Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

5 Culture Shock yang Dirasakan Anker KRL Jabodetabek Saat Naik KRL Jogja Solo

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
16 Juli 2025
A A
5 Culture Shock yang Dirasakan Anker KRL Jabodetabek Saat Naik KRL Jogja Solo

5 Culture Shock yang Dirasakan Anker KRL Jabodetabek Saat Naik KRL Jogja Solo (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

KRL merupakan salah satu transportasi umum andalan kedua saya selain Transjakarta. Moda transportasi satu ini paling bisa diharapkan warga yang tinggal di daerah penyangga Jakarta. Hal ini membuat KRL Jabodetabek selalu pennuh sesak setiap hari. Selain di wilayah Jabodetabek, KRL juga beroperasi di Jogja ke arah Solo dan sebaliknya.

Sewaktu tinggal di Jogja, beberapa kali saya menggunakan KRL untuk berkunjung ke Surakarta. Biasanya saya naik dari Stasiun Maguwo karena lokasinya dekat dengan kontrakan. Sistem pembayarannya bisa tap uang elektronik atau kartu multi-trip.

Meski sama-sama produk KAI Commuter, ada perbedaan pada KRL Jabodetabek dan KRL Jogja Solo. Sebagai anker (anak kereta) sejati Jabodetabek, saya agak kaget juga dengan hal-hal unik yang saya jumpai di KRL Jogja Solo. Misalnya seperti 5 hal berikut.

#1 Jarak antarstasiun terasa jauh

Saya sempat dibuat bosan waktu naik KRL Jogja Solo dari Stasiun Maguwo. Jarak antarstasiun cukup jauh. Misalnya, waktu tempuh dari Stasiun Maguwo ke pemberhentian selanjutnya, Stasiun Brambanan, terasa lama. Begitu juga dari stasiun lainnya ke Solo. Total perjalanan sekitar 1 jam lebih. Hampir sama kayak naik kendaraan pribadi.

Lain cerita dengan KRL Jabodetabek. Baru duduk di Stasiun Tanah Abang, eh, udah sampai di Stasiun Manggarai saja. Padahal lumayan jauh jarak keduanya. Saya juga nggak paham kenapa bisa begitu.

Tetapi untungnya, kalau naik KRL Jogja Solo pemandangannya menyegarkan mata meski jarak antarstasiun cukup jauh. Pemandangan sawah ijo royo-royo ada di depan mata. Bukan gedung tinggi atau rumah kumuh kayak yang biasa saya lihat di Jakarta.

#2 Nggak ada drama rebutan kursi dan saling dorong di KRL Jogja Solo

Penumpang nggak sabaran dan menguras emosi banyak saya jumpai di KRL Jabodetabek. Apalagi di jam pulang kantor. Beuh, semua datang dengan egonya, nggak ada yang mau mengalah. Siapa cepat, dia dapat pokoknya.

Kondisi berbeda saya jumpai di KRL Jogja Solo. Saat kereta baru datang saja nih, orang-orang tertib masuk gerbong. Meski ada sedikit gerakan berburu kursi, masih wajar nggak barbar kayak di KRL Jabodetabek. 

Baca Juga:

Rute KRL Paling Berkesan di Jabodetabek: Rute Stasiun Duri-Stasiun Sudirman yang Mengingatkan Saya Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

Jadi “Ikan Pepes” di KRL Jabodetabek Jauh Lebih Baik daripada di Transjakarta

Semua orang terlihat sabar dan tenang. Nggak ada yang namanya sikut-sikutan apalagi adu mulut karena ada penumpang yang memotong antrean karena ingin cepat pulang.

Begitu kereta tiba di Stasiun Solo Balapan pun semua penumpang tampak kalem. Langkah mereka nggak tergesa-gesa. Padahal interval waktu kedatangan kereta cukup lama. Kalau nggak dapat KRL sekarang, tunggu saja yang berikutnya. Santuy, kawan.

#3 Penumpang berdiri searah lajunya kereta

Hal berikutnya yang bikin saya agak kaget adalah penumpang dalam KRL Jogja Solo berdiri menghadap arah lajunya kereta. Jadi terlihat seperti orang berbaris sambil berpegangan pada handgrip KRL. Saya jadi ikutan menghadap arah lajunya kereta meskipun terasa aneh.

