Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Deddy Corbuzier dan Lahirnya Tiga Golongan yang Membuat Kita Geleng Kepala

Ulul Azmi Afrizal Rizqi oleh Ulul Azmi Afrizal Rizqi
22 Juni 2019
A A
Deddy Corbuzier masuk islam

Deddy Corbuzier masuk islam

Share on FacebookShare on Twitter

Sepekan ini jagad media sosial heboh dengan berita Deddy Corbuzier masuk Islam. Banyak tanggapan positif yang mewarnai kejadian tersebut. Namun, tak sedikit pula yang melontarkan komentar negatif—kecaman hingga peringatan atas keputusan yang diambil Deddy.

Semua sudah tau kan selama ini Deddy Corbuzier berteman akrab dengan ustadz nyentrik, Gus Miftah. Bahkan tak jarang mereka berdua membuat vlog bareng membahas sebuah tema yang menarik di YouTube. Kabarnya, Sang Master sudah belajar lama mengenai Islam kurang lebih 8 bulan terakhir ini. Dan Gus Miftah menjadi salah satu teman belajar Deddy tentang agama Islam. Hingga akhirnya, Gus Miftah lah yang membimbing Deddy mengucapkan dua kalimat syahadat.

Video prosesi Deddy mengucapkan kesaksiannya terhadap Islam tersebar luas di media sosial. Deddy pun juga mengunggah beberapa postingan setelah ia resmi pindah keyakinan di akun Instagramnya. Di sinilah awal mula muncul komentar-komentar yang menurut saya menunjukkan ketidakdewasaan dalam beragama. Hingga akhirnya, dapat saya mengklasifikasikan beberapa golongan yang muncul dalam merespon kejadian yang sedang ramai diperbincangkan ini.

Golongan pertama, terkait keputusan Deddy pindah keyakinan. Dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2 menyebutkan bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.” Juga dipertegas oleh pasal 28 E mengenai kebebasan beragama, berpendapat, berserikat, dan berkumpul.

Jelas—hukum negara melindungi dan membenarkan keputusan Deddy. Bahwa apa yang dilakukan Deddy merupakan hak pribadi yang bersangkutan dan itu tidak melanggar aturan manapun. Jadi jika ada oknum yang menghujat dan menyesalkan keputusan Deddy, ia akan masuk golongan pertama. Golongan ini dapat dikenali salah satu cirinya apabila ia mengeluarkan cuplikan ayat dari kitab yang isinya sebuah ancaman bagi seseorang  pindah keyakinan. Saya baru tahu, ternyata yang suka sedikit-sedikit ndalil bukan hanya “itu-itu” saja ya. heuheu

Oke, Deddy resmi masuk Islam. Dari kalangan muslim banyak yang bersyukur dan mendoakan keputusan tersebut—pun halnya saudara-saudara non muslim juga demikian. Kalau sudah begitu, rasanya damai bukan sih. Namun saya justru tergelitik pada komentar netizen terkait “jalan masuk” yang ditempuh Deddy. Kita tahu, Gus Miftah merupakan sosok dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan pertemuan Deddy dengan Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil setelah ia resmi masuk Islam semakin memperlihatkan lewat mana ia masuk Islam.

Dari situ muncul golongan kedua. Golongan ini banyak terlihat di kolom komentar media sosial setiap postingan mengenai  Deddy dan selalu menyebut, “Hati-hati, waspada, awas jangan salah memilih jalan/guru.” Sudah tahu kan apa maksudnya?

Komentar tersebut seolah berprasangka atau bahkan men-judge bahwa Deddy menurut mereka salah dalam memilih jalan masuk menjadi seorang muslim. Harusnya ya lewat ustaz junjungannya mereka. Duh, heran deh sama golongan seperti ini. Kayak sudah paling benar sendiri saja dalam beragama. Mbok yo disyukuri saja saudara seiman bertambah—ini malah memperlihatkan kekanakan dalam beragama.

Baca Juga:

Ketika Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine

Denny Caknan: Contoh Lelaki Patriarki yang Maunya Dilayani dan Sebaiknya Dihindari

Menyedihkannya lagi mereka menuduh bahkan memfitnah dengan sebutan PKI, Syiah, Liberal, Islam Nusantara yang bahkan mereka sendiri mungkin belum pernah bertabayyun langsung kepada ulama-ulama yang mereka sangka demikian—khususnya Kiai Said. Asal nge-gas aja.

Golongan ketiga muncul ketika Deddy membagikan momen bersama salah satu peserta Pemilu 2019—Kiai Ma’ruf Amin. Semua sudah tahu kan kalau selama Pemilu ini masyarakat terpolarisasi menjadi dua kubu yang lebih populer dengan sebutan Cebong dan Kampret. Di sinilah golongan ketiga lahir—golongan ini yang suka sedikit-sedikit mengaitkan suatu kejadian dengan Pemilu 2019. Bahwa yang tidak sejalan, akan disebut Cebong atau Kampret. Kalau begini terus kapan coba percebongan dan perkampretan ini akan berakhir. Masyarakat sudah muak dengan semua ini—ya nggak sih?

Setidaknya tiga golongan tersebut dalam sepekan ini akan ramai di setiap berita tentang keputusan Deddy menjadi mualaf. Bagi yang tidak termasuk dalam ketiga golongan tersebut, saya sarankan cukup menjadi penonton saja. Menikmati guyonan hampir setingkat ILC yang saya yakin tingkat kelucuannya masih di bawah guyonan saksi-saksi sidang sengketa Pilpres di MK.

Salam kemekel—xixixi

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Tags: Deddy CorbuziergolonganMasuk Islammualaf
Ulul Azmi Afrizal Rizqi

Ulul Azmi Afrizal Rizqi

Tukang Sensus, tinggal di Ambon. Bercita-cita kembali ke Banda Naira(lagi).

ArtikelTerkait

Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine (Pexels)

Ketika Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine

14 Februari 2025
puasa beduk belajar puasa setengah hari mojok

Puasa Beduk, Cara Efektif Mengajari Puasa untuk Pemula. #TakjilanTerminal11

18 April 2021
Menelaah Logika Berpikir Lord Rangga Sunda Empire terminal mojok.co

Menelaah Logika Berpikir Lord Rangga Sunda Empire

20 Mei 2021
agama berbeda

Mengapa Manusia Menganut Agama Berbeda-beda?

30 Juni 2019
dosen balas chat

4 Golongan Dosen Berdasarkan Cara Mereka Membalas Chat

23 Desember 2021
Untuk Deddy Corbuzier dan Orang-Orang yang Tidak Bangga Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar

Untuk Deddy Corbuzier dan Orang-Orang yang Tidak Bangga Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar

22 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter, Dihina tapi Jadi Motor Tangguh dan Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.