Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan tapi Gila

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
11 Juni 2026
A A
Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan Tapi Gila

Cikupa Tangerang, Kota Seribu Industri yang Macetnya Bikin Pekerja Pabrik Dilema: Resign Jadi Gembel atau Bertahan tapi Gila (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang nggak cari duit di dalam pabrik Cikupa, saya sebenarnya aman. Saya cuma tamu yang sebulan sekali datang ke wilayah barat Kabupaten Tangerang ini. Tapi, walaupun cuma sebulan sekali, sisa-sisa trauma jalanannya selalu sukses membekas di kepala.

Bayangkan, saya yang cuma sesekali lewat saja sudah merasa tensi darah melonjak drastis. Apalagi mereka yang harus bertaruh nyawa di jalur ini setiap hari? Menatap Cikupa di jam berangkat atau pulang kerja itu kayak melihat penderitaan yang nggak ada habisnya.

Cikupa Tangerang di antara truk gede dan kepulan asap hitam

Begitu masuk Jalan Raya Serang atau keluar dari kawasan industri Cikupa Mas di jam sibuk, lupakan bayangan Tangerang yang rapi dan estetik seperti BSD. Cikupa adalah dunia nyata yang keras. Di sini, penguasa jalanan yang sesungguhnya bukan motor Beat atau Scoopy. Melainkan truk-truk raksasa bermuatan beton dan kontainer yang bannya saja lebih tinggi dari tinggi badan kita.

Selap-selip di antara truk gede ini butuh keterampilan setingkat pembalap MotoGP dan keberanian luar biasa. Di jam pulang kerja, ribuan buruh pabrik yang pakai seragam langsung tumpah ke jalan, menyatu dengan asap knalpot hitam yang pekat. Debu Cikupa itu luar biasa tebal.

Jangankan yang malas merawat muka. Yang pakai skincare mahal pun pasti menangis melihat pori-porinya setelah lima belas menit naik motor di sini.

BACA JUGA: Kabupaten Tangerang Melesat Meninggalkan Kota Tangerang: Kehidupan di Kabupaten Lebih Mewah dan Modern!

Bengong di atas kendaraan, resign atau bertahan?

Melihat lautan manusia yang macet total di depan Pasar Cikupa atau pertigaan Bitung, saya sering membayangkan isi kepala para pekerja itu. Kerja di pabrik ngejar target, berdiri berjam-jam, belum lagi kalau kena omel bos sudah capek banget. Di jam pulang malah ditambah bertarung dengan macet di jalanan.

Pas mesin motor mulai panas di selangkangan dan moncong truk kontainer pas banget di belakang spion, di situlah momen pasrah itu muncul. Ini dilema abadi pekerja Cikupa Tangerang. Bertahan artinya pelan-pelan mengorbankan kesehatan mental, tapi kalau nekat resign tanpa persiapan, status gembel sudah melambai-lambai di depan mata.

Baca Juga:

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

Jalan keluar dari macet Cikupa

Macet parah begini nggak boleh terus-menerus dianggap biasa. Harus ada solusi dari pemerintah dan pekerja itu sendiri.

Untuk Pemerintah Kabupaten Tangerang, kuncinya ada pada ketegasan aturan jam jalan truk besar. Truk kontainer harus dilarang lewat jalur utama pada jam padat berangkat dan pulang kerja. Misalnya jam 6 sampai 8 pagi, dan jam 4 sore sampai 7 malam. Selain itu, pemerintah sudah harus menyediakan bus umum yang nyaman dari area perumahan ke kawasan pabrik biar jumlah motor di jalan bisa berkurang.

Sedangkan untuk para pekerja, strategi bertahan hidupnya harus diatur. Kalau perusahaan menyediakan bus jemputan karyawan, mending ikut bus itu saja buat menghemat tenaga. Kalau terpaksa naik motor, cobalah berangkat 30 menit lebih awal biar nggak barengan sama puncak macet.

Atau pas pulang kerja, jangan langsung maksa nembus macet, melipir dulu ke Citra Raya buat sekadar ngopi dan mendinginkan kepala.

Pada akhirnya, kalau ada orang yang bisa bertahan bertahun-tahun kerja di Cikupa dan tiap hari pulang-pergi lewat jalanan itu tanpa jadi gila, mereka layak disebut manusia terkuat di bumi. Kalian hebat, tapi ingat, kewarasan kalian tetap ada batasnya.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2026 oleh

Tags: Cikupa Tangerangdaerah di tangerangIndustri di Tangerangtangerang
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Depok-Tangerang Sepele, Cuma Tempat Numpang Pekerja Jakarta (Pexels)

Depok dan Tangerang Dipandang Lebih Rendah Dibanding Jakarta karena Sebatas “Tempat Numpang” Para Pekerja

4 Maret 2025
Bahasa Sunda Banten Itu Nggak Kasar, tapi Egaliter!

Bahasa Sunda Banten Itu Nggak Kasar, tapi Egaliter!

3 November 2023
Susahnya Mendapat Gaji UMR di Tangerang, Kota Penyangga Jakarta: Kerja Serius, Gajinya Bercanda

Susahnya Mendapat Gaji UMR di Tangerang, Kota Penyangga Jakarta: Kerja Serius, Gajinya Bercanda

11 Januari 2024
Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang (Foto milik Hammam Izzudin)

Kopi Klotok Jogja Tidak Buka Cabang karena Fenomena Ndeso Itu Mewah Tidak Bisa Ditiru

26 Januari 2026
Lebak dan Tangerang: Masih Satu Provinsi, tapi Perbedaan Kualitas Pendidikannya bagai Bumi dan Langit

Lebak dan Tangerang: Masih Satu Provinsi, tapi Perbedaan Kualitas Pendidikannya bagai Bumi dan Langit

20 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

10 Juni 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co

Malang Bukan Lagi Kota yang Dingin dan Asri, Kini Ia Menjelma Jadi Kota Panas dan Tak Menyenangkan

10 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.