Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

Cita Rasa Rokok Surya Ketengan yang Tak Lagi Menggembirakan

Reza Fauzi Nur Taufiq oleh Reza Fauzi Nur Taufiq
31 Januari 2023
A A
Cita Rasa Surya Ketengan yang Tak Lagi Menggembirakan

Cita Rasa Surya Ketengan yang Tak Lagi Menggembirakan (Flickr Rokok Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya, selaku member dari salah satu penggemar rokok Surya ketengan, belakangan ini melihat cita rasa dari Surya ketengan atau eceran sangat memprihatinkan. Terutama untuk diri saya sendiri. Sebagai perwakilan dari kawan-kawan yang tidak bisa lepas dari rokok, belakangan ini saya seringkali mendapati cita rasa Surya eceran di pasaran sudah tidak seperti dulu lagi.

Kebingungan demi kebingungan pun muncul dalam benak saya, hingga melahirkan asumi-asumsi yang liar. Jangan-jangan ini rokok palsu? Ataukah ini rokok sudah kedaluwarsa?

Sungguh, persoalan ini harus segera terselesaikan, pikirku. Apalagi, untuk para pencinta rokok seperti saya yang memilih untuk mencari tahu lebih dalam. Beberapa waktu yang lalu, di warung kopi, saya bertemu dengan kerabat. Ia pun merisaukan hal yang sama kepada saya,

“Kok surya ketengan yang kubeli di depan ini rasanya hambar ya?”

Saat itulah saya merasa tidak sendirian dalam kebingungan tersebut. Soal harga, rokok surya 12 memang cukup mahal. Apalagi dengan adanya keputusan pemerintah menaikkan harga rokok. Untuk saat ini, harga Surya 12 mencapai Rp23.000. Inilah yang membuat saya dan kawan-kawan penggemar Surya lainnya memilih bertahan dengan tetap menikmati Surya, walaupun hanya dengan eceran. Soal rasa, Surya memang tak ada duanya.

Surya ketengan yang tak lagi menggembirakan

Akan tetapi, persoalan cita rasa Surya belakangan ini yang mulai hambar, tak semanis biasanya. Hal ini bisa saja menggoyahkan idealisme kami untuk tetap menikmati Surya. Tapi lagi dan lagi, saya masih memilih menikmati Surya dengan beberapa strategi baru yang saya terapkan saat membeli Surya ketengan. Setiap berangkat kerja, menyambangi toko kelontongan adalah suatu kewajiban buat saya. Hanya sekadar untuk membeli Surya.

Suatu ketika, saya kemudian menaruh curiga pada setiap toko kelontongan yang jual Surya ketengan. Hal ini menjadi modal saya untuk tidak salah dalam membeli Surya ketengan yang hambar itu. Oleh karena itu, saya memakai strategi dengan mula-mula bertanya pada penjualnya, “Kok rokok surya ketengan belakangan ini hambar ya mas?”,

Penjualnya pun menjawab dengan jawaban yang menurut saya kurang memuaskan. “Itu paling ini, Mas, rokoknya masuk angin, wadahnya lupa ditutup,” imbuh penjualnya. Tentu, tidak ada penjual yang tidak membela dirinya.

Strategi mencari Surya ketengan sejati

Akhirnya saya membeli rokok Surya ketengan dengan tidak jor-joran. Dalam artian, biasanya saya membeli Surya ketengan langsung Rp10.000, senilai dengan 5 batang rokok Surya. Untuk saat ini, saya hanya membeli satu batang saja. Satu batang rokok Surya ini akan saya jadikan tester, apakah warung ini menjual Surya dengan cita rasa yang manis atau hambar. Jika hambar, saya hanya membeli satu saja. Sebaliknya, jika manis, saya akan beli lagi.

Baca Juga:

Sebagai Pemilik Toko Kelontong, Saya Melihat Sendiri Kemunduran Gudang Garam karena Kalah Bersaing Gajah Baru dan Rokok Murah Lainnya

Membayangkan Kediri Tanpa Gudang Garam, Hanya Jadi Daerah Medioker

Hal ini saya lakukan dengan menjilat filter Surya secara diam-diam. Jika gagal, percobaan ini saya lakukan pada toko selanjutnya dan begitu seterusnya. Itulah pengalaman saya, rasa-rasanya ada yang kurang jika bekerja tanpa ditemani Surya dengan cita rasa manis. Itulah yang saya alami belakangan ini, kurang nikmat dalam menikmati rokok yang jadi favorit saya.

Sungguh, berkeliling mencari Surya yang sejati memang amat melelahkan. Akan tetapi, begitulah jikalau kita sudah terlanjur cinta dengan rasanya. Apa pun kita lakukan untuk sekadar mengecap rasa yang selalu menemani hari-hari kita. Eaaa.

Sumber gambar: Flickr Rokok Indonesia

Penulis: Reza Fauzi Nur Taufiq
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Manis Madu di Sebatang Djarum 76 Madu Hitam

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2023 oleh

Tags: gudang garamRokoksuryasurya eceran
Reza Fauzi Nur Taufiq

Reza Fauzi Nur Taufiq

Seorang buruh lepas lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. . memiliki hobi minum kopi, baca buku, dan berkelahi dengan keyboard dan telah melahirkan karya buku berjudul "Mesin Kemajuan Zaman".

ArtikelTerkait

Mengenal Tembakau Tambeng, Si Raja Tingwe dari Besuki terminal mojok.co

Mengenal Tembakau Tambeng, Si Raja Tingwe dari Besuki

29 Januari 2021
rokok sampoerna

A Splash adalah Sampoerna yang Tidak Sempurna

12 Juli 2019
Rokok Country Merah: Rokok Alternatif untuk Pencinta Marlboro Merah, tapi Bujetnya Rendah

Rokok Country Merah: Rokok Alternatif untuk Pencinta Marlboro Merah, tapi Bujetnya Rendah

2 April 2022
Mengatasi Drama-Drama Curanrek di Tongkrongan

Mengatasi Drama-Drama Curanrek di Tongkrongan

29 Oktober 2019
iklan

Iklan yang Dulu Diabaikan Kini Dinantikan

11 Juni 2019
rokok itu baik

Bagaimana Jika Ternyata Rokok itu Baik?

11 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter, Dihina tapi Jadi Motor Tangguh dan Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.