Dari Asinan Betawi Sampai Asinan Bogor: Mana yang Paling Sesuai Seleramu? – Terminal Mojok

Dari Asinan Betawi Sampai Asinan Bogor: Mana yang Paling Sesuai Seleramu?

Artikel

Seto Wicaksono

Sebagai penyuka asinan, saya selalu antusias untuk mencicipi beberapa jenis di antaranya. Paling tidak, asinan yang sudah familiar bagi kebanyakan orang dan jadi kesukaan banyak kalangan sejak lama. Saat ini, berbagai variasi asinan pun sangat mudah ditemui di beberapa tempat. Bisa dibeli secara konvensional atau online melalui marketplace yang tersedia.

Setiap varian asinan, tentu saja punya ciri khas bahan baku dan rasanya tersendiri. Sampai dengan saat ini, bahan baku paling umum yang terdapat pada asinan dapat dibagi menjadi dua, yaitu bisa berupa buah-buahan, sayuran, atau gabungan di antara keduanya. Termasuk dari kuahnya. Ada yang memakai bumbu kacang sebagai pelengkap, ada pula yang menggunakan kuah cuka. Satu yang pasti, semuanya menyatu dengan padu dan solid. Menghasilkan rasa yang unik sekaligus mumpuni.

Nah, agar bisa mengetahui gambaran perbedaan dan ciri khas dari masing-masing varian asinan populer yang sudah menjadi primadona banyak kalangan sejak lama dalam daftar perkulineran duniawi, mari kita bahas satu per satu.

#1 Asinan Betawi

Dari ragam asinan yang pernah saya coba, rasa asinan Betawi terbilang solid dengan campuran sambal kacang dan kuah yang punya rasa manis dari olahan gula merah. Bahan baku yang terdapat dalam asinan Betawi, biasanya antara lain: toge, potongan tahu, sawi, mentimun, kol, daun selada, dan kacang tanah yang digoreng. FYI, selain dari ciri khas olahan kuahnya, asinan Betawi dikenal karena bahan wajib yang terdapat dalam setiap porsinya adalah sayuran.

Sebagai pelengkap, asinan Betawi biasa disantap dengan dua jenis kerupuk, yaitu kerupuk mi yang berwarna kuning dan kerupuk berwarna pink. Kombinasi antara dua kerupuk ini menjadi ciri khas lainnya dari asinan Betawi. Lantaran tidak sepenuhnya digunakan pada varian asinan yang lain.

Soal harga, rata-rata satu porsi asinan Betawi adalah sekira Rp25.000-Rp35.000.

#2 Asinan rambutan

Boleh dibilang, asinan rambutan adalah jenis asinan yang paling sulit ditemui. Lantaran ia menggunakan bahan utama rambutan yang sebagaimana diketahui, hanya tumbuh pada musim tertentu. Nggak sepanjang tahun ada. Makanya, ketika memasuki musim rambutan, banyak orang yang mencoba untuk menjual bahkan mengolah sendiri asinan rambutan.

Tidak serumit asinan lainnya yang menggunakan beragam bahan baku, asinan rambutan hanya bermodalkan buah rambutan dan kuah cuka yang sudah diracik sedemikian rupa dengan campuran cabe. Untuk tambahan, biasanya ada juga yang menambahkan potongan mentimun sebagai pelengkap. Juga jeruk nipis agar ada sensasi segar.

Selama saya mencicipi asinan rambutan, akan lebih mantap jika disantap dalam keadaan dingin. Jadi, boleh dicoba, sebelum dimakan, masukan asinan rambutan ke dalam kulkas terlebih dahulu. Jika ingin membeli asinan rambutan, nominal yang harus disiapkan berkisar Rp15.000-Rp25.000.

#3 Asinan jagung

Cara mengolah asinan jagung sebetulnya terbilang sederhana. Hanya perlu menyediakan jagung (lebih maknyus jika jagung manis), potongan mentimun, kuah cuka yang sudah dicampur cabe, dan kerupuk mi sebagai pelengkap.

Jagung yang sudah dibakar, diparut atau dipotong terlebih dahulu sebelum dicampur dengan mentimun. Sedangkan kerupuk mi, akan lebih nikmat jika dikremes sebelum tercampur digabung dengan kuah cuka. Jika sudah menyatu, rasanya segar dan menawarkan sensasi sekaligus cara baru dalam menikmati olahan jagung.

Apakah lebih suka mengolah sendiri karena cara membuatnya terbilang sederhana atau membeli, tentu saja keputusan akhir tergantung kalian masing-masing. FYI, satu porsi asinan jagung harganya sekitar Rp20.000-Rp30.000.

#4 Asinan Bogor

Asinan Bogor sudah menjadi salah satu kuliner khas asal kota hujan sejak lama dan digemari oleh banyak pendatang. Nggak heran jika asinan Bogor termasuk salah satu oleh-oleh yang sering kali di-request oleh kerabat atau sanak saudara tiap kali ada orang yang berkunjung ke kota yang dikenal pula dengan sebutan kota seribu angkot.

Bahan utama yang terdapat dalam asinan Bogor terbagi menjadi dua: ada yang isinya buah-buahan, ada pula yang sayuran. Namun, keduanya memiliki satu kesamaan. Kuahnya sama-sama berbahan dasar cuka yang sudah diolah dengan cabe, garam, dan gula.

Sebetulnya, tidak ada aturan baku tentang buah-buahan apa saja yang harus ada dalam asinan Bogor. Namun, dari sekian banyak asinan Bogor yang sudah saya cicipi, beberapa buah yang tidak pernah absen diantaranya: kedondong, bengkuang, mangga, pepaya mengkal, nanas, juga jambu air. Sedangkan untuk asinan Bogor isian sayuran, biasanya ada mentimun, toge, wortel, kol, dan potongan tahu.

Baik asinan isian buah atau sayur, keduanya punya toping tambahan yang sama berupa kacang tanah goreng dan kerupuk mi yang dicampurkan dengan cara diremuk atau dicocol begitu saja ke dalam kuah cuka. Harga asinan Bogor buah atau sayur berkisar Rp13.000-Rp25.000.

Selain harganya yang terjangkau, beragam asinan ini juga bisa disantap sebagai alternatif camilan. Satu yang pasti, semuanya menawarkan sensasi identik: segar dan enak pada waktu yang bersamaan.

BACA JUGA Seenak Apa pun Rasanya, Saya Nggak Akan Pernah Makan Jengkol! dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Baca Juga:  Apa pun Kegiatannya, Nasi Liwet Selalu Jadi Kudapan Primadona Orang Sunda
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
1


Komentar

Comments are closed.