Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Catatan Pemakluman Masalah di Jogja oleh Sultan Jogja Selama 10 Tahun Terakhir

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
24 Januari 2023
A A
Catatan Pemakluman Masalah di Jogja oleh Sultan Jogja Selama 10 Tahun Terakhir

Tugu Jogja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

#5 “Tidak ada yang protes.”

Mungkin Anda mengira masalah Jogja hanya seputar pertanahan, upah, dan pariwisata. Tapi Jogja juga punya masalah agraria lain, yakni perihal pertambangan. Pada tahun 2018, para petani di Kulon Progo melakukan protes menolak tambang pasir besi di wilayahnya.  Bahkan sudah berjalan selama 5 tahun.

Bagaimana Sultan menanggapinya? Blio memandang sudah tidak ada yang protes perihal tambang pasir besi ini. Menurut Ngarso Dalem, protes sudah beralih ke pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Tapi apa benar para warga Kulon Progo ini sudah narimo ing pandum, menerima penambangan pasir besi yang merusak mata pencaharian mereka?

Tahun 2022 menjadi peringatan 15 tahun perlawanan para petani terhadap tambang pasir besi. Lho, katanya sudah tidak ada yang protes? Kok sampai hari ini masih saja ada penolakan terhadap tambang pasir besi ini? Yo embuh sih, pokoke ISTIMEWA!

#6 Tolak jalan tol masuk Jogja?

Jogja memanas pada tahun 2018. Aksi pembakaran pos polisi UIN Sunan Kalijaga dengan tajuk “bunuh Sultan” menjadi headline utama. Belum lagi opini keluarga Kraton yang bernada mengusir keturunan Tionghoa. Tapi bagi saya ada opini tentang pembangunan jalan tol di Jogja lebih menarik. Karena saya jadi penasaran makna “Sabda Pandita Ratu tan keno wola wali.” Yang artinya sabda Raja tidak boleh plin –plan.

Sultan menyatakan keberatan pada rencana pembangunan tol yang akan memasuki Jogja. Terutama karena melintasi area Prambanan yang penuh peninggalan sejarah. Realitanya? Hari ini sudah dimulai proses pelepasan lahan untuk jalan tol. Dengan dalih tol gantung, penolakan Ngarso Dalem di tahun 2018 menjadi cerita lama.

Masalah cagar budaya, toh rencana jalan tol ini akan bersinggungan dengan salah satu Masjid Pathok Negoro. Masjid yang sejatinya menjadi tanda wilayah Kasultanan Yogyakarta.

#7 NRIMO ORA MANGAN!

Masalah kemiskinan di Jogja bukan hal baru. Bahkan pada 2019, isu angka kemiskinan ini sudah mengkhawatirkan. Meskipun mengalami penurunan dari tahun 2018, Jogja masih jadi daerah paling miskin di Jogja, bahkan rangking 12 di seluruh Indonesia. Dan sampai hari ini, Jogja belum mentas dari pusaran kemiskinan ini.

Bagaimana Ngarso Dalem menanggapi angka kemiskinan menurut BPS ini? “Masyarakat itu nrimo ora mangan, tapi ternaknya cukup,” ujar blio. Sultan juga mengedepankan masyarakat Jogja yang terlihat miskin, hidup berlantai tanah, tapi punya ternak.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

Menurut saya, ini adalah puncak opini ra mashok Ngarso Dalem. Pembiaran terhadap kemiskinan membuat masyarakat Jogja terjebak di dalamnya. Dan hingga hari ini, masih setia di papan atas daerah paling miskin di Jawa.

#8 “Yang perintahkan lockdown harus beri makan!”

Tahun 2020 memberi tamparan keras pada Jogja. Pandemi Covid-19 mulai masuk dan mengancam kehidupan rakyat. Untuk mengatasi pandemi mematikan ini, banyak warga melakukan aksi sporadis. Mulai dari desinfeksi wilayah, sampai melakukan lockdown kampung. Bagaimana Sultan Jogja menanggapi ini?

“Kalau lockdown itu terjadi, yang memerintahkan lockdown itu harus memberi makan setiap orang di wilayahnya,” ujar Ngarso Dalem. Banyak yang menilai opini ini melemahkan pengawasan terhadap pandemi yang baru masuk. Dan terbukti, beberapa tahun berikutnya Jogja mengalami ledakan angka positif COVID-19.