Kebiasaan ini berbeda dengan penumpang KRL Jabodetabek. Jika nggak kebagian kursi, mereka akan berdiri menghadap penumpang lain yang duduk. 

Asumsi saya, penumpang yang berdiri menghadap arah laju kereta untuk menjaga kenyamanan penumpang lain yang duduk. Risih juga kan kalau harus berhadapan dengan penumpang yang duduk. Apalagi kalau di dalam gerbong KRL padat, rasanya jadi sumpek.

Selain itu, kebiasaan penumpang KRL Jogja Solo ini membuat gerbong terlihat rapi dan enak dipandang mata. Mantap, deh!

#4 Vibes liburan, pikiran jadi rileks

Kalau naik KRL Jogja Solo, kamu akan merasakan vibes liburan tipis-tipis. Nggak ada tuh yang buru-buru dikejar waktu kayak di KRL Jabodetabek. Slow living pun ada di dalam transportasi umum.

Saya beberapa kali menggunakan KRL di weekdays untuk pergi ke Solo. Di sana saya berjumpa dengan berbagai macam penumpang. Ada yang mau berangkat kerja, ada mahasiswa, ada pula wisatawan yang mau liburan ke Solo. Mereka semua nggak terburu-buru kayak di Jabodetabek. Saya jadi lebih menikmati waktu-waktu berada di dalam gerbong kereta.

#5 Tidak ada gerbong khusus wanita di KRL Jogja Solo

Saya baru menyadari KRL Jogja Solo nggak memiliki gerbong khusus wanita layaknya KRL Jabodetabek. Penumpang laki-laki dan perempuan berada di dalam gerbong sama. Tapi nggak masalah juga wong keretanya nggak sepadat di Jabodetabek. Kondisinya masih nyaman karena penumpang juga nggak terlalu mepet satu sama lain.

Lagi pula kehadiran gerbong wanita juga belum tentu bikin nyaman. Bahkan area ini kerap dinobatkan sebagai area paling horor di KRL Jabodetabek. Saya sendiri juga jarang war kursi di sana. Meski begitu, seandainya nanti KRL Jogja Solo memiliki gerbong khusus wanita, saya rasa kondisinya nggak akan semengerikan gerbong wanita di KRL Jabodetabek.

Sebenarnya masih banyak lagi perbedaan kedua moda transportasi ini. Tetapi kelima hal di atas yang paling saya ingat. Kalau kalian lebih suka naik KRL Jogja Solo atau KRL Jabodetabek, Lur?

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Derita Penumpang KRL Jogja Solo yang Naik Stasiun Tugu Jogja, Setelah Mencoba Sendiri Mending Naik dari Stasiun Lempuyangan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2025 oleh

Tags: KRL JabodetabekKRL Jogja-Solo
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

KRL Jogja Magelang Moda Transportasi yang Dibutuhkan Warga (Unsplash)

KRL Jogja Magelang Semakin Dibutuhkan Warga, Pemerintah Sebaiknya Segera Mewujudkannya

7 Januari 2025
KRL Jogja Solo, Karanganyar-Stasiun Tugu, Punya Banyak Masalah (Unsplash)

KRL Jogja Solo, dari Karanganyar ke Stasiun Tugu, Menyimpan Banyak Masalah dan Ini Bukan Pekerjaan Rumah bagi PT KAI Saja!

20 November 2023
3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

3 Kesalahan Sepele KRL Jogja Solo yang Cukup Mengganggu Penumpang

15 Mei 2024
Stasiun Gondangdia Damai, Beda dengan Stasiun KRL Jabodetabek Lain yang seperti Neraka Mojok.co

Stasiun Gondangdia Damai, Beda dengan Stasiun KRL Jabodetabek Lain yang seperti Neraka

20 Mei 2025
Stasiun Lempuyangan Stasiun Paling Unik di Jogja (Unsplash)

Stasiun Lempuyangan: Stasiun yang Unik dan Paling Ikonik di Jogja

16 Februari 2024
Mempertanyakan Penumpang KRL yang Ogah Meletakkan Tas Ransel di Bagian Depan Tubuh Mojok.co

Mempertanyakan Penumpang KRL yang Ogah Meletakkan Tas Ransel di Bagian Depan Tubuh

25 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026
Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya
  • Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis
  • Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota
  • Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.