Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Daftar Hadiah Majalah Jadul yang Paling Ditunggu oleh Kawula Muda Tahun 2000-an

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
6 Juli 2021
A A
Daftar Hadiah Majalah Jadul yang Paling Ditunggu oleh Kawula Muda Tahun 2000-an terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Ketika masih anak-anak sampai dengan remaja, saya terbiasa menggunakan waktu senggang untuk membaca beberapa majalah yang difavoritkan oleh khalayak pada masanya. Bukan tanpa alasan. Selain ingin menambah wawasan, ada hal lain yang nggak kalah penting dan wajib dilakukan. Pokoknya, nggak boleh ketinggalan, yakni mengincar beragam hadiah yang selalu ada dalam setiap edisi majalah jadul tersebut.

Generasi yang melewati masa remaja pada tahun 2000-an mana yang mau menyangkal bahwa kegiatan mengoleksi hadiah dari beberapa majalah menjadi tren yang hype pada masanya dan memorable di masa sekarang. Betul-betul majalah apa pun dengan beragam genre-nya. Pasti selalu ada tulisan “bonus blablabla” atau yang serupa di setiap sampul depannya.

Usut punya usut, hal tersebut dilakukan sebagai salah satu teknik marketing untuk menarik minat pembeli. Percaya atau nggak, cara tersebut terbilang cukup ampuh. Bukti nyata dan sederhananya, banyak kenalan di lingkar pertemanan saya sampai hilang fokus saat membeli suatu majalah: hanya mengincar hadiahnya alih-alih membaca isi dengan segala informasinya. Sementara majalahnya, hanya dibaca seperlunya. Warbyasa, warbyasa.

Entah kalian ingat atau tidak, apa pun majalahnya, ada beberapa hadiah yang selalu ditunggu sampai menjadi incaran khalayak. Dari yang terkesan sepele, sampai dengan ikonik. Seakan masing-masing hadiah punya makna dan/atau kasta tersendiri.

Berikut daftar hadiah dari majalah jadul yang beken pada masanya. Mohon maaf sebelumnya, saya enggan menyebut satu per satu nama majalahnya. Bukannya apa, ya. Kebanyakan, Bung. Toh, pada akhirnya, apa pun majalahnya, yang diincar tetap hadiahnya, kan?

Hadiah majalah jadul yang paling ditunggu #1 poster

Tidak bisa tidak. Apa pun majalahnya, pada masanya poster menjadi hadiah yang paling ditunggu dan sangat ikonik. Fungsinya sebagai penghias dinding kamar. FYI, bagi remaja yang tumbuh pada tahun 2000-an, menempel poster di dinding kamar menjadi hal mainstream yang tergolong keren. Posternya beragam. Mulai dari band favorit, pemain sepak bola, tokoh ternama, otomotis, sampai artis idola pada masanya. Apa pun itu. Nggak heran jika poster menjadi hadiah yang paling-paling-paling ditunggu dari setiap edisi majalah apa pun yang terbit.

Hadiah majalah jadul yang paling ditunggu #2 stiker

Salah besar jika kalian menganggap stiker adalah hadiah yang sepele. Stiker, apalagi didapat dari suatu majalah, ibarat identitas lain bagi pemiliknya. Lantaran mendapatkannya butuh effort. Jika kalian berpikir, “Halah, stiker bisa dibeli di pinggir jalan atau abang-abangan, kok!” Pikir kembali pernyataan tersebut, Bung! Stiker yang didapat dari suatu majalah tentu punya kualitas dan tingkat prestisius yang berbeda dari sekadar membeli langsung jadi. Apalagi, stikernya berupa sesuatu yang diincar atau diidolakan.

Hadiah majalah jadul yang paling ditunggu #3 tas kecil/pouch/totebag

Hadiah prestisius lainnya yang sering kali ditunggu adalah tas kecil/pouch/totebag. Percaya atau tidak, beberapa orang kawan saya bahkan sampai rela mengikuti kabar terkini, memantau, sekaligus mengumpulkan informasi kapan kira-kira suatu majalah akan mengeluarkan hadiah berupa pouch atau totebag. Alasannya cukup bisa diterima, sih, biar bisa dipakai ke mana-mana, tapi tetap terlihat trendy dan kekinian dengan segala nama majalah yang melekat di sisi totebag-nya.

Baca Juga:

Hari Ibu, Perayaan Penuh Cinta yang Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Seorang Anak

Hadiah untuk Dosen Pembimbing Itu Kebiasaan yang Nggak Perlu, Merepotkan Kedua Belah Pihak!

Hadiah majalah jadul yang paling ditunggu #4 printilan menyesuaikan jenis majalah

Yang dimaksud printilan di sini beragam. Lebih tersegmen, tergantung jenis majalahnya. Misalnya, jika seseorang hobi bermain musik, katakanlah gitar atau drum, hadiah yang diincar adalah pick gitar atau stik drum. Sedangkan untuk majalah kecantikan, biasanya ada perlengkapan makeup, skincare, sisir, dan sebangsanya. Sedangkan yang paling umum, sih, berupa gantungan multi-fungsi. Bisa untuk gantungan kunci atau pun tas.

Hadiah majalah jadul yang paling ditunggu #5 buku saku/notes

Saya sengaja dan dengan kesadaran diri penuh menempatkan buku saku/notes di posisi terakhir—biasanya, lengkap dengan alat tulis berupa pulpen atau pensil—sebab, meski termasuk salah satu hadiah yang paling ditunggu dan memiliki nilai guna, eksistensinya sebagai hadiah antara ada dan tiada. Ya, gimana ya. Yang namanya buku catatan, dipakainya hanya sesekali. Kalaupun sering, paling-paling karena dijadikan diary atau untuk mencatat segala hal yang nggak penting-penting amat. Ujung-ujungnya malah hanya dijadikan sebagai pajangan.

BACA JUGA Waktu SD, Baca Komik ‘Crayon Shinchan’ Itu Ibarat Baca Majalah Porno dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: bonusGaya Hidup Terminalhadiahmajalah
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Memahami Alasan Mengapa Mancing Menjadi Primadona Masyarakat Rural terminal mojok

Memahami Alasan Mengapa Mancing Jadi Primadona Masyarakat Rural

27 Mei 2021
Solomon’s Paradox solomon's paradox mojok

Solomon’s Paradox : Alasan Kita Berpikir Lebih Jernih dan Bijak tentang Masalah Orang Lain daripada Masalah Sendiri

19 Juni 2021

4 Alasan Bocil Hijrah dari Gim Mobile Legends

5 Juni 2021
Tips Jual Barang Bekas biar Lakunya Pas terminal mojok.co

Tips Jual Barang Bekas biar Lakunya Pas

3 Agustus 2021
juvenoia remaja orang tua mojok

Juvenoia: Sebuah Ancaman atau Kegelisahan Orang Tua Semata?

11 Juni 2021
Tanpa Asuhan Keluarga Kent, Superman Nggak Akan Jadi Pahlawan terminal mojok.co

Tanpa Asuhan Keluarga Kent, Superman Nggak Akan Jadi Pahlawan

16 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.