Meskipun Jogja menerapkan PPKM ketat, toh urusan makan malah diselesaikan dengan aksi sosial masyarakat. Dan Danais memberi pagar alun-alun yang ga penting itu.

#9 “Aku ora kuat ngragati.”

Apakah pada tahun 2021 Jogja bangkit dari pandemi? Ternyata tidak. Wajar sih, karena seluruh dunia berlutut di hadapan COVID-19. Tapi bagaimana Sultan menghadapi pandemi selaku gubernur Jogja? Apalagi pada tahun ini terjadi peningkatan angka positif Covid-19 di Jogja. Lockdown menjadi harapan untuk mencegah virus ini makin merajalela.

Sultan mengaku tidak mampu membiayai hidup warga jika dilakukan Lockdown. “Aku ora kuat ngragati,” ujar blio. Suara gotong royong warga untuk melawan pandemi menjadi pilihan. Tentu ini dikritik para ekonom, karena sudah jadi kewajiban pemerintah untuk melakukan rebudgeting ketika pandemi.

Di mana Danais? Tentu saja kembali menjadi dana hibah beautifikasi Jogja yang istimewa.

#10 “Klitih itu by design”

Cukup sulit untuk memilih sikap Ngarso Dalem yang ra mashok pada 2022, karena memang sangat banyak. Mulai dari masalah SG, pengupahan, dan penanganan pandemi. Kalau saya tulis semua, bisa jadi artikel tersendiri. Namun bagi saya, opini Sultan yang kebangetan adalah masalah klitih, sebuah opini yang menjadi pembiaran terhadap fenomena berbahaya ini.

Sultan berpandangan bahwa isu klitih ini dibesar-besarkan. “Mungkin teman-teman tidak merasa kalau itu by design misalnya, jadi supaya klitih ini diperpanjang terus menjadi sesuatu yang akhirnya dinyatakan Yogya tidak aman dan nyaman,” ujar Sultan.

*******

Sebenarnya masih banyak jejak perjalanan Jogja yang terus dibiarkan nelangsa. Dan sampai tulisan ini saya tutup, masalah satu dekade ini tidak ada yang selesai. Jogja yang semenjana tetap ruwet dengan berbagai opini dan keputusan pemerintah daerah. Yah, semoga 10 tahun ke depan tulisan saya sudah tidak relevan. Kalaupun masih, ya nggak kaget sih. Istimewa og!

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jogja Provinsi Termiskin: Matur Nuwun Raja dan Gubernur Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 25 November 2025 oleh

Tags: 10 tahunair tanahcatatanklitihmasalah di jogjapilihan redaksisultan jogjaUMR
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Benarkah Pertalite Harga Baru Lebih Boros? Mari Kita Buktikan

Benarkah Pertalite Harga Baru Lebih Boros? Mari Kita Buktikan

26 September 2022
Meratapi Kebijakan Transit Commuter Line Dhoho-Penataran yang Semakin Rumit

Meratapi Kebijakan Transit Commuter Line Dhoho-Penataran yang Bikin Ruwet Penumpang

7 Juni 2023
Joker coki pardede anji artis mojok

Plis deh, Coki Bukan Joker, dan Berhenti Menyamakan Artis yang Kena Masalah dengan Joker

6 September 2021
Kasta Tempat Berdiri di Lapangan Sepak Bola Tarkam terminal mojok.co

Kasta Tempat Berdiri di Lapangan Sepak Bola Tarkam

9 Februari 2022
4 Hal Salah Kaprah tentang UNNES yang Bikin Geleng-geleng

UNNES Layak Mendapat Gelar Kampus dengan Nama Terbaik di Indonesia  

16 September 2023
Sisi Gelap Malioboro Jogja, Jalan Kebanggan Orang Jogja yang Diam-diam Jadi Tempat Buang Sampah dan Tempat Tinggal Gelandangan Mojok.co

Banyak Wisatawan Nggak Tahu, Malioboro Jogja Diam-diam Jadi Tempat Buang Sampah dan Tempat Tinggal Gelandangan

26 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.