinya. Ibu jari dan telunjuknya membentuk lingkaran, sedang tiga jari lainnya tegak. Ini isyarat kalau masakannya enak.

Cewek tersebut menampakkan ekspresi bahagia dan pergi meninggalkan meja. Pada saat bersamaan, si cowok kemudian menoleh ke belakang dan menampakkan ekspresi tidak suka. Ini isyarat kalau sebenarnya masakan itu tidak enak.

Rokok U-Mild menutup iklannya dengan narasi, cowo tau kapan harus bohong. Narasi ini seolah mengamini stigma di masyarakat kalau cowok banyak bohongnya. Stigma lain menyatakan kalau cowok lebih pandai berbohong daripada cewek. Hal itu dikuatkan dengan dalih, cowo lebih memakai pikiran daripada perasaan.

Apapun stigma yang diamini rokok U-Mild, narasi tersebut jelas arahnya. Rokok U-Mild ingin membangun pola pikir masyarakat, bahwa cowok mesti pandai menyiasati kebohongan. Hal itu berimbas pada stigma baru, bohong itu perlu.

  1. Cowo Tau: Harus Pinter Bagi Waktu

Versi yang terakhir ini, masih memvisualkan hubungan cowok dengan cewek. Keduanya sedang makan di sebuah tempat. Si cowok hendak menyuapkan sesendok makanan untuk si cewek. Menariknya, suapan tersebut digeser ke arah kiri dan si cewek mengikutinya. Ternyata, hal tersebut dilakukan agar si cowok bisa melihat televisi yang ada di belakang si cewek.

Layar televisi tersebut menampakkan papan skor sebuah pentandingan. Artinya, perlakuan si cowok kepada si cewek bertujuan agar dirinya bisa melakukan dua hal sekaligus. Kata orang, sambil menyelam minum air, kembung deh. Menurut rokok U-Mild, cowo itu harus pinter bagi waktu.

Narasi rokok U-Mild tersebut seolah-olah menunjukkan hanya cowok yang harus pintar membagi waktu. Antara waktu untuk bekerja, waktu untuk kekasih tercinta, waktu untuk hobi semata, bahkan waktu untuk membuat kebohongan tepat guna.

Kalau dicermati kembali, narasi-narasi yang dibangun oleh iklan rokok U-Mild memang cenderung maskulin. Barangkali, hal ini pun terkait pada pembangunan stigma bahwa perokok itu laki-laki. Pernah nggak sih, mendengar kampanye ini, lanang kok ora ngerokok—jan ra lanang blas! Padahal, nenek buyut saya itu perokok berat. Mau bagaimana lagi kalau iklan rokok sampai hari ini masih terus dibatasi? Ya sudahlah yhaaa~

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2021 oleh

Tags: Definisi CowokIklan RokokRokok
Andrian Eksa

Andrian Eksa

Kelahiran Boyolali, 15 Desember. Saat ini menjadi seorang guru Bahasa Indonesia yang memilih tidak hanya sekadar mengajarkan kata, tapi juga merawatnya. Menyukai isu-isu terdekat di sekitarnya.

ArtikelTerkait

Rokok Country Merah: Rokok Alternatif untuk Pencinta Marlboro Merah, tapi Bujetnya Rendah

Rokok Country Merah: Rokok Alternatif untuk Pencinta Marlboro Merah, tapi Bujetnya Rendah

2 April 2022
7 Rokok Enak yang Tidak Dijual Di Indomaret

7 Rokok Enak yang Tidak Dijual Di Indomaret

15 Januari 2023
Pengalaman 2 Tahun Mengisap Rokok Herbal: Lho kok Sehat Beneran?

Rokok Sehat Tentrem Ternyata Bikin Sehat Beneran

13 Juni 2022
rokok macho maskulin

Iklan Rokok Djarum 76, Nggak Ada Maskulin-Maskulinnya

18 Mei 2019
Sumber gambar TVC DjarumBlack YouTube

Merindukan Djarum Black Tea, Rokok Enak yang Kini Sudah Tiada

9 September 2021
Kalau Negara Bilang Kantor Kejaksaan Agung Terbakar karena Rokok, Ya Itu Pasti karena Rokok terminal mojok.co

Seandainya Saya Menjadi Seorang Perokok

13 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.