Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Converse Chuck Taylors, Sneakers Terbaik yang Pernah Ada

Wirandra Reyhan Janitra oleh Wirandra Reyhan Janitra
20 Februari 2021
A A
converse chuck taylor mojok

converse chuck taylor mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sneakers local pride memang sedang digandrungi oleh anak muda maupun para sneakerheads alias pecinta sneakers. Desain yang timeless, pilihan warna yang beragam dan harganya sangat ramah kantong adalah beberapa alasan kenapa sneakers local pride populer banget akhir-akhir ini. Tapi, apakah kalian tahu bahwa dulu Converse pernah menikmati popularitas yang sama dengan sneakers local pride?

Dulu ketika saya masih SMP, salah satu sneakers yang wajib dimiliki oleh teman-teman sepantaran adalah Converse Chuck Taylors. Sebagian besar dari mereka punya Converse Chuck Taylor berwarna hitam atau putih, tapi ada juga beberapa dari mereka yang mengoleksi aneka jenis warna dari sepatu ini, paling sering sih warna merah, putih atau biru.

Tingkat kepopuleran Chuck Taylors waktu itu memang luar biasa. Bahkan saking merakyatnya untuk anak-anak seusia saya waktu itu bahkan seringnya anak-anak yang nggak paham fashion pun juga punya!

Saya yang awalnya lebih sering memakai sepatu lari kemana-mana akhirnya kepincut juga untuk memiliki sepasang Chuck Taylors atas dasar penasaran dan mulai nggak nyaman dengan sepatu yang saya punya karena agak berat. Jadilah ketika salah satu toko perlengkapan olahraga 22 mengadakan Lebaran sale, saya langsung membujuk orang tua saya untuk menemani saya lihat-lihat ke sana.

Saya mencari sepasang Chuck Taylors low top yang bodinya terbuat dari kanvas hitam dan sol karet putih agar bisa dipakai sehari-hari ke sekolah. Beruntung banget stock yang seukuran kaki saya masih banyak, alhasil saya langsung “merengek” sama orang tua supaya dibelikan. Harganya belum begitu mahal waktu itu kok, cukup Rp250 ribu saja sepasang. Dan akhirnya mereka pun setuju. Yeah!

Converse Chuck Taylors ini punya beberapa keunggulan. Salah satu teman saya pernah bilang kalau Converse jenis ini desainnya timeless banget alias nggak pernah ketinggalan zaman. Pantas saja dari zaman dulu para anak muda suka terlihat memakai sneakers ini. Kemudian, material kanvas yang mendominasi bagian atas body sepatu ini terasa ringan dan nyaman banget sehingga kaki kita bisa bergerak leluasa.

Jangan salah, Chuck Taylors ini juga cocok dipadukan dengan banyak sekali outfit lho. Mau itu dipakai dengan kaos atau hoodie dan jeans secara kasual, batik, atau baju koko dengan celana chinos sampai seragam sekolah pun juga sama serasinya. Makanya, saking seringnya saya memakai sneakers ini, dulu banyak yang bilang kalo saya seolah-olah nggak pernah ganti sepatu. Hehehe.

Seiring berjalannya waktu dan jam terbang sepatu ini, saya baru sadar bahwa sebenarnya sepatu ini tangguh banget. Bayangkan saja, setelah dipakai kesana kemari untuk nongkrong, ke mall, piknik, camping, ke pantai, atau hanya sekadar lari-larian outer solenya masih kokoh dan belum terkikis parah.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Merawatnya pun juga mudah sekali. Cukup dengan menyikat bodi kanvasnya dan mengelap rubber sole-nya dengan kain kanebo basah, Converse Chuck Taylors sudah bersih kembali.

Saat ini saya memang masih memiliki sneaker tersebut, walaupun kondisinya juga sudah lumayan babak belur dan sole-nya hampir botak. Saya pun memakainya cuma sesekali saja, karena selain harus lebih banyak berdiam di rumah karena kondisi saat ini, belakangan ini saya juga sudah mulai mencoba sneakers-sneakers dari brand lain.

Ya memang saya akui kalo aura kecenya Chuck Taylors baru kelihatan jelas kalau babak belur. Tapi, alangkah lebih baik kalau saya menabung dulu untuk membeli sepasang Chuck Taylor’s baru dengan model yang sama persis, karena saya memang berniat untuk terus memiliki model tersebut seumur hidup dan memakainya kemanapun, termasuk ngantor kalau memungkinkan.

Intinya bagaimanapun juga, Converse Chuck Taylors tetaplah sneakers terbaik sepanjang masa. Hidup Chuck Taylors!

BACA JUGA Sepatu Rakyat Itu Bukan Compass, tapi Kodachi dan tulisan Wirandra Reyhan Janitra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2021 oleh

Tags: converse chuck taylors
Wirandra Reyhan Janitra

Wirandra Reyhan Janitra

Penulis muda yang gemar traveling namun hanya bisa keluar kota maksimal setahun sekali.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

21 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